Mengapa Neymar Jr Kembali Dipanggil Timnas Brasil?

Berbekal tiga gol dan tiga asis untuk Santos, Neymar kembali ke timnas Brasil. Ia dinanti memerankan peran anyar dalam skema permainan ”Selecao”.

08 Mar 2025 08:04 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

Pelatih tim nasional Brasil, Dorival Junior, secara mengejutkan memasukkan penyerang Santos, Neymar Jr, untuk daftar pemain dua laga kualifikasi Piala Dunia 2026, Maret ini. Meskipun sudah bermain dan mencetak gol rutin untuk Santos, performa itu bukan alasan utama Neymar kembali ke skuad ”Selecao”.

Neymar terakhir kali mengenakan jersei Brasil ketika menghadapi Uruguay, 18 Oktober 2023. Mantan pemain Barcelona itu menderita cedera ligamen krusiat anterior (ACL) sehingga hanya bermain selama 45 menit saat Brasil takluk 0-2 dari Uruguay.

Akibat cedera itu, Neymar hanya memberikan peran minor dari nominal gaji fantastisnya di Liga Arab Saudi. Ia hanya bermain tujuh kali dengan durasi 428 menit atau sekadar menjalani 61 menit per gim.

Setelah pulih dari cedera itu, awal musim 2024-2025, Neymar juga gagal memberikan performa terbaik untuk seragam khas Al-Hilal. Laga menghadapi klub Iran, Esteghlal, awal November 2024, di babak penyisihan Liga Champions Asia Elite adalah laga pamungkas Neymar untuk tim juara bertahan Liga Saudi itu.

Cedera lutut parah menyebabkan Neymar sulit mendapatkan kembali kebugaran ketika masih berusia 20-an tahun. Kondisi itu membuatnya tidak lagi masuk dalam daftar pemain timnas Brasil sejak Oktober 2023.

Neymar dari Brasil dibawa keluar lapangan dengan tandu setelah cedera saat pertandingan sepak bola kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 antara Uruguay dan Brasil di stadion Centenario di Montevideo, Uruguay, Rabu (18/11/2023) dini hari WIB. AP Photo/Matilde Campodonico 17-11-2023 *** Local Caption *** Brazil's Neymar is carried off the pitch on a stretcher after being injured during a qualifying soccer match for the FIFA World Cup 2026 against Uruguay at Centenario stadium in Montevideo, Uruguay, Tuesday, Oct. 17, 2023. (AP Photo/Matilde Campodonico)

Merujuk pada kebugarannya itu, Neymar sudah sepatutnya mulai mempertimbangkan untuk mundur dari ajang internasional. Apalagi, sejumlah yuniornya sudah menunjukkan penampilan yang amat baik di Eropa.

Sebut saja, Vinicius Junior yang sudah meraih trofi Ballon d’Or. Prestasi individu pemain Real Madrid itu sudah melampaui Neymar. Selain itu, Brasil juga memiliki Raphinha yang melanjutkan legasi Neymar di Barcelona.

Di musim 2024-2025, Raphinha telah menjelma menjadi kandidat peraih Ballon d’Or. Koleksi 25 gol dan 18 asis adalah wujud nyata peran besar eks penyerang Leeds United itu untuk ”Blaugrana”, sebutan Barca.

Namun, Vinicius dan Raphinha tetap bukan pemain yang bisa menyaingi karisma dan pengaruh Neymar di skuad Selecao. Segemilang apa pun penampilan kedua pemain itu bersama klubnya, mereka tidak memiliki ”faktor x” yang bisa sejajar dengan sejumlah legenda timnas Brasil dalam tiga dekade terakhir, seperti Ronaldinho, Kaka, Ronaldo, Rivaldo, dan Romario.

Hal itu tersaji pada Copa America 2024 lalu. Langkah Brasil tersisih di babak perempat final. Selecao juga tertatih bersaing di papan atas kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONMEBOL.

Koleksi hanya 18 poin dari 12 laga babak kualifikasi adalah aib bagi Brasil. Mereka hanya meraih lima kemenangan, lalu tertahan tiga kali dan sudah empat gim nirpoin. Duduk di peringkat kelima tidak menjamin Brasil bisa lolos langsung ke Piala Dunia 2026.

Gestur Neymar saat sesi latihan sebelum pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Venezuela dan Uruguay di Stadion Arena Pantanal, Cuiaba, Brasil, dalam arsip foto 10 Oktober 2023. Setelah hampir setahun absen akibat cedera, Neymar akan kembali dipanggil untuk masuk timnas Brasil.
Quote

Rekan setimnya sudah menganggap peran signifikan dia (Neymar) di dalam tim.

Membayangkan Brasil gagal ke Piala Dunia 2026 sejatinya adalah bayangan terliar, tetapi Selecao berpeluang harus menempuh jalur playoff interkonfederasi jika tak segera bangkit. Mereka hanya unggul lima poin atas Bolivia di posisi ketujuh yang merupakan peringkat untuk jatah playoff dari zona CONMEBOL.

Pada bulan Maret ini, Brasil akan menjamu Kolombia di kandang. Kemudian, mereka akan bertandang ke Buenos Aires untuk menantang rival abadi, Argentina. Mengalahkan Brasil adalah tekad Argentina. Selain meraih tiga poin, ”La Albiceleste” juga berpeluang menjadi tim Amerika Selatan pertama yang lolos ke Piala Dunia 2026 dengan menumbangkan Brasil.

Seiring dengan tekanan yang kian besar memayungi skuad Brasil di kualifikasi Piala Dunia 2026, Dorival jelas butuh pemain yang bisa menanggung beban rekan setimnya. Sosok itu hanya ada pada diri Neymar di timnas Brasil saat ini.

Tak heran Neymar tidak hanya kembali masuk dalam skuad, ia juga mendapatkan lagi jersei nomor 10 Brasil yang sudah dikenakannya sejak 2013.

”Rekan setimnya sudah menganggap peran signifikan dia (Neymar) di dalam tim,” kata Dorival tentang keputusannya memanggil kembali Neymar, dilansir laman Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF).

Dorival melanjutkan, ”Kami sudah lama menantinya. Ini adalah pertama kali dia tersedia setelah sekian lama.”

Pemain klub Arab Saudi, Al Hilal, Neymar (kiri) mengontrol bola saat melawan klub Uni Emirat Arab Al Ain pada laga Liga Champions grup B di Stadion Hazza bin Zayed, Al Ain, Senin (21/10/2024).

Posisi berbeda

Tidak sekadar peran sentralnya di dalam skuad dan ruang ganti, Neymar juga berpotensi besar menjalani tugas lebih krusial dari rencana permainan Dorival. Ia tidak lagi bermain di posisi favoritnya, yaitu penyerang sayap kiri atau second striker.

Neymar perlu menunjukkan kedewasaannya untuk bermain sebagai gelandang serang. Peran itu telah membantu Antoine Griezmann menjadi pemain tak tergantikan bersama timnas Perancis ketika telah memasuki usia 30-an. Juga, Neymar bisa belajar dari sahabatnya, Lionel Messi, yang meraih Piala Dunia 2022 dengan peran krusial sebagai pengatur serangan Argentina.

Memerankan peran seutuhnya sebagai nomor 10 di lapangan hijau sejatinya bakal sangat membantu Neymar. Berperan di lapangan tengah akan meminimalkan Neymar dari potensi cedera kambuhan yang dipicu gaya dribel, tumpuan kecepatan, dan eksplorasi aksi individunya.

Sebagai playmaker, hal krusial yang dibutuhkan Selecao dari Neymar adalah insting tajamnya membaca alur permainan. Neymar juga memiliki akurasi operan pendek dan panjang yang sangat baik. Keunggulan itu penting untuk melayani dan membuka ruang bagi para penyerang Brasil, seperti Raphinha, Vinicius, dan Rodrygo.

Pemain berusia 33 tahun itu juga masih memiliki akurasi tendangan bebas yang bagus. Sudah dua gol dihasilkan Neymar dari bola mati untuk Santos, termasuk gol ”olimpico” dari sepak pojok ke gawang Inter Limeira di Kejuaraan Paulista Brasil, 23 Februari lalu.

Peran playmaker itu sudah dijalani dengan fenomenal oleh Neymar dalam enam gim bersama Santos. Ia sudah menghasilkan tiga gol dan tiga asis yang membantu Santos lolos ke babak semifinal Kejuaraan Paulista.

Pemain klub Arab Saudi, Al Hilal, Neymar berlari di lapangan saat melawan klub Uni Emirat Arab Al Ain pada laga Liga Champions grup B di Stadion Hazza bin Zayed, Al Ain, Senin (21/10/2024).

Di timnas Brasil, Neymar juga sudah tidak asing bermain dari sentra permainan. Ia bertugas sebagai playmaker pada tiga penampilan di Piala Dunia 2022. Tetapi, Neymar masih bermain dengan gaya khasnya yang lebih sering melakukan dribel dan trik individu dibandingkan melayani rekan-rekannya dengan umpan kunci.

Mulusnya transformasi Neymar menjalankan peran baru nan signifikan akan menentukan nasib Brasil menuju Piala Dunia 2026. Neymar memiliki segalanya untuk bermain dengan berbagai peran dalam skema menyerang Selecao, tetapi ego kerap menutup potensinya untuk keluar dari zona nyaman permainannya.

Namun, pendukung Brasil, sebelum bisa menyaksikan kembalinya Neymar di skuad Brasil, terlebih dahulu harus memanjatkan doa bagi kesehatan sang megabintang. Neymar terlihat memiliki masalah pada ototnya ketika diganti pada laga perempat final Kejuaraan Paulista kontra RB Bragantino, 3 Maret lalu.

”Seharusnya berikan dia waktu dua atau tiga bulan lagi agar benar-benar dalam kondisi terbaik untuk bergabung kembali dengan Selecao,” ujar Dodo, eks penyerang pemilik lima cap timnas Brasil, seperti dikutip ESPN.

Terlepas pro dan kontra, Neymar terbukti masih sulit digantikan oleh talenta baru Brasil. Dorival dan warga Brasil sudah tidak sabar menanti aksi pencetak gol terbanyak Selecao itu.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata