Mentalitas Juara Antar Jakarta Bhayangkara Presisi Pertahankan Gelar Proliga

Jakarta Bhayangkara Presisi meruntuhkan dominasi Jakarta LavAni untuk meraih gelar juara Proliga 2024. Ketangguhan mental membawa mereka selalu bisa bangkit.

12 Mei 2025 00:19 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

YOGYAKARTA, KOMPAS — Ketika hampir segalanya tidak berpihak kepada mereka, Jakarta Bhayangkara Presisi mampu membuktikan sebaliknya dan meraih gelar juara Proliga 2025. Dengan berbekal mentalitas juara, Bhayangkara Presisi bangkit, membalikkan keadaan, lalu meruntuhkan dominasi Jakarta LavAni Livin’ Transmedia untuk mempertahankan trofi.

Jakarta Bhayangkara Presisi memastikan gelar kedua mereka setelah menaklukkan Jakarta LavAni Livin’ Transmedia dalam laga sengit lima set yang berlangsung pada Minggu (11/5/2025). Berlaga di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Bhayangkara menang 3-2 (19-25, 23-25, 25-22, 25-22, 15-9).

”Kunci kemenangan hari ini adalah pasti mental, juga kerja sama tim. Semua bisa terwujud karena kerja sama, apalagi ini adalah olahraga tim,” tutur Pelatih Bhayangkara Reidel Toiran.

Mentalitas dan kerja sama itu membawa Bhayangkara Presisi membuktikan bahwa rekor pertemuan hanya statistik di atas kertas. Dari segi rekor pertemuan pada fase reguler hingga final four musim ini, Bhayangkara Presisi memang hanya bisa sekali mencuri kemenangan atas LavAni dalam empat pertemuan. Itu pun dalam laga yang tidak menentukan pada pekan terakhir final four.

Pemain Jakarta Bhayangkara Presisi meluapkan kegembiraan mereka setelah berhasil mengalahkan Jakarta LavAni Livin' Transmedia pada Grand Final PLN Mobile Proliga 2025 kategori putra di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu (11/5/2025). Jakarta Bhayangkara Presisi menjadi juara kompetisi ini setelah menang dengan skor 3-2. Kompas/Ferganata Indra Riatmoko

Bhayangkara Presisi juga kalah dari segi rekor pertemuan dengan LavAni pada babak final tiga musim terakhir. Pada final Proliga 2022, Bhayangkara yang masih bergabung dengan Samator dan bernama Surabaya Bhayangkara Samator takluk dari LavAni yang masih menggunakan nama Bogor LavAni.

Setelah bernama Jakarta Bhayangkara Presisi, mereka kembali kalah pada final Proliga 2023. Namun, ketika LavAni di ambang meraih gelar ketiga beruntun alias hattrick, Bhayangkara mampu bangkit dari dua musim sebelumnya dan menjegal langkah lawannya.

Mentalitas ini pula yang kembali ditunjukkan Bhayangkara ketika berlaga di final Proliga 2025. Pertandingan ini seolah tak berpihak kepada Bhayangkara pada awalnya.

Sebab, kendati mampu memberikan perlawanan ketat, bahkan sempat memimpin tiga angka pada kedudukan 6-3 di set kedua, Bhayangkara akhirnya kehilangan dua set pertama.

Pemain Jakarta LavAni Livin' Transmedia Boy Arnes Arabi (3), Hendra Kurniawan (4), dan Jasen Natanael Kilanta (20), berusaha membendung smes dari pemain Jakarta Bhayangkara Presisi Kyle Elton Russel (15) pada pertandingan Grand Final PLN Mobile Proliga 2025 kategori putra di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu (11/5/2025). Kompas/Ferganata Indra Riatmoko

Arah angin mulai berbalik ke Bhayangkara ketika mereka menunjukkan kebangkitan pada set ketiga. Meski LavAni sempat unggul 6-5, Bhayangkara mampu membalikkan keadaan dan tak memberikan kesempatan lawan kembali memimpin.

Poin LavAni dan Bhayangkara selalu berasal dari spike yang sama-sama sulit diantisipasi. Mereka bergantian mencuri poin. Dalam kondisi seperti ini, yang jadi pembeda adalah siapa yang melakukan kesalahan lebih banyak.

Pada set terakhir, persaingan ketat itu tidak tampak lagi. Setelah mendapatkan poin pertama, Bhayangkara selalu berhasil menjaga keunggulan atas LavAni, bahkan jika marginnya hanya satu poin.

”Kami sudah ketinggalan dua set, tetapi kami akhirnya bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan yang cukup banyak kami lakukan pada set satu dan dua,” tutur outside hitter Bhayangkara Presisi, Farhan Halim.

”Pelatih bilang, ketika melakukan kesalahan, perbaiki pada kesempatan berikutnya dan fokus lagi,” ujar Farhan yang meraih gelar Proliga pertamanya.

Pemain Jakarta Bhayangkara Presisi Kyle Elton Russel melancarkan smes dalam pertandingan melawan Jakarta LavAni Livin' Transmedia pada Grand Final PLN Mobile Proliga 2025 kategori putra di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu (11/5/2025). Kompas/Ferganata Indra Riatmoko

LavAni, yang begitu perkasa sepanjang musim, terlihat buntu dan tak berdaya di hadapan Bhayangkara. Asisten pelatih LavAni, Erwin Rusni, mengamini hal itu. ”Ya, kami tidak bisa menemukan solusinya karena receive kami tidak ada sama sekali, apalagi di set terakhir,” ujarnya.

Padahal, sejak awal Proliga 2025, mereka tampil begitu dominan. Jika pada musim lalu mereka sempat kalah dalam dua laga fase reguler, Lavani tanpa cela pada musim ini. Mereka menorehkan hasil sempurna.

Baru pada laga terakhir final four, yang juga bertemu Bhayangkara Presisi, LavAni merasakan kekalahan. Itu pun dengan dalih yang masuk akal bahwa laga itu tidak lagi berarti sehingga mereka menurunkan para pemain lapis kedua agar lebih bisa fokus pada partai puncak.

Dengan kemenangan atas LavAni pada partai final, Bhayangkara mempertahankan gelar juara mereka. Tim milik Polri ini bergabung LavAni dan Palembang Bank SumselBabel yang sama-sama mengoleksi dua trofi Proliga.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Muhammad Samsul Hadi
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .