Robi Syianturi dan banyak pemburu rekor di belahan dunia lain sudah membuktikan tuah dari Valencia Marathon. Pendaftaran untuk lomba edisi 2025 di sana sudah mulai dibuka.
10 Des 2024 07:15 WIB · Olahraga
Bagi para pemburu catatan waktu, ada tiga lomba lari maraton yang wajib dikujungi, yaitu Berlin Marathon, Chicago Marathon, dan Valencia Marathon. Sudah terbukti, dari tahun ke tahun, pelari akan pulang dengan senyum lebar ketika melihat waktu finis.
Valencia Marathon menjadi yang paling terbaru digelar, Minggu (1/12/2024). Robi Syianturi, pelari jarak jauh Indonesia, membuktikan sendiri tuah dari lomba tersebut. Dia kembali ke Tanah Air bersama rekor nasional baru kategori maraton dengan catatan 2 jam 17 menit 16 detik.
Rekornas milik mendiang Eduardus Nabunome (2 jam 19 menit 18 detik) yang sudah bertahan selama 27 tahun tumbang di Valencia. Uniknya, Robi lebih difokuskan berlatih nomor 5.000 meter dan 10.000 meter selama di pemusatan latihan nasional. Pemecahan rekor itu tidak diperkirakan.
Ternyata, bukan hanya Robi yang berjaya di level nasional pada hari itu. Total 11 pelari berhasil memecahkan rekornas negara masing-masing, mulai dari pelari putra asal Turki, Tadesse Abraham (2 jam 4 menit 40 detik), sampai pelari putra asal Uganda, Stella Chesang (2 jam 18 menit 26 detik).
Pelari Kenya, Sabastian Sawe, yang menjuarai kategori putra, paling istimewa. Dia langsung berjaya dalam debut di maraton dengan catatan waktu impresif, 2 jam 2 menit 5 detik. Sawe langsung masuk peringkat kelima pelari dengan waktu terbaik sepanjang masa.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/10/01/92a02bca-1c80-4d8d-be1a-b78e764f3c8b_jpg.jpg)
Sawe berkata, di sana, ia seperti terdorong untuk berlari lebih cepat. ”Pada bagian pertama lomba, saya merasa nyaman (dengan rute). Saya merasa bisa lebih baik dan ternyata benar. Saya semakin menekan diri pada separuh terakhir,” ujarnya, seperti dikutip situs resmi Valencia Marathon.
Ajang berpredikat ”platinum label”, level tertinggi dalam kategori lomba lari jalan raya versi WA, itu menawarkan rute impian para pelari, yaitu nyaris rata dari start sampai finis. Rentang minimal dan maksimal elevasi sangat dekat, 1-32 meter. Bandingkan dengan Boston Marathon yang mencapai 3-143 meter.
Cuaca bersahabat turut mendukung kenyamanan pelari. Lomba kemarin digelar pada hari pertama musim dingin. Suhu selama penyelenggaraan berkisar 12-17 derajat celsius. Cuaca terbilang sejuk, tidak terlalu panas ataupun dingin, yang sangat ideal untuk maraton.
Wajar jika catatan waktu dari Valencia Marathon memenuhi jajaran 10 rekor tercepat sepanjang masa. Terdapat tiga pelari di kategori putra dan dua pelari di kategori putri. Jumlah tersebut (5) merupakan yang terbanyak dibandingkan dengan ajang lain, bersanding dengan Chicago Marathon.
Walaupun baru selesai berlangsung pada awal bulan, Valencia Marathon sudah membuka pendaftaran untuk edisi selanjutnya yang akan digelar pada 7 Desember 2025. Pendaftaran untuk pelari yang terdaftar pada edisi 2024 sudah dibuka. Registrasi baru dibuka keseluruhan ke publik pada Rabu ini (11/12/2024).
Tidak seperti Boston Marathon, ajang tersebut tidak mensyaratkan kualifikasi waktu untuk para pendaftar. Kondisi itu cocok bagi seluruh kalangan, baik atlet maupun pelari rekreasional. Adapun biaya pendafataran 80-180 euro, tergantung urutan nomor bib.
Meskipun begitu, batas waktu menyelesaikan lomba atau cut off time perlu diperhatikan. Valencia Marathon hanya memberikan batas 5 jam 30 menit untuk sampai ke garis finis. Batas waktu itu terbilang cukup menyulitkan jika dibandingkan dengan ajang-ajang terbaik di dunia.
Valencia itu tempat magis, di mana hal-hal magis terjadi. Besarnya dukungan di sekitar sangat membantu.
Tokyo Marathon masih memberlakukan batas 7 jam, sementara Berlin Marathon dengan 6 jam 15 menit. Adapun menurut data yang dirilis Runhood Magazine, rerata waktu maraton pelari Indonesia pada 2024 adalah 5 jam 10 menit 19 detik atau sekitar 40 menit lebih lambat dibandingkan dengan rerata global.
Selain sisi kompetitif, ajang yang dibatasi untuk 35.000 pelari itu turut menawarkan pengalaman tidak terlupakan. Ratusan ribu penonton selalu meramaikan lomba di ratusan titik sepanjang rute.
Beberapa area ikonis akan dilewati, salah satunya kompleks Ciudad de las Artes y las Ciencias. Kompleks itu berisikan bangunan berarsitektur futuristik yang masuk dalam 12 ”harta karun” Spanyol.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/03/09/8a39ae3c-8081-42c4-bb32-dfed97d1a257_jpg.jpg)
Sara Hall, pelari Amerika Serikat yang finis di peringkat ke-10, menilai, Valencia Marathon merupakan salah satu lomba terbaik. ”Valencia itu tempat magis, di mana hal-hal magis terjadi. Besarnya dukungan di sekitar sangat membantu,” katanya dikutip dari situs lomba tersebut.
Jika Anda suka berburu catatan waktu, Valencia Marathon semestinya masuk dalam daftar lomba yang wajib dikunjungi. Kapan lagi bisa memperbaiki rekor pribadi sekaligus menjadi saksi kemunculan para pelari tercepat di bumi?
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra