POLITIK

Mengurai Target Jokowi Saat ”Turun Gelanggang” untuk PSI

Joko Widodo turun gelanggang dalam Rakernas PSI di Makassar. Ia menginginkan PSI lolos ke Senayan pada 2029 dan membidik target utama lainnya.

31 Jan 2026 14:59 WIB · Politik & Hukum

KOMPAS/SAIFUL RIJAL YUNUS

Oleh Saiful Rijal Yunus

Dalam Rapat Kerja Nasional Partai Solidaritas Indonesia, Joko Widodo datang dan berpidato berapi-api di hadapan ribuan pendukung. Berkali-kali ia berteriak masih sanggup datang dan menumbuhkan partai berlambang gajah tersebut. Selain tembus ke Senayan, ia memastikan memiliki target utama untuk partai ini.

Memakai passapu—ikat kepala khas Makassar— berwarna hitam, Joko Widodo berpidato di depan ribuan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026).

Kedatangannya disambut riuh para peserta yang tidak henti meneriakkan nama Presiden ke-7 RI ini. Di barisan paling depan, putra bungsunya, Kaesang Pangarep, duduk takzim mendengarkan arahan ayahnya. Kaesang adalah Ketua Umum PSI.

Menurut Jokowi, partai ini harus memperkuat jaringan daring dan luring. Di jagat maya, ia menyebut partai harus menyapa netizen dan memperbesar jangkauan.

Sementara itu, yang tidak kalah penting adalah jaringan luring atau langsung bertemu dengan masyarakat.

”Kita perlu mesin besar karena target PSI adalah target besar. Targetnya tinggi, maka mesinnya harus besar,” ucap Jokowi, yang tumbuh besar bersama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Struktur kepengurusan partai, lanjutnya, tidak bisa hanya sampai di tingkat provinsi, tetapi juga harus sampai ke desa, bahkan tingkat RT/RW. Sebab, menurut dia, kekuatan partai terletak pada struktur yang kuat.

Oleh karena itu, ia menyanggupi datang ke wilayah-wilayah di Indonesia. Tidak hanya di pusat provinsi, tetapi sampai kecamatan.

”Kita punya 38 provinsi, saya masih sanggup,” teriaknya, yang disambut gemuruh para kader. Ia melanjutkan, ”Saudara bekerja keras untuk PSI, saya pun bekerja keras untuk PSI. Negara ini perlu politik untuk kebaikan.”

Dalam sesi tanya jawab, Jokowi menuturkan, mesin partai sangat penting. Mulai dari tingkat desa hingga bawah. Ia memastikan target ini bisa selesai pada akhir 2026 mendatang.

Jokowi mengatakan, ia datang sebagai motivator. Sebab, partai yang diisi anak muda ini butuh semangat.

Pernyataan bahwa ia terus sanggup, tambahnya, merupakan pesan untuk seluruh jajaran pengurus agar bekerja keras dan mati-matian. Hal itu dilakukan untuk partai dan nantinya bagi rakyat.

”Kalau saya lihat, dengan struktur yang ada, targetnya masuk ke Senayan. Insya allah. Tapi, targetnya bukan itu,” katanya. Saat ditanya lebih lanjut terkait target yang ia maksud, ia hanya tertawa.

Joko Widodo bertemu dengan para kader PSI dalam rakernas partai tersebut di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026). Ia menargetkan partai ini lolos ke Senayan pada 2029.

Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni mengungkapkan, kehadiran Jokowi menjadi energi baru, memompa semangat, dan menebalkan keyakinan untuk meraih kursi dominan pada 2029.

Meski Jokowi secara formal belum masuk ke dalam struktur partai, pernyataannya cukup eksplisit mengundang para sukarelawan di seluruh Indonesia untuk ikut masuk ke partai.

”Meski secara legal formal belum masuk ke PSI, beliau telah mengimbau para pendukung dan simpatisan bergabung ke partai,” ucapnya.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Hasanuddin Sukri Tamma menjabarkan, kehadiran Jokowi dalam Rakernas PSI di Makassar menunjukkan posisi seorang politisi yang telah turun gelanggang secara langsung.

Jika sebelumnya mendukung malu-malu dan di belakang layar, kali ini Jokowi secara langsung memproklamasikan diri sebagai orang yang berada di barisan PSI.

Sanggup bertarung

Sebagai partai baru dan tidak lolos ke parlemen, PSI memerlukan daya tawar yang tinggi untuk tetap berada dalam episentrum politik.

Jokowi sebagai salah seorang tokoh politik yang kuat berharap agar efek tersebut bisa berdampak pada partai baru itu. Diharapkan daya tawar politik partai ke depan kian tinggi.

Presiden Prabowo Subianto (tengah) bersama Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (kiri), dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo saat meresmikan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (24/2/2025). Danantara adalah lembaga baru yang dirancang untuk mengelola aset negara secara strategis. Badan ini bertujuan untuk mengonsolidasikan aset-aset kekayaan negara, termasuk tujuh BUMN besar, serta aset yang dikelola oleh Indonesia Investment Authority (INA). Kompas/Hendra A Setyawan

Selama ini, tutur Sukri, Jokowi berada di kemudi belakang. Namun, situasi yang berubah membuatnya harus hadir secara utuh di partai politik.

PSI menjadi kendaraan utama sehubungan tidak ada parpol lain yang berpeluang ia masuki. Oleh karena itu, kehadirannya meski dalam kondisi kesehatan yang tidak seperti sebelumnya merupakan pernyataan lugas dalam dunia politik.

”Sebagai pesan ke internal bahwa ’saya hadir dan kita harus bekerja keras bersama’. Sementara untuk pihak luar, ini adalah statement bahwa Jokowi masih ada dan sanggup bertarung,” ujarnya.

Andi Luhur Prianto, analis politik yang juga Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah Makassar, menekankan, sejak awal Jokowi merupakan politisi dengan makna simbolik dalam setiap gerakan yang dibuatnya.

Kali ini, ia turun gelanggang sebagai bentuk deklarasi bahwa dia sama dengan mantan presiden lain yang memiliki partai dan poros kekuatan.

Deklarasi itu merupakan pesan kuat kepada para pendukung agar tetap bersatu dalam barisan. Sementara kepada koalisi pemerintahan yang ia dukung, agar jangan ditinggalkan, termasuk ”orang dekatnya”, terlebih kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming dan Kaesang, dua anaknya.

”Jokowi memang tidak se-powerful dahulu ketika berkuasa. Tapi, dia bisa merajut kekuatan baru di tengah dinamika yang terjadi. Apalagi, banyak yang bilang ’orang’ Jokowi dibidik dan terlibat kasus hukum. Namun, dia membesarkan diri sebagai political bargaining,” tuturnya.

Langkah yang telah ditempuh ini, tambah Luhur, menjadi batu pijakan awal untuk terus menancapkan pengaruh. Tujuan utamanya adalah PSI bisa menjadi poros kekuatan baru, ikut dalam dinamika politik, dan lolos ke Senayan pada 2029.

Terlebih lagi, dalam aturan baru, partai yang lolos parliamentary threshold bisa mengajukan calon presiden. Dalam hal ini, PSI tentu akan mendorong Gibran sebagai capres kuat.

”Terpenting, ini merupakan dinamika baru dalam politik. Di mana mantan presiden menguatkan kekuatan parpol untuk melanjutkan kekuasaan. Jika SBY dan Prabowo membuat partai untuk berkuasa, maka Jokowi membesarkan partai untuk membentengi kekuasaan yang telah ia rengkuh,” katanya.

Joko Widodo memberikan arahan kepada ribuan kader PSI dalam rakernas partai tersebut di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026). Ia, antara lain, menargetkan partai ini bisa lolos ke Senayan pada 2029

Kerabat Kerja

Penulis:

Saiful Rijal Yunus
 | 

Editor:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti