Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel berikut ini?
- Mengapa PSSI memilih John Herdman sebagai pelatih timnas?
- Bagaimana awal mula isu John Herdman menjadi kandidat pelatih timnas?
- Mengapa PSSI mengganti pelatih?
- Bagaimana PSSI memilih pelatih timnas?
Mengapa PSSI memilih John Herdman sebagai pelatih timnas?
PSSI memastikan mantan pelatih tim nasional Kanada berpaspor Inggris, John Herdman, akan melanjutkan estafet juru taktik timnas Indonesia mulai Januari 2026. Tidak hanya tim senior, Herdman juga akan memimpin skuad U-23 Indonesia demi melanggengkan regenerasi pemain muda ke tim utama ”Garuda”.
”Benar (Herdman melatih tim senior dan U-23),” ujar anggota Komite Eksekutif PSSI, Ahmad Riyadh, kepada Kompas, Sabtu (20/12/2025).
Kesepakatan penunjukan Herdman merupakan keputusan kolektif kolegial yang dilakukan 15 pengurus Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Jumlah itu terdiri atas tiga pemimpin, yakni Ketua Umum PSSI Erick Thohir serta dua wakil ketua umum, Zainudin Amali dan Ratu Tisha Destria. Sebanyak 12 sosok lainnya berstatus anggota Exco.
Selanjutnya, PSSI berencana mengumumkan penunjukan Herdman pada pekan depan. Hingga kini, PSSI masih merampungkan finalisasi kontrak dengan Herdman. Hal itu tidak hanya mengenai durasi dan nilai kontrak, tetapi juga membutuhkan kesepakatan terkait target dan nilai bonus untuk Herdman berdasarkan capaiannya ketika menukangi Jay Idzes dan kawan-kawan.
Herdman adalah salah satu dari dua kandidat utama yang telah diwawancara oleh Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers pada awal Desember 2025. Satu nama lainnya adalah Giovanni van Bronckhorst yang berstatus asisten manajer Liverpool.
Bagaimana awal mula isu John Herdman menjadi kandidat pelatih timnas?
Menjelang akhir tahun, media sosial riuh dengan isu penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru timnas Indonesia. Dari dua nama terakhir yang muncul sebagai calon pengganti Patrick Kluivert, Herdman disebut akan menukangi Indonesia mulai 2026. Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali buka suara mengenai isu tersebut.
Isu bermula dari laporan media Honduras, Diez, yang menyebut Herdman sebagai kandidat paling potensial mengisi kursi yang ditinggalkan Kluivert seusai gagal mengantarkan Indonesia lolos Piala Dunia. Dalam laporannya, Diez menukil keterangan anggota Exco PSSI, Endri Erawan, dalam suatu konferensi pers yang mengonfirmasi bahwa dua nama calon pelatih timnas yang diincar ialah Giovanni van Bronckhorst dan Herdman.
”Federasi (sepak bola) Indonesia berharap dapat segera mengumumkan penggantinya (Kluivert), mungkin sebelum Januari. Menandai sebuah perubahan tak terduga dalam karier pelatih asal Inggris tersebut,” tulis Diez, Rabu (17/12/2025) malam.
Sepanjang karier kepelatihannya, Herdman lebih banyak menghabiskan waktu di Amerika Tengah dan Utara (CONCACAF). Ia tercatat pernah mengarsiteki tim U-23 dan senior Kanada. Keberhasilan mengantarkan Kanada menembus babak utama Piala Dunia Qatar 2022 membuat namanya menggema di seluruh dunia. Itulah pertama kali Kanada tampil di Piala Dunia setelah 36 tahun.
Mengapa PSSI mengganti pelatih?
Belakangan ini, masyarakat Indonesia sering bertualang ke dunia khayal. Mereka menggunakan kata ”seandainya” untuk sedikit mengobati luka dalam akibat kegagalan tim nasional Indonesia ke Piala Dunia 2026 meskipun itu justru menambah rasa perih karena tamparan realitas yang datang lebih keras.
Petualangan melibatkan Patrick Kluivert, sosok antagonis terbesar bagi publik sepak bola Tanah Air saat ini. Seandainya Kluivert tak melatih Indonesia. Seandainya dia tak bereksperimen di laga terpenting timnas. Itu bagian kecil dari segudang perandaian yang mewakili kekecewaan dan kemarahan publik.
Namun, teori waktu berjalan ke depan. Tak bisa mundur. Mimpi timnas sudah telanjur kandas. Sebagai konsekuensi, kontrak Kluivert diputus oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Kluivert, pelatih kepala timnas, dinilai paling bertanggung jawab dalam kegagalan tersebut.
Ada hal menarik dari kisah tragis Kluivert. Bagaimana mantan penyerang kelas dunia itu terdepak? Padahal, empat bulan sebelumnya, dia dihujani puja-puji seusai dua kemenangan dari empat laga di putaran ketiga. Pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong, hanya menang sekali dalam enam laga.
Bagaimana PSSI memilih pelatih timnas?
Kursi pelatih tim nasional Indonesia belum menemukan penghuninya setelah Patrick Kluivert pergi. Rumor-rumor pun beterbangan. Tuntutan pemilihan juru taktik skuad ”Garuda” mengarah kepada Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Nantinya, pilihan pelatih timnas anyar adalah buah dari pikiran dan gagasan Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers.
Zwiers, pria asal Belanda yang beristri warga Indonesia, merupakan orang paling sibuk setelah PSSI mengakhiri kerja sama dengan Kluivert. Kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026 jadi biang keladinya.
Berperan sebagai Direktur Teknik sekaligus Ketua Komite Teknik dan Pengembangan PSSI, Zwiers memiliki tanggung jawab untuk mencari, mengaudisi, hingga merekomendasikan pelatih kepala dan staf pelatih tim nasional dari level senior hingga U-17.
Hal itu tertuang dalam Poin (l) Pasal 30 Statuta PSSI 2025 yang mengungkapkan salah satu peran Komite Eksekutif (Exco) PSSI untuk menunjuk pelatih timnas.
Isinya seperti ini, ”Menunjuk pelatih kepala dan perangkat pelatih untuk tim nasional atas usulan dari Departemen Teknisi di Sekretariat Jenderal dan oleh Komite Teknis dan Pengembangan”.
Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel berikut ini?
- Mengapa PSSI memilih John Herdman sebagai pelatih timnas?
- Bagaimana awal mula isu John Herdman menjadi kandidat pelatih timnas?
- Mengapa PSSI mengganti pelatih?
- Bagaimana PSSI memilih pelatih timnas?
Mengapa PSSI memilih John Herdman sebagai pelatih timnas?
PSSI memastikan mantan pelatih tim nasional Kanada berpaspor Inggris, John Herdman, akan melanjutkan estafet juru taktik timnas Indonesia mulai Januari 2026. Tidak hanya tim senior, Herdman juga akan memimpin skuad U-23 Indonesia demi melanggengkan regenerasi pemain muda ke tim utama ”Garuda”.
”Benar (Herdman melatih tim senior dan U-23),” ujar anggota Komite Eksekutif PSSI, Ahmad Riyadh, kepada Kompas, Sabtu (20/12/2025).
Kesepakatan penunjukan Herdman merupakan keputusan kolektif kolegial yang dilakukan 15 pengurus Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Jumlah itu terdiri atas tiga pemimpin, yakni Ketua Umum PSSI Erick Thohir serta dua wakil ketua umum, Zainudin Amali dan Ratu Tisha Destria. Sebanyak 12 sosok lainnya berstatus anggota Exco.
Selanjutnya, PSSI berencana mengumumkan penunjukan Herdman pada pekan depan. Hingga kini, PSSI masih merampungkan finalisasi kontrak dengan Herdman. Hal itu tidak hanya mengenai durasi dan nilai kontrak, tetapi juga membutuhkan kesepakatan terkait target dan nilai bonus untuk Herdman berdasarkan capaiannya ketika menukangi Jay Idzes dan kawan-kawan.
Herdman adalah salah satu dari dua kandidat utama yang telah diwawancara oleh Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers pada awal Desember 2025. Satu nama lainnya adalah Giovanni van Bronckhorst yang berstatus asisten manajer Liverpool.
Bagaimana awal mula isu John Herdman menjadi kandidat pelatih timnas?
Menjelang akhir tahun, media sosial riuh dengan isu penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru timnas Indonesia. Dari dua nama terakhir yang muncul sebagai calon pengganti Patrick Kluivert, Herdman disebut akan menukangi Indonesia mulai 2026. Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali buka suara mengenai isu tersebut.
Isu bermula dari laporan media Honduras, Diez, yang menyebut Herdman sebagai kandidat paling potensial mengisi kursi yang ditinggalkan Kluivert seusai gagal mengantarkan Indonesia lolos Piala Dunia. Dalam laporannya, Diez menukil keterangan anggota Exco PSSI, Endri Erawan, dalam suatu konferensi pers yang mengonfirmasi bahwa dua nama calon pelatih timnas yang diincar ialah Giovanni van Bronckhorst dan Herdman.
”Federasi (sepak bola) Indonesia berharap dapat segera mengumumkan penggantinya (Kluivert), mungkin sebelum Januari. Menandai sebuah perubahan tak terduga dalam karier pelatih asal Inggris tersebut,” tulis Diez, Rabu (17/12/2025) malam.
Sepanjang karier kepelatihannya, Herdman lebih banyak menghabiskan waktu di Amerika Tengah dan Utara (CONCACAF). Ia tercatat pernah mengarsiteki tim U-23 dan senior Kanada. Keberhasilan mengantarkan Kanada menembus babak utama Piala Dunia Qatar 2022 membuat namanya menggema di seluruh dunia. Itulah pertama kali Kanada tampil di Piala Dunia setelah 36 tahun.
Mengapa PSSI mengganti pelatih?
Belakangan ini, masyarakat Indonesia sering bertualang ke dunia khayal. Mereka menggunakan kata ”seandainya” untuk sedikit mengobati luka dalam akibat kegagalan tim nasional Indonesia ke Piala Dunia 2026 meskipun itu justru menambah rasa perih karena tamparan realitas yang datang lebih keras.
Petualangan melibatkan Patrick Kluivert, sosok antagonis terbesar bagi publik sepak bola Tanah Air saat ini. Seandainya Kluivert tak melatih Indonesia. Seandainya dia tak bereksperimen di laga terpenting timnas. Itu bagian kecil dari segudang perandaian yang mewakili kekecewaan dan kemarahan publik.
Namun, teori waktu berjalan ke depan. Tak bisa mundur. Mimpi timnas sudah telanjur kandas. Sebagai konsekuensi, kontrak Kluivert diputus oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Kluivert, pelatih kepala timnas, dinilai paling bertanggung jawab dalam kegagalan tersebut.
Ada hal menarik dari kisah tragis Kluivert. Bagaimana mantan penyerang kelas dunia itu terdepak? Padahal, empat bulan sebelumnya, dia dihujani puja-puji seusai dua kemenangan dari empat laga di putaran ketiga. Pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong, hanya menang sekali dalam enam laga.
Bagaimana PSSI memilih pelatih timnas?
Kursi pelatih tim nasional Indonesia belum menemukan penghuninya setelah Patrick Kluivert pergi. Rumor-rumor pun beterbangan. Tuntutan pemilihan juru taktik skuad ”Garuda” mengarah kepada Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Nantinya, pilihan pelatih timnas anyar adalah buah dari pikiran dan gagasan Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers.
Zwiers, pria asal Belanda yang beristri warga Indonesia, merupakan orang paling sibuk setelah PSSI mengakhiri kerja sama dengan Kluivert. Kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026 jadi biang keladinya.
Berperan sebagai Direktur Teknik sekaligus Ketua Komite Teknik dan Pengembangan PSSI, Zwiers memiliki tanggung jawab untuk mencari, mengaudisi, hingga merekomendasikan pelatih kepala dan staf pelatih tim nasional dari level senior hingga U-17.
Hal itu tertuang dalam Poin (l) Pasal 30 Statuta PSSI 2025 yang mengungkapkan salah satu peran Komite Eksekutif (Exco) PSSI untuk menunjuk pelatih timnas.
Isinya seperti ini, ”Menunjuk pelatih kepala dan perangkat pelatih untuk tim nasional atas usulan dari Departemen Teknisi di Sekretariat Jenderal dan oleh Komite Teknis dan Pengembangan”.