Desak dan Berthdigna berada di posisi menguntungkan dalam putaran final yang berlangsung pada Rabu besok. Itu dihasilkan dari penampilan menjanjikan di kualifikasi.
29 Sep 2026 16:04 WIB · Olahraga
Fakhri Al Irham
NAGOYA, SELASA — Walaupun belum jadi yang terbaik di kualifikasi, dua pemanjat tebing putri Indonesia, Desa Made Rita Kusuma Dewi dan Berthdigna Devi Surya Kusuma, berhasil melaju ke putaran final dengan catatan waktu meyakinkan. Positifnya lagi, mereka tidak akan saling bertemu di perempat final.
Desak dan Berthdigna lolos dengan menempati posisi lima besar dalam kualifikasi nomor speed 4 Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Portmesse Nagoya Exhibition Hall 1, Nagoya, Jepang, Selasa (29/9/2026). Desak mencatatkan waktu 6,29 detik (peringkat ketiga), sementara Berthdigna dengan 6,49 detik (peringkat kelima).
Asian Games edisi kali ini menggunakan format berbeda dibandingkan sebelumnya. Dengan format speed 4, lomba menggunakan empat jalur pemanjatan dan bukan dua jalur lagi. Desak dan Berthdigna pun harus menjalani empat pemanjatan di empat jalur berbeda saat kualifikasi.
Saat pertama kali saya maju ke dinding panjat, saya merasa sangat, sangat gugup. Saya tidak tahu mengapa. Rasanya sama seperti saat Olimpiade Paris (2024).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/29/1b83827c405f3b299e3c9587622cc0fd-20260929_NOC_AG26_FAI_Sport_Climbing_Women_s_Speed_4_Qualification_Desak_Made_R_K_Result_6.29_Dan_Berthdigna_Devi_Surya_Result_6.49_Portmesse_Nagoya_Exhibition_Hall_1._46.jpg)
Desak masing-masing finis dengan catatan 6,29 detik (jalur A), 7,12 detik (B), false start (C), dan 6,41 detik (D). Meskipun tidak lebih cepat dari Desak, Berthdigna terbilang konsisten dengan catatan 6,59 detik; 6,49 detik; 6,58 detik; dan 6,74 detik. Adapun catatan waktu terbaik masing-masing pemanjat diambil untuk penentuan peringkat.
Desak merupakan unggulan teratas di speed putri. Pemanjat 25 tahun itu berstatus pemegang rekor Asia dengan catatan 6,07 detik. Di kualifikasi, dia masih kalah cepat dari dua posisi teratas, yaitu wakil China, Deng Lijuan (6,23 detik), dan wakil Korea Selatan, Jeong Jimin (6,25 detik).
Meskipun begitu, catatan kualifikasi tidak bisa dijadikan patokan mutlak untuk peta persaingan di putaran final. Sebenarnya Desak bisa saja mencatatkan waktu di bawah 6,2 detik ketika tampil di Jalur C, tetapi dia terkena false start.
”Saat pertama kali saya maju ke dinding panjat, saya merasa sangat, sangat gugup. Saya tidak tahu mengapa. Rasanya sama seperti saat Olimpiade Paris (2024). Penonton memadati arena dan itu membuat saya sangat gugup. Saya berharap bisa tampil lebih baik di babak final,” kata Desak.
Hal terpenting dari babak kualifikasi adalah penentuan posisi. Peringkat pemanjat di kualifikasi akan menentukan calon lawan mereka di perempat final. Contohnya, peringkat pertama akan bertemu dengan posisi ke-8, ke-9, dan ke-16. Adapun sebanyak 16 dari 17 peserta berhak lolos ke babak selanjutnya.
Dengan berada di peringkat tadi, Desak dan Berthdigna berhasil menghindari pertemuan dengan pesaing terberat. Beruntungnya lagi, mereka juga tidak akan saling bertemu di perempat final. Keduanya berada di jalur yang berbeda untuk mencapai partai puncak.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/29/6fa3c052d1df1a344555add7744e737e-20260929_NOC_AG26_FAI_Sport_Climbing_Women_s_Speed_4_Qualification_Desak_Made_R_K_Result_6.29_Dan_Berthdigna_Devi_Surya_Result_6.49_Portmesse_Nagoya_Exhibition_Hall_1._25.jpg)
Perempat final hingga final akan digelar di tempat yang sama pada Rabu malam. Desak akan memulai perjalanan di perempat final dengan menghadapi Tamara Ulzhabayeva (Kazakhstan), Sung Hanareum (Korsel), dan Jeanette Frances Koh (Singapura). Sung menjadi pesaing terdekat dengan catatan kualifikasi 6,84 detik.
Berthdigna, di peringkat kelima, masih harus menghadapi satu pemanjat dari posisi empat besar, yaitu wakil China, Zhou Yafei. Setelah itu, dia juga dinanti Eilin Tan (Singapura) dan Adeliya Utesheva (Kazakhstan). Adapun catatan terbaik Eilin dan Adeliya masih berada di atas 7 detik.
Di format empat jalur, jumlah pesaing memang bertambah saat babak gugur. Setiap pemanjat harus menghadapi tiga pemanjat lain, tidak lagi head to head seperti sebelumnya. Namun, peserta yang berhak lolos juga bertambah menjadi dua. Berthdigna pun masih bisa lolos ke semifinal seandainya menempati peringkat kedua di perempat final.
Desak, peraih emas Asian Games Hangzhou 2022, kembali diandalkan untuk mempertahankan prestasinya. Soal ekspektasi itu, sang atlet asal Bali tidak merasa terbebani. ”Saya berharap bisa kembali meraih medali emas, tetapi fokus saya adalah pada penampilan dan pemanjatan yang baik,” ujarnya.
Di hari yang sama dengan final putri pada Rabu (30/9/2026), perjuangan tim Indonesia juga akan dimulai di speed 4 putra. Indonesia akan diwakili oleh peraih emas Olimpiade Paris, Veddriq Leonardo, dan pemanjat debutan, Aditya Tri Syahria. Kualifikasi putra akan berlangsung mulai pukul 10.30 WIB.
Penulis:
Kelvin Hianusa, Rebiyyah SalasahEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan