Amerika Serikat mengenalkan F-47 sebagai wujud kedigdayaan baru di angkasa. Sebelum itu, AS mengenalkan B-21 Lancer.
24 Mar 2025 17:00 WIB · Internasional
1. Apa kemampuan F-47
2 Apa pesawat baru AS lainnya
3. Senjata saingan dari China
4. Apa rencana lain China
Amerika Serikat mengumumkan F-47 sebagai pengganti F-22 Raptor. Jet F-47 disebut sebagai wujud dari program Dominasi Udara Generasi Lanjut (NGAD).
Jet program NGAD disebut akan menjalankan misi pencegatan udara. Selain itu, jet akan dilengkapi kemampuan tempur udara serta serangan darat.
Jet akan dilengkapi dengan peningkatan kemampuan bertahan dan beradaptasi. Selain itu, jet disebut akan lebih mudah diintegrasikan dalam sistem pertahanan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/04/07/79032cba-d6b9-4c66-945a-b458380f86dc.jpg)
USAF berencana membeli 200 jet tempur NGAD dan 1.000 jet nirawak pendamping (collaborative combat aircraft/CCA). Direncanakan setiap jet tempur NGAD akan didampingi dua jet CCA. Jet CCA juga direncanakan akan mendampingi hingga 300 F-35, jet tempur generasi kelima yang dikembangkan AS bersama sejumlah sekutunya.
Sampai 2028, program NGAD disebut akan menghabiskan hingga 16 miliar dollar AS. Dana itu untuk penelitian, pengembangan, pengujian, hingga evaluasi. Pada 2023-2024, AU AS meminta total 4 miliar dollar AS untuk program NGAD.
Untuk pertama kali sejak 1988, Amerika Serikat kembali mengungkap keberadaan pesawat pengebom siluman baru. Dikembangkan Northrop Grumman untuk Angkatan Udara AS, pesawat B-21 Raider disebut lebih canggih dibandingkan jet tempur F-35, mampu membawa senjata-senjata nuklir dan konvensional, serta dirancang bisa terbang tanpa awak.
B-21 Raider dikembangkan dengan sistem terbuka. Dengan demikian, peningkatan di masa depan tetap bisa dilakukan pada pesawat lama. Terobosan itu disebut akan menghemat biaya perawatan dan pengembangan sekaligus melebarkan kemungkinan pengembangan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/12/03/07661830-e1c3-41ec-89d4-acc75e55dbe2.jpg)
AU AS menyiapkan sejumlah pangkalan udara (lanud) sebagai markas pesawat itu. Lanud Ellsworth di Dakota Selatan akan jadi markas pertama. Hangar B-21 sudah mulai dibangun di lanud itu. AU AS juga menyiapkan Lanud Whiteman di Missouri dan Lanud Dyess di Texas sebagai calon pangkalan tambahan untuk B-21.
AU AS menyiapkan sejumlah pangkalan udara (lanud) sebagai markas pesawat itu. Lanud Ellsworth di Dakota Selatan akan jadi markas pertama. Hangar B-21 sudah mulai dibangun di lanud itu. AU AS juga menyiapkan Lanud Whiteman di Missouri dan Lanud Dyess di Texas sebagai calon pangkalan tambahan untuk B-21.
Menjelang tutup tahun, China memamerkan purwarupa persenjataan terbaru. China sengaja menunjukkan dua pesawat yang tampaknya baru dan canggih saat siang hari dan ini belum pernah dilakukan sebelumnya.
Dugaan ini muncul saat beredar secara daring video dan foto buram yang menunjukkan dua pesawat militer China berkarakter siluman, Jumat (27/12/2024). Kedua pesawat yang sedang terbang di atas wilayah Chengdu itu diduga pesawat paling canggih milik China.
Dengan anggaran 230 miliar dollar AS, China disebut akan meluncurkan kapal induk ketiga. Kini, China sudah punya dua kapal induk yang secara bergantian beroperasi di Laut China Selatan.
Beijing juga disebut akan memacu produksi jet tempur J-20 yang dituding sejumlah pihak sebagai tiruan F-22 dan F-35. China disebut sudah punya 150 J-20 yang dibuat bertahap sejak 2009. International Institute of Strategic Studies (IISS) dan Stockholm International for Peace Research Institute (SIPRI) menyebut, China punya total 2.100 jet tempur buatan Rusia dan domestik.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2021/11/23/94a59a18-700d-4b18-944d-9d315529be37.jpg)
Sebagian jet buatan China dikembangkan dari Sukhoi buatan Rusia. Kebanyakan jet tempur hingga helikopter China kini buatan dalam negeri.
Beijing juga membuat beragam kelas kapal perang. Kapal perang terbaru China adalah Hainan yang dirancang sebagai kapal serbu pendarat sekaligus pengangkut helikopter. Mulai dioperasikan sejak April 2021, Hainan telah dipakai latihan oleh Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) beberapa bulan terakhir.
Penulis:
Iwan SantosaEditor:
Kris MadaPenyelaras Bahasa:
Nur Adji