Iga Swiatek dan Elina Svitolina mengatasi laga sulit pada babak keempat Perancis Terbuka. Mereka akan bertemu pada perempat final.
01 Jun 2025 23:41 WIB · Olahraga
PARIS, MINGGU – Dua pertandingan babak keempat tunggal putri Perancis Terbuka memperlihatkan daya juang besar pada pemenangnya. Mental pejuang itu diperlihatkan Iga Swiatek dan Elina Svitolina yang membuat mereka lolos ke perempat final meski sempat berada di ambang kekalahan.
Swiatek berjuang selama dua jam 30 menit saat berhadapan dengan Elena Rybakina di Lapangan Philippe Chatrier, Roland Garros, Paris, Perancis, Minggu (1/6/2025). Gelar juara dalam tiga kali Perancis Terbuka terakhir hampir berpindah tangan dari tangan Swiatek saat dia kehilangan set pertama dengan mudah, lalu tertinggal pada set kedua. Dalam momentum permainan yang selalu berpindah di antara dua pemain, Swiatek akhirnya merebut set penentuan dan menang dengan skor 1-6, 6-3, 7-5.
Pada pertandingan sebelumnya di lapangan yang sama, Svitolina bahkan selangkah di ambang kekalahan saat melawan finalis Perancis Terbuka 2024, Jasmine Paolini. Svitolina menggagalkan tiga match point Paolini untuk melangkah ke perempat final dengan kemenangan 4-6, 7-6 (6), 6-1.
“Laga yang sangat berat. Pada set pertama, saya seperti melawan Jannik Sinner (tunggal putra nomor satu dunia). Elena menekan saya. Saya pun berjuang untuk kembali ke permainan saya dan tetap fokus. Saya senang, itu akhirnya berhasil,” kata Swiatek.
Empat kali juara Perancis Terbuka itu perlu waktu cukup lama untuk mencapai level permainan yang dibutuhkan. Apalagi, lawan yang dihadapinya adalah salah satu kompetitor beratnya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/01/6bd3b59a-c96c-4a5d-ba93-f0b26dc9c115_jpg.jpg)
Rybakina tiba di Roland Garros dengan gelar juara dari turnamen lapangan tanah liat WTA Starsbourg, sepekan sebelum Perancis Terbuka. Gelar pertamanya dalam rentang 13 bulan itu seperti datang di saat yang tepat karena dia harus bertemu Swiatek di Perancis Terbuka pada babak keempat.
Dalam sembilan pertemuan kedua petenis, ini menjadi babak paling awal, sama seperti ketika mereka bertemu di Australia Terbuka 2023 yang dimenangi Rybakina. Selebihnya, mereka selalu bertemu di perempat final hingga final.
Momentum juara di Starsbourg dibawa saat melawan Swiatek untuk pertama kalinya di Perancis Terbuka. Set pertama dimenangi setelah Rybakina langsung unggul 5-0 hanya dalam waktu 23 menit.
Rybakina tak hanya unggul saat servis, melainkan juga ketika dalam posisi menerima servis. Pengembaliannya, baik pada servis kedua maupun pertama, berbalik menekan Swiatek karena bola jatuh ke dekat baseline, tempat Swiatek berdiri. Swiatek menuturkan, bola dari Rybakina yang banyak jatuh di dekat garis sangat menyulitkannya.
Selain kemampuan Rybakina mengembalikan servis dengan baik, Swiatek kehilangan dua servis pada set pertama karena double fault. Poin terakhir Rybakina pada set ini didapat dari kesalahan ganda Swiatek saat servis.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/01/241854c1-2e43-405e-8d83-86adab58c540_jpg.jpg)
Seperti set pertama, servis Swiatek langsung dipatahkan Rybakina pada gim pertama hingga tertinggal 0-2. Akan tetapi, kali ini, Swiatek bisa membalasnya dan perebutan setiap poin berlangsung lebih ketat dibandingkan set pembuka.
Persaingan mereka yang sebenarnya terjadi pada set ketiga. Dalam momentum permainan yang selalu berpindah, Swiatek mendapat kesempatan menang dengan mematahkan servis Rybakina pada gim ketujuh, hingga unggul, dan memegang servis pada gim berikutnya. Namun, alih-alih unggul 5-3, Rybakina menyamakan skor menjadi 4-4. Swiatek akhirnya unggul kembali pada skor 6-5 dan memenangi gim ke-12.
Kemenangan itu tak hanya melepaskan tekanan Swiatek dari Rybakina, melainkan juga bagai melepaskan tekanan dalam diri setelah tampil di bawah standarnya pada lima bulan pertama 2025. Dia gagal mempertahankan empat gelar juara. Swiatek bahkan tak pernah ke final setelah menjuarai Perancis 2024.
Meski telah melepas beban dengan undian berat sejak babak pertama, Swiatek tahu bahwa dia harus menjaga fokus dan penampilan untuk tantangan berikutnya. Svitolina pernah mengalahkannya walau hanya sekali dari empat pertemuan. “Elina adalah pejuang. Dia telah memperlihatkan itu hari ini,” kata Swiatek.
Seperti Swiatek, Svitolina hampir tersingkir dalam dua set ketika kehilangan set pembuka dan tertinggal 1-4 pada set kedua. Dia benar-benar berada di ambang kekalahan ketika Paolini mendapat match point saat unggul 5-4. Unggulan keempat itu tak hanya mendapat satu match point, melainkan tiga kesempatan untuk lolos ke perempat final dengan meraih satu poin lagi.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/01/8d5d6ee0-60ed-4330-96a0-f10cc36e498c_jpg.jpg)
Momen serupa, meski tak sedekat kekalahan di Roland Garros, terjadi di Melbourne Park pada Januari. Pada babak ketiga Australia Terbuka, Paolini dan Svitolina bertemu untuk pertama kalinya. Svitolina kehilangan set pertama, lalu akhirnya menang 2-6, 6-4, 6-0.
“Saya tak percaya pertandingan ini selesai dengan kemenangan untuk saya. Pertandingan hari ini sangat sulit karena Jasmine bermain begitu baik. Saya berusaha tenang dan berjuang hingga poin akhir,” kata Svitolina yang pernah tiga kali tampil pada perempat final Perancis Terbuka, tetapi tak pernah menang.
Tak hanya Swiatek dan Svitolina, Zheng Qin Wen harus bertanding tiga set untuk mendapat tiket perempat final. Dia bahkan menjalani laga lebih lama, yaitu selama dua jam 47 menit untuk mengalahkan Liudmila Samsonova 7-6 (5), 1-6, 6-3. Lawan Zheng pada perempat final adalah pemenang laga Aryna Sabalenka melawan Amanda Anisimova. (AFP/Reuters)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .