Djamari adalah pihak yang merekomendasikan agar Prabowo dipecat dari ABRI pada 1998.
18 Sep 2025 10:18 WIB · Politik & Hukum
Sosok Djamari Chaniago baru muncul belakangan ini, setidaknya saat Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan kabinet pada Rabu (17/8/2025). Hingga akhirnya, Presiden melantik Djamari sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik Keamanan.
Sebagai sesama militer, keduanya tentu telah saling mengenal. Namun, di balik itu, naik turun hubungan Djamari dan Prabowo berlangsung sejak masa taruna.
Presiden Prabowo melantik Djamari Chaniago sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik Keamanan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/9/2025). Djamari menggantikan Budi Gunawan yang mundur dengan alasan kesehatan.
Bersamaan dengan Djamari, Presiden juga melantik Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, M Qodari menjadi Kepala Staf Kepresidenan, Ahmad Dofiri sebagai penasihat khusus presiden bidang keamanan dan ketertiban masyarakat dan reformasi Polri, serta Angga Raka Prabowo sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, lembaga baru yang menggantikan Kantor Komunikasi Kepresidenan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/17/3063d77e-25a7-42b4-b2da-fb0f55c81f0c_jpg.jpg)
Selain itu, dilantik pula Afriansyah Noor sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Rohmat Marzuki sebagai Wakil Menteri Kehutanan, dan Farida Farichah sebagai Wakil Menteri Koperasi. Struktur Badan Gizi Nasional juga diperluas dengan dua wakil kepala baru, Nanik S Deyang dan Sonny Sanjaya. Adapun Sarah Sadiqa resmi memimpin Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).
Khusus terhadap Djamari yang pensiun dengan pangkat letnan jenderal dan Dofiri dengan komisaris jenderal, Presiden memberi keduanya kenaikan pangkat sebelum pelantikan. Djamari dan Dofiri pun resmi menjadi jenderal kehormatan (hor).
Prabowo dan Sjafrie adalah dua sahabat yang lulus Akabri tahun 1974, sedangkan Djamari tahun 1971.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, kenaikan pangkat diberikan karena keduanya adalah putra terbaik bangsa yang telah mengabdi sekian puluh tahun lamanya dengan segala prestasi, baik di TNI Angkatan Darat maupun di kepolisian. Dengan penilaian dari institusi, atasan, dan bawahan keduanya, lanjut Prasetyo, Presiden mengambil keputusan untuk memberikan penghormatan, baik kepada individu maupun sebagai perwakilan institusi.
Namun, tentu ada yang membuat Djamari layak menjadi menteri di Kabinet Merah Putih yang dipimpin Prabowo. Pendiri Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) Edna C Pattisina menilai Djamari cocok dengan Presiden Prabowo dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Prabowo dan Sjafrie adalah dua sahabat yang lulus Akabri tahun 1974, sedangkan Djamari tahun 1971. Karena itu, Djamari adalah senior dan pengasuh lechting 1974.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/17/26e9563b-41dd-4821-af6a-3be087227af8_jpg.jpg)
”Posisi Menko Polkam perlu sosok yang senior dan tentara, tapi enggak punya agenda politik,” ujarnya.
Sosok Djamari pun menarik karena pernah menjabat Sekretaris Dewan Kehormatan Perwira. Djamari yang mengirim surat kepada Panglima ABRI Jenderal Wiranto dan merekomendasikan Prabowo untuk dipecat dari ABRI pada tahun 1998.
”Tapi, tampaknya, Prabowo enggak dendam. Jadi tetap diangkat (Menko Polkam) walaupun perlu dicatat bahwa usianya sudah 76 tahun. Namun, mengingat fungsinya (sebagai menteri koordinator) koordinasi saja, jadi dianggap cocok,” kata Edna.
Seusai dilantik, Djamari mengatakan, Presiden Prabowo memintanya untuk menggunakan sisa umurnya untuk kepentingan bangsa dan negara. ”Berapa umur saya, ada yang tahu? Tujuh puluh tujuh tahun, sebentar lagi 77 tahun. Gunakan sisa umur itu untuk tetap mengabdi kepada bangsa dan negara. Tidak ada istilah-istilah yang lain,” tuturnya kepada wartawan seusai pelantikan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/17/517714dc-6143-48e1-95d7-e24eb9106019_jpg.jpg)
Terkait dengan unjuk rasa yang terjadi akhir-akhir ini dan berujung kerusuhan, Djamari menolak menanggapi. Kendati demikian, hal itu diakui menjadi perhatian Presiden Prabowo yang perlu menjadi fokus. ”Ya itu nantilah, saya kan belum ke kantor,” ujarnya.
Terkait dengan unjuk rasa yang terjadi akhir-akhir ini dan berujung kerusuhan, Djamari menolak menanggapi.
Kendati demikian, Djamari mengatakan komunikasi dengan Sjafrie banyak dilakukan. Serah terima jabatan dari Menko Polkam ad interim Sjafrie Sjamsoeddin pun dilakukan Rabu sore.
Selain itu, koordinasi antara TNI dan Polri akan terus diperbaiki. ”Itu yang saya bilang saya lihat, kalau perbaikan terus-meneruslah, ya. Masa hanya satu event. Kami yang jelas memerlukan dukungan semua dari kalian untuk kepentingan ke depan kita. Kita harus bersatu, enggak ada lagi cerita lain. Kalau kita ingin menjadi bangsa yang baik, mari kita bersatu, bersama-sama menghadapi persoalan bangsa ke depan,” ujarnya.
Penulis:
Nina Susilo, Iqbal Basyari, Nino Citra AnugrahantoEditor:
Madina NusratPenyelaras Bahasa:
Nur Adji