Tahun ini, ada empat rombongan belajar jenjang SMA atau sekitar 100 siswa yang akan dididik di sekolah rakyat.
12 Mei 2025 18:41 WIB · Nusantara
BANDAR LAMPUNG, KOMPAS - Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau kesiapan fasilitas dan mengunjungi calon siswa sekolah rakyat di Lampung, Senin (12/4/2025). Meski waktunya tinggal dua bulan lagi, pemerintah optimistis bisa segera menyelenggarakan sekolah rakyat pada tahun ajaran 2025/2026.
Lokasi yang akan dijadikan sekolah rakyat di Lampung adalah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Lampung. Tempat itu ada di Desa Hajimena, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung.
Lokasi itu dilengkapi sejumlah fasilitas. Selain ruang kelas, ada juga kamar atau asrama sebanyak 80 unit, aula pertemuan, ruang praktikum, hingga tempat ibadah.
“Hari ini kami meninjau langsung calon tempat penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Lampung untuk tahun ajaran 2025/2026,” kata Saifullah.
Menurut dia, Kementerian Pekerjaan Umum akan memeriksa kelayakan gedung dan fasilitas yang ada di BPSDM. Selain menyiapkan fasilitas sekolah rakyat, pemerintah juga tengah menyeleksi calon siswa dan guru yang akan terlibat dalam program tersebut.
Seluruh calon siswa sekolah rakyat harus masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Calon siswa juga mesti masuk dalam desil 1 atau kelompok rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah atau miskin ekstrem.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/12/f0e457ba0389859d72b900695a76de08-IMG20250512103038.jpg)
Selain harus menjalani proses administrasi dan survei lapangan, calon siswa juga harus menjalani tes kesehatan. Selanjutnya, mereka baru akan ditetapkan secara resmi sebagai siswa sekolah rakyat.
Meski waktunya tinggal dua bulan lagi, pemerintah optimistis dapat menyelenggarakan program sekolah rakyat di Lampung. Pembelajaran di sekolah rakyat di Lampung akan dimulai pada Juli 2025. Adapun kurikulum pendidikan sekolah rakyat disusun Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Secara nasional, saat ini, sudah ada 65 titik yang siap menyelenggarakan program sekolah rakyat. Sekolah rakyat yang disiapkan dibuka tahun ini, mulai dari jenjang SD, SMP, dan SMA.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/12/3dfe7fb71b379eb040e1572acd93c5df-IMG20250512111818.jpg)
Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan, pemerintah daerah mengusulkan BPSDM Lampung sebagai lokasi penyelenggaraan sekolah rakyat untuk tahun angkatan pertama. Tahun ini, ada empat rombongan belajar jenjang SMA atau sekitar 100 siswa yang akan dididik di sekolah rakyat.
Jihan menambahkan, Pemprov Lampung juga sudah menyiapkan lahan kosong seluas 10 hektar di kawasan Kota Baru, Lampung Selatan, untuk pembangunan fasilitas sekolah rakyat. Upaya tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap Program Nasional Sekolah Rakyat yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Selain meninjau kesiapan fasilitas sekolah rakyat, Saifullah juga mengunjungi beberapa rumah calon siswa sekolah rakyat di Bandar Lampung. Selain melihat langsung kondisi tempat tinggal calon siswa, Saifullah juga berbincang dengan calon siswa dan keluarganya.
Beberapa calon siswa sekolah rakyat di Bandar Lampung adalah warga yang tinggal di permukiman padat penduduk di Kelurahan Gunung Sulah, Kecamatan Way Halim, Kota Bandar Lampung. Mereka berasal dari keluarga miskin ekstrem yang tinggal di rumah nonpermanen.
Saifullah menyampaikan, pemerintah juga berencana mempersiapkan program rumah layak huni bagi keluarga siswa sekolah rakyat. Lewat program itu, tidak hanya anak-anak dari keluarga miskin yang dapat memperbaiki kehidupan. Keluarga mereka juga diharapkan bisa mendapat tempat tinggal yang layak huni.
Dalam jangka panjang, pemerintah juga akan mengupayakan beasiswa pendidikan bagi siswa yang sudah lulus dan ingin melanjutkan pendidikan hingga jenjang pendidikan tinggi. Sementara siswa yang ingin langsung bekerja setelah lulus SMA juga akan diupayakan untuk mendapat lapangan pekerjaan sesuai keahliannya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/12/f0214bba870b6e56d8d2fb7df09d8d0c-IMG20250512110553.jpg)
Orang tua salah satu calon siswa sekolah rakyat, Vera Oktavia (35) mengatakan, bersyukur anaknya bisa mendapat tawaran menjadi siswa sekolah rakyat. Anaknya, Rizki Mubarok (15), tahun ini akan lulus dari SMP Negeri 44 Bandar Lampung.
Semula, Vera masih ragu apakah mampu membiayai pendidikan anaknya sampai jenjang SMA. Sehari-hari, suaminya hanya bekerja sebagai ojek daring. Sementara dia bekerja sebagai petugas kebersihan di salah satu mal di Bandar Lampung. Keluarga itu menyewa tanah dan membangun rumah nonpermanen di atasnya.
Penulis:
Vina OktaviaEditor:
Cornelius Helmy HerlambangPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase