Mental juara Persib Bandung belum sebaik musim lalu. Meraih hasil imbang melawan tim promosi, Persib membuang dua peluang penalti.
24 Agt 2025 19:47 WIB · Olahraga
BANDUNG, KOMPAS — Mental bertanding Persib Bandung belum setangguh musim lalu. Di pekan ketiga BRI Super League 2025/2026, Persib kembali gagal menang melawan tim promosi. Dalam laga itu, dua penalti yang didapatkan Persib bahkan gagal berbuah gol.
Dalam laga melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung Bantul, Minggu (24/8/2025), Persib bermain imbang, 1-1. Kemenangan di depan mata gugur setelah Persib gagal memanfaatkan dua peluang penalti. Penalti kedua terjadi di pengujung laga.
Setelah kalah dari Persijap Jepara di laga sebelumnya, Persib merubah susunan pemain mula. Tiga pemain utama, Beckham Putra, William Marcilio, dan Berguinho, tidak dimainkan di awal laga.
Sebagai gantinya, Febri Haryadi, Saddil Ramdani, dan Adam Alis giliran unjuk gigi. Luciano Guaycochea yang biasa bermain di tengah, ditempatkan tepat di belakang penyerang utama.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/24/d6611ab261f24dd19c8ce2c8f29ed544-large_adam_psim_sut_24082025_bb2faa26dd.jpg)
Strategi ini tidak berjalan mulus di awal babak pertama. PSIM Yogyakarta bermain serupa Persijap. Penjagaan ketat kepada setiap pemain lawan dilakukan.
Di tengah, gelandang bertahan ”Laskar Mataram” Rakhmatso Rakhmatzoda dan Ghulam Fatkhur jadi benteng kuat. Duet bek Yusaku Yamadera dan Ramon Mingo juga membuat penyerang Persib Uilliam Baros tidak berdaya.
Permainan Persib yang tidak berkembang itu dimanfaatkan lini serang PSIM. Dimotori Ze Valente dan Ezequiel Vidal, peluang bermunculan. Beruntung, ujung tombak Nermin Haljeta tidak cukup apik memanfaatkannya menjadi gol.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/23/50338c163cdc206a040e4979f314f425-large_persib_bobotoh_manila_bar_98a943c0a3.jpg)
Akan tetapi, di pertengahan babak pertama, angin mulai berubah. Persib tidak lagi menumpukan serangan cepat di sayap.
Ketika permainan kapten Marc Klok tidak terlalu berkembang, peran Adam Alis, vital memompa percaya diri pemain Persib memainkan umpan pendek dari kaki ke kaki.
Hal itu berhasil merusak garis pertahanan ketat PSIM. Peluang lantas muncul dari Frans Putros dan Saddil Ramdani. Namun, tetap saja tidak ada gol selama paruh pertama.
Babak kedua, Persib langsung mengganti pemain. Saddil yang sudah menerima satu kartu kuning diganti Marcilio. Namun, kehadiran eks Arema FC itu tidak lantas membuat Persib mampu mengembangkan permainan.
Sebaliknya, PSIM yang mengalahkan tim kuat Persebaya Surabaya di laga perdana justru kian bersemangat. Umpan terobosan bagi Haljeta dilepaskan kian deras.
Hal itu berhasil membuahkan penalti di menit ke-63. Bek Julio Cesar dituding menjatuhkan Haljeta di dalam kotak penalti. Ze Valente yang ditunjuk menjadi penendang penalti berhasil menjalankan tugasnya.
Persib sebenarnya juga sempat mendapat keuntungan saat wasit menunjuk titik putih di menit ke-70. Bek Reva Adi dianggap handsball.
Namun, Baros terlalu gugup menjadi eksekutornya. Tendangannya melambung tinggi di atas mistar gawang.
Gagal memanfaatkan penalti Persib masih berusaha mencuri gol. Hingga akhirnya peluang itu datang juga. Umpan Pemain pengganti Ramon Souza dimanfaatkan menjadi gol oleh tandukan bek Patricio Matricardi di menit ke-96.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/08/5e656570ded4d5b5fadee25b5de4aa18-20250808BAH18.jpg)
Haus kemenangan, Persib kembali meningkatkan serangan. Hal itu membuat lini belakang PSIM panik.
Yusaku yang bermain baik di sepanjang laga justru membuat kesalahan menjelang laga usai. Hal itu memicu pelanggaran yang dilakukan Reva Adi pada Frans Putros di dalam kotak penalti.
Hanya, mental Persib memang belum sebaik musim lalu. Hadiah penalti itu kembali tidak berbuah gol.
Kali ini, Marc Klok yang ditunjuk menjadi eksekutor gagal menjalankan perannya. Tendangan Klok berhasil dihalau kiper PSIM, Cahya Supriadi.
Pelatih Persib Bojan Hodak kehabisan kata saat timnya gagal memanfaatkan dua penalti dalam satu laga. Hal itu, kata Hodak, menunjukkan pentingnya perbaikan di lini depan untuk laga-laga selanjutnya.
”Baros adalah yang terbaik saat latihan penalti. Selain itu, tidak mudah juga menghadapi tekanan saat penalti menjelang laga berakhir. Kami butuh perbaikan,” katanya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/23/1a0632ffea62a56d67741c725706f681-large_bojan_psim_preskon_sut_23082025_0ad87b8b53.jpg)
Akan tetapi, ia tetap mengapresiasi saat timnya bisa kembali bangkit setelah tertinggal satu gol. Hal itu sedikit banyak mirip dengan yang dilakukan Persib musim lalu.
”Hanya, hasil akhir masih belum ideal,” kata Hodak.
Pencetak gol tunggal Persib, Patricio Matricardi, mengatakan, mampu bangkit setelah tertinggal dalam laga ini bisa menjadi modal timnya untuk laga selanjutnya. Namun, ia menekankan butuh kerja keras agar kelak dapat meraih hasil terbaik.
Penulis:
Cornelius Helmy HerlambangEditor:
Cornelius Helmy HerlambangPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase