Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) melakukan perubahan di nomor ganda campuran pada Kamis (30/7/2026) di Jakarta. Kepala pelatih ganda campuran Rionny Mainaky dan asisten pelatih Amon Sunaryo, yang terdaftar sebagai pelatih pelatnas sejak 2025, tidak lagi melatih di pelatnas bulu tangkis Cipayung. Pergantian dilakukan setelah PP PBSI menggelar evaluasi secara menyeluruh.
Prestasi nomor ganda campuran yang mengalami kemunduran beberapa tahun terakhir mendorong PP PBSI melakukan penggantian staf kepelatihan di pelatnas. Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian mengatakan, keputusan tersebut adalah komitmen PBSI untuk meningkatkan kualitas pembinaan.
Selain pergantian pelatih kepala nomor ganda campuran, PBSI juga menghadapi isu negatif tentang dugaan pengaturan pertandingan melibatkan sejumlah atlet yang sedang diselidiki oleh BWF.
Apa yang bisa dipelajari dari artikel ini?
- Mengapa sektor ganda campuran disebut stagnan?
- Mengapa Nova Widianto ditunjuk menjadi pelatih ganda campuran?
- Mengapa dua pasangan ganda campuran dibatalkan keikutsertaannya dalam Kejuaraan Dunia 2026?
1. Mengapa sektor ganda campuran disebut stagnan?
Duet pelatih ganda campuran Rionny dan Amon tidak menunjukkan peningkatan signifikan sejak mulai melatih pada 2025. Pasangan ganda campuran yang berpotensi, seperti Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, mulai bertanding dalam turnamen BWF World Tour pada 2023.
Mereka mencapai prestasi terbaik pada 2025, di antaranya menjuarai Taiwan Terbuka Super 300 serta menembus final Australia Terbuka Super 500 dan semifinal China Terbuka Super 1000. Akan tetapi, menjelang akhir 2025 hingga sekarang, dari tujuh turnamen pada 2026, mereka lima kali tersingkir pada babak pertama atau kedua.
Pasangan lain yang lebih senior, yakni Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, kerap tersingkir pada babak pertama atau kedua.
Adapun pasangan lain, yaitu Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, meninggalkan pelatnas karena mengundurkan diri atau namanya tidak dipilih sebagai pemain pelatnas.
Ganda campuran terus melakukan persiapan karena akan tampil dalam waktu dekat pada turnamen besar, yaitu Kejuaraan Dunia di India, 17-23 Agustus 2026. Indonesia akan diwakili Jafar/Felisha, Amri/Nita, dan Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata.
2. Mengapa Nova Widianto ditunjuk menjadi pelatih ganda campuran?
Nova Widianto kembali ke pelatnas bulu tangkis di Cipayung, Jakarta, sebagai pelatih kepala ganda campuran. PBSI mengumumkan perubahan itu pada Rabu (5/8/2026) atau enam hari setelah mengumumkan berakhirnya masa tugas pelatih ganda campuran sebelumnya yang dijabat oleh Rionny Mainaky dan Amon Sunaryo.
Nova pindah ke Malaysia pada Januari 2023 dan berhasil memoles pasangan Chen Tang Jie/Toh Ee Wei sebagai juara dunia 2025. Pengalaman Nova di Malaysia dibutuhkan Indonesia untuk membawa ganda campuran berpotensi ke tingkat lebih tinggi. Mereka adalah Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, dan Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata.
Selain itu, masih ada ganda campuran yunior, yaitu Verrell Yustin Mulia/Bernadine Anindya Wardana, serta pasangan baru, seperti Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu dan Bagas Maulana/Indah Cahya Sari Jamil. Target Nova adalah meloloskan atletnya ke Olimpiade Los Angeles 2028.
Nova memiliki catatan prestasi yang baik sebagai veteran sektor ganda campuran. Bersama Vita Marissa dan kemudian Liliyana Natsir, ia meraih gelar juara dunia pada 2005 dan 2007 serta medali perak Olimpiade Beijing 2008 bersama Liliyana. Setelah pensiun pada 2012, Nova menjadi asisten Richard Mainaky. Setelah Richard pensiun pada 2021, Nova dipercaya menjadi pelatih kepala ganda campuran.
3. Mengapa dua pasangan ganda campuran dibatalkan keikutsertaannya dalam Kejuaraan Dunia 2026?
Pada daftar awal yang dirilis Badminton World Federation (BWF), Indonesia meloloskan tiga pasangan ganda campuran ke Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di New Delhi, India, 17-23 Agustus 2026, yaitu Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.
Namun, Adnan/Indah digantikan oleh yuniornya, Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata. Pada hari berikutnya, Jafar/Felisha juga dinyatakan mengundurkan diri.
PBSI belum menjelaskan alasan pencoretan nama mereka, tetapi media sosial dibanjiri informasi yang menyebut pembatalan tersebut terkait dugaan pengaturan pertandingan atau match fixing. Alasannya, atlet yang disebut dalam media sosial adalah atlet yang mundur dari Kejuaraan Dunia.
PBSI melalui Sekretaris Jenderal Ricky Soebagdja mengeluarkan pernyataan resmi mengenai perubahan komposisi wakil Indonesia. PBSI menyatakan bahwa pembatalan keikutsertaan Jafar/Felisha dan Adnan/Indah merupakan bagian dari penyesuaian administrasi agar seluruh proses keikutsertaan atlet berjalan sesuai regulasi dan mekanisme.
PBSI juga mengungkapkan bahwa BWF sedang menggelar peradilan independen terkait dugaan pelanggaran integritas yang melibatkan sejumlah pemain Indonesia. PBSI menghormati proses tersebut, tidak akan memberikan komentar mengenai substansi perkara ataupun mengaitkannya dengan atlet tertentu, serta mengajak semua pihak menghindari spekulasi sampai ada keputusan resmi.
PBSI dan tim pelatih sektor ganda campuran yang dipimpin Nova Widianto menghadapi tantangan untuk menciptakan kembali situasi latihan yang nyaman setelah kasus tersebut.
Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) melakukan perubahan di nomor ganda campuran pada Kamis (30/7/2026) di Jakarta. Kepala pelatih ganda campuran Rionny Mainaky dan asisten pelatih Amon Sunaryo, yang terdaftar sebagai pelatih pelatnas sejak 2025, tidak lagi melatih di pelatnas bulu tangkis Cipayung. Pergantian dilakukan setelah PP PBSI menggelar evaluasi secara menyeluruh.
Prestasi nomor ganda campuran yang mengalami kemunduran beberapa tahun terakhir mendorong PP PBSI melakukan penggantian staf kepelatihan di pelatnas. Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian mengatakan, keputusan tersebut adalah komitmen PBSI untuk meningkatkan kualitas pembinaan.
Selain pergantian pelatih kepala nomor ganda campuran, PBSI juga menghadapi isu negatif tentang dugaan pengaturan pertandingan melibatkan sejumlah atlet yang sedang diselidiki oleh BWF.
Apa yang bisa dipelajari dari artikel ini?
- Mengapa sektor ganda campuran disebut stagnan?
- Mengapa Nova Widianto ditunjuk menjadi pelatih ganda campuran?
- Mengapa dua pasangan ganda campuran dibatalkan keikutsertaannya dalam Kejuaraan Dunia 2026?
1. Mengapa sektor ganda campuran disebut stagnan?
Duet pelatih ganda campuran Rionny dan Amon tidak menunjukkan peningkatan signifikan sejak mulai melatih pada 2025. Pasangan ganda campuran yang berpotensi, seperti Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, mulai bertanding dalam turnamen BWF World Tour pada 2023.
Mereka mencapai prestasi terbaik pada 2025, di antaranya menjuarai Taiwan Terbuka Super 300 serta menembus final Australia Terbuka Super 500 dan semifinal China Terbuka Super 1000. Akan tetapi, menjelang akhir 2025 hingga sekarang, dari tujuh turnamen pada 2026, mereka lima kali tersingkir pada babak pertama atau kedua.
Pasangan lain yang lebih senior, yakni Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, kerap tersingkir pada babak pertama atau kedua.
Adapun pasangan lain, yaitu Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, meninggalkan pelatnas karena mengundurkan diri atau namanya tidak dipilih sebagai pemain pelatnas.
Ganda campuran terus melakukan persiapan karena akan tampil dalam waktu dekat pada turnamen besar, yaitu Kejuaraan Dunia di India, 17-23 Agustus 2026. Indonesia akan diwakili Jafar/Felisha, Amri/Nita, dan Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata.
2. Mengapa Nova Widianto ditunjuk menjadi pelatih ganda campuran?
Nova Widianto kembali ke pelatnas bulu tangkis di Cipayung, Jakarta, sebagai pelatih kepala ganda campuran. PBSI mengumumkan perubahan itu pada Rabu (5/8/2026) atau enam hari setelah mengumumkan berakhirnya masa tugas pelatih ganda campuran sebelumnya yang dijabat oleh Rionny Mainaky dan Amon Sunaryo.
Nova pindah ke Malaysia pada Januari 2023 dan berhasil memoles pasangan Chen Tang Jie/Toh Ee Wei sebagai juara dunia 2025. Pengalaman Nova di Malaysia dibutuhkan Indonesia untuk membawa ganda campuran berpotensi ke tingkat lebih tinggi. Mereka adalah Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, dan Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata.
Selain itu, masih ada ganda campuran yunior, yaitu Verrell Yustin Mulia/Bernadine Anindya Wardana, serta pasangan baru, seperti Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu dan Bagas Maulana/Indah Cahya Sari Jamil. Target Nova adalah meloloskan atletnya ke Olimpiade Los Angeles 2028.
Nova memiliki catatan prestasi yang baik sebagai veteran sektor ganda campuran. Bersama Vita Marissa dan kemudian Liliyana Natsir, ia meraih gelar juara dunia pada 2005 dan 2007 serta medali perak Olimpiade Beijing 2008 bersama Liliyana. Setelah pensiun pada 2012, Nova menjadi asisten Richard Mainaky. Setelah Richard pensiun pada 2021, Nova dipercaya menjadi pelatih kepala ganda campuran.
3. Mengapa dua pasangan ganda campuran dibatalkan keikutsertaannya dalam Kejuaraan Dunia 2026?
Pada daftar awal yang dirilis Badminton World Federation (BWF), Indonesia meloloskan tiga pasangan ganda campuran ke Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di New Delhi, India, 17-23 Agustus 2026, yaitu Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.
Namun, Adnan/Indah digantikan oleh yuniornya, Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata. Pada hari berikutnya, Jafar/Felisha juga dinyatakan mengundurkan diri.
PBSI belum menjelaskan alasan pencoretan nama mereka, tetapi media sosial dibanjiri informasi yang menyebut pembatalan tersebut terkait dugaan pengaturan pertandingan atau match fixing. Alasannya, atlet yang disebut dalam media sosial adalah atlet yang mundur dari Kejuaraan Dunia.
PBSI melalui Sekretaris Jenderal Ricky Soebagdja mengeluarkan pernyataan resmi mengenai perubahan komposisi wakil Indonesia. PBSI menyatakan bahwa pembatalan keikutsertaan Jafar/Felisha dan Adnan/Indah merupakan bagian dari penyesuaian administrasi agar seluruh proses keikutsertaan atlet berjalan sesuai regulasi dan mekanisme.
PBSI juga mengungkapkan bahwa BWF sedang menggelar peradilan independen terkait dugaan pelanggaran integritas yang melibatkan sejumlah pemain Indonesia. PBSI menghormati proses tersebut, tidak akan memberikan komentar mengenai substansi perkara ataupun mengaitkannya dengan atlet tertentu, serta mengajak semua pihak menghindari spekulasi sampai ada keputusan resmi.
PBSI dan tim pelatih sektor ganda campuran yang dipimpin Nova Widianto menghadapi tantangan untuk menciptakan kembali situasi latihan yang nyaman setelah kasus tersebut.