Pengelola Koloseum Roma akan membuka lorong rahasia bagi publik pada akhir bulan ini. Pembukaan itu akan memberikan pengalaman baru bagi pengunjung.
10 Okt 2025 14:30 WIB · Internasional
Siapa yang tidak mengenal Koloseum Roma, bangunan bersejarah nan megah untuk permainan gladiator dari zaman Kekaisaran Romawi? Mulai akhir bulan ini, pengelola koloseum akan memberikan pengalaman baru bagi para pengunjung bangunan terkenal itu.
Seperti apakah pengalaman baru itu? Untuk pertama kalinya dalam hampir 2.000 tahun, pengunjung Koloseum Roma akan berkesempatan untuk berjalan melalui lorong kekaisaran yang tersembunyi. Lorong rahasia ini dikenal sebagai ”Lorong Commodus” dan ditemukan pertama kali pada 1810-an.
Nama lorong tersebut disesuaikan dengan nama Kaisar Commodus, yang memerintah sendirian antara tahun 180 Masehi dan 192 Masehi. Commodus dikenal sangat antusias dengan permainan gladiator. Sejarah mencatat, ketika ia melewati terowongan tersebut, seseorang mencoba membunuhnya, tetapi gagal.
The Associated Press, Jumat (10/10/2025), memberitakan, pengunjung akan bisa menikmati lorong rahasia itu mulai 27 Oktober 2025. Pembukaan lorong dilakukan seiring selesainya restorasi tahap awal. Pembukaan ini sekaligus menandai tonggak sejarah yang luar biasa dalam pelestarian dan akses arkeologi.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/10/73d0e447-996a-4a3c-b67d-7abc7a15a0b0_jpg.jpg)
Saat ditemukan, para arkeolog mendapati sisa-sisa elemen dekoratif yang berkaitan langsung dengan pertunjukan arena, termasuk penggambaran perburuan babi hutan, pertarungan beruang, dan pertunjukan akrobatik, di pintu masuk lorong. Para arkeolog mencatat, elemen-elemen artistik itu memberikan awal yang pas untuk hiburan brutal yang menanti di baliknya.
Koridor ini berbentuk seperti huruf S dan berlanjut ke luar arena koloseum. Akan tetapi, tujuan akhir lorong ini belum pasti.
Restorasi lorong dilakukan pada Oktober 2024 hingga September 2025. Proses restorasi meliputi konservasi struktural, restorasi plesteran dan plester dekoratif, serta pemasangan jalur pejalan kaki baru.
Adapun sistem pencahayaan baru menciptakan kembali cahaya alami yang pernah disaring melalui celah-celah kecil. Adapun rekonstruksi digital membantu pengunjung memvisualisasikan tampilan asli lorong tersebut.
”Pengunjung kini dapat merasakan bagaimana menjadi seorang kaisar yang memasuki arena,” kata Barbara Nazzaro, arsitek yang mengawasi pekerjaan restorasi.
”Dengan sedikit imajinasi dan bantuan rekonstruksi virtual, mereka dapat mengagumi dekorasi, plesteran, fresko, dan marmer yang melapisi dinding,” ujar Nazzaro.
Setelah restorasi pertama tuntas, pengelola merencanakan proyek restorasi kedua akan dimulai pada awal 2026. Restorasi akan dilakukan pada bagian terowongan yang memanjang melampaui batas koloseum.
Anda tertarik menikmati menjadi Kaisar Romawi? Datanglah ke koloseum!
(AP)
Penulis:
Helena Fransisca NababanEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
Nur Adji