”Malaikat Agung” dan ”Si Keriting” dalam Jajaran Kapal Selam Monster Rusia

Amerika Serikat dan sekutunya pernah mengakui, kapal selam Arkhangelsk dan yang sekelas sulit dilacak. Kapal selam itu bisa beroperasi tiga bulan di bawah es.

28 Mar 2025 16:15 WIB · Internasional

Oleh Iwan Santosa

Kejutan baru dihadirkan industri pertahanan Rusia. Kapal ke-2 dari kelas Yasen M, Perm alias Si Keriting, diresmikan Presiden Rusia Vladimir Putin. Berbobot hampir 10.000 ton, kapal selam itu bisa membawa rudal yang dapat melaju sampai sembilan kali kecepatan suara.

Putin meresmikan Perm atau ”Si Keriting” dan meninjau ”kakaknya”, Arkhangelsk atau ”Malaikat Agung”, di Murmansk, Rusia, pada Kamis (27/3/2025). Pelabuhan dekat kutub utara itu sering beku, cocok untuk Arkhangels dan Perm. ”Dengan ini saya meresmikan beroperasinya kapal,” kata Putin.

Perm dan Arkhangelsk sama-sama bisa meluncurkan Zircon, rudal hipersonik Rusia. Putin mengklaim, belum ada satu pun senjata penangkal bisa menangkis Zircon.

Rusia mengklaim, Zircon bisa tepat sasaran pada target hingga 900 kilometer. Karena kecepatan dan kemampuan manuvernya, secara teoretis, senjata hipersonik susah ditangkal. Senjata hipersonik bergerak cepat dan tidak mengikuti aturan balistik. Padahal, beragam pencegat serangan udara mengikuti aturan balistik.

Dampaknya, kini secara teoretis, senjata hipersonik nyaris mustahil dicegat. Kalaupun bisa dihancurkan, energi kinetik dari gerak laju membuat puing senjata hipersonik tetap bisa menembus baja.

<p>Infografik Senjata Hipersonik AFP</p>

Nama kota

Perm dan Arkhangelsk sama-sama diambil dari nama salah satu kota di Rusia. Kapal-kapal termasuk kelas Yasen, seri kapal selam Rusia yang digerakkan dengan tenaga nuklir dan bisa meluncurkan rudal nuklir.

Pada 2019, salah seorang panglima perang Amerika Serikat menyebut kapal-kapal Yasen sulit dideteksi. Komentar itu disampaikan untuk Severodvinsk, kapal pertama dari kelas Yasen dan beroperasi penuh sejak 2014.

Kapal-kapal Yasen merupakan kapal selam serbu paling mutakhir milik Rusia. Kapal itu dilengkapi kemampuan siluman. Seri awal Yasen bisa meluncurkan rudal andalan Rusia, Kalibr dan Oniks. Seri lanjutan seperti Arkhangelsk dan Perm bisa meluncurkan Zircon.

Perm dan Arkhangelsk sama-sama dibuat di galangan Sevmash, Murmansk. Galangan itu dekat perbatasan Rusia-Finlandia.

Russia Putin

Arkhangelsk dan Perm bagian dari rencana Rusia untuk lebih berdaya di Samudra Arktika. Samudra itu menjadi alternatif akses Rusia menuju Afrika. Sayangnya, dari Rusia ke Afrika, ada deretan negara yang bermusuhan dengan Rusia, mulai dari Finlandia sampai Inggris, lalu Spanyol.

Bergerak senyap di Arktika membuat Rusia bisa mendekati Kanada dan pesisir utara Eropa tanpa terdeteksi. Kesenyapan itu, seperti disebut Laksamana (Purn) James Foggo dari Angkatan Laut AS, menjadi keunggulan penting Yasen.

Reaktor nuklir pada mesin OK-650 KPM sebagai sumber tenaga membuat Perm dan Arkhangelsk bisa menyelam hingga 600 meter di bawah permukaan laut. Daya 43.000 tenaga kuda dari OK-650 KPM membuat Arkhangelsk bisa melaju sampai 35 knot, setara 60 kilometer per jam kecepatan di darat.

Dibangun berdasarkan rancangan awal era Perang Dingin, Yasen berbobot 6.500 ton. Saat menyelam, karena ada tambahan berat di balast, bobot Arkhangelsk bisa mendekati 14.000 ton.

Bobot itu membuat Arkhangelsk disebut ”Kapal Selam Monster”. Kapal monster tersebut bisa bertahan sampai tiga bulan di bawah laut yang tertutup es.

Yasen memang dilengkapi sejumlah teknologi yang tak dimiliki kapal selam lain. Teknologinya dirancang mampu bertahan di dingin ekstrem di bawah Samudra Arktika.

This photograph taken on January 16, 2024 shows partly covered in snow wreckage of intercepted missiles, that includes Tochka-U and Kalibr missiles, launched at Ukraine, at Kyiv Scientific Research Institute of Forensic Expertise, in Kyiv, amid the Russian invasion of Ukraine. At a research facility in Kyiv, forensic experts pour over the wreckage of missiles, working to confirm that despite unprecedented sanctions, Russia is still using imported components to attack Ukraine. The courtyard of the Kyiv Scientific Research Institute of Forensic Expertise holds dozens of missiles, shells and drones, covered in a dusting of snow. (Photo by Roman PILIPEY / AFP)

Bobot kapal-kapal Yasen antara lain karena mengangkut rudal Oniks yang bobot per unit bisa 7 ton. Setiap Yasen disebut bisa mengangkut sampai 32 Oniks atau 40 Kalibr. Selain peluncur vertikal untuk menembakkan rudal, kapal-kapal Yasen dilengkapi sampai 10 tabung peluncur torpedo.

Yasen-M disebut punya lebih banyak instrumen otomatis dibandingkan Yasen. Karena itu, awak Yasen-M lebih sedikit daripada Yasen, 64 dibanding 85 orang.

Perm dan Arkhangelsk disebut sebagai pemburu kapal selam. Kesenyapannya menjadi modal penting sebagai pemburu. Perm dan Arkhangelsk bisa membawa mimpi buruk pada Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Selama perang Ukraina, Rusia berulang kali menunjukkan kemampuan Kalibr. Sementara Zircon belum pernah diuji di medan laga. Meski demikian, tak berarti bisa diremehkan.

Armada laut NATO bisa lumpuh karena dicegat diam-diam oleh Perm atau Arkhangelsk. Kemampuan beroperasi di bawah lapisan es membuat Perm atau Arkhangelsk bisa memutus jalur logistik NATO di sekitar Arktika.

Negara-negara pembentuk NATO pernah merasakan derita jalur logistik diputus kapal selam. Hal itu terjadi selama Perang Dunia II oleh kapal selam Jerman dan Jepang.

In this pool photograph distributed by the Russian state agency Sputnik, Russia's President Vladimir Putin attends a video-linked ceremony to launch the Project 885M Yasen-M nuclear-powered submarine Perm, in the Arctic Circle port city of Murmansk on March 27, 2025. (Photo by Gavriil Grigorov / POOL / AFP)

Penggentar strategis

Komandan Arkhangelsk, Kolonel Laut Senior Alexander Gladkov, mengatakan, para ABK sudah berlatih transfer antarpangkalan. Hasilnya dinilai sempurna dan siap diterapkan dalam misi.

Kepala Staf AL Rusia Laksamana Alexander Moiseyev meresmikan penggabungan Arkhangelsk ke AL Rusia, pada 27 Desember 2024. Kapal itu ditugaskan ke Armada Utara.

Armada Utara Rusia berpangkalan di Severomorsk di utara kota Murmansk yang beroperasi di Laut Arktik, Laut Barents, dan Laut Kara. Tugas utamanya adalah menjaga perbatasan utara Rusia terlebih menyikapi dinamika geopolitik melibatkan NATO dan juga perkembangan situasi di Ukraina. Lokasi Severomorsk ke laut lepas berjarak sekitar 30 kilometer.

Tugas utama Arkhangelsk adalah penggentar strategis, antikapal selam (ASW), proyeksi kekuatan, dan Operasi Artik. Terdapat alur laut strategis seperti selat antara Eslandia-Greenland dan selat antara Eslandia-Kepulauan Faroe dan Skotlandia.

Keberadaan Arkhangelsk dan kapal sejenis selain fungsi penggentar dan proyeksi kekuatan juga dapat menjamin kemampuan penyintas dalam skenario nuklir untuk melancarkan serangan balasan karena mampu membawa rudal nuklir.

Kawasan Arktik kini semakin diperebutkan seiring dengan fenomena pemanasan global yang mengakibatkan es di Kutub Utara dan Selatan mencair. Pencairan itu membuka alur-alur pelayaran dan peluang mengeksploitasi sumber daya minyak-gas dan mineral.

In this pool photograph distributed by the Russian state agency Sputnik, sailors attend a video-linked ceremony to launch the Project 885M Yasen-M nuclear-powered submarine Perm led by Russian President, in the Arctic Circle port city of Murmansk on March 27, 2025. (Photo by Gavriil Grigorov / POOL / AFP)

Rusia mengajukan klaim atas sebagian landas Arktika dan memasang armada kapal selamnya untuk mengukuhkan klaim tersebut. Jalur laut di utara Rusia itu juga mempersingkat waktu pelayaran dari wilayah Rusia di Eropa ke Asia hingga dua pekan dengan menghindari pelayaran melalui Laut Tengah dan Terusan Suez.

Nilai strategis kawasan Arktik mendorong bertambahnya kehadiran militer Rusia dan NATO, terutama dari AS, Kanada, dan Norwegia. Kondisi itu membuka peluang kerja sama dan sekaligus konfrontasi terbuka.

Masyarakat internasional sepakat untuk mendorong kerja sama ilmiah di kawasan Arktika. Pada saat sama terjadi perlombaan senjata di wilayah yang sama. Dalam hal ini keberadaan kapal selam Arkhangelsk menjadi bagian dari strategi Rusia di Arktik untuk menjaga kepentingan ekonomi, daya gentar strategis, sekaligus kehadiran aset militer di tengah pesatnya perkembangan geopolitik. (AFP/AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Iwan Santosa
 | 

Editor:

Kris Mada