Tiga hal yang patut diperhatikan sebelum mudik, mulai dari kelaikan armada, kesehatan pengemudi, hingga kesiapan surat-surat kendaraan dan mengemudi.
21 Mar 2025 19:51 WIB · Nusantara
JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah mengimbau pemudik untuk mengutamakan keselamatan agar perjalanan mudik ke kampung halaman berjalan aman dan lancar. Kondisi kendaraan harus dipastikan prima sehingga dapat mengurangi potensi kecelakaan di perjalanan.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono seusai ”Pelepasan Tim Mudik Gesit 2025 Kompas Gramedia” di Menara Kompas, Jakarta, Jumat (21/3/2025), mengatakan, pergerakan masyarakat di mudik Lebaran tahun ini diprediksi mencapai sekitar 140 juta orang. Sebagian menggunakan kendaraan pribadi dengan berbagai tujuan. Dia pun mengingatkan agar semua moda transportasi harus dalam kondisi aman.
”Jangan sampai ada kondisi kendaraan yang tidak laik kemudian akhirnya terjadi hambatan di jalan. Bahkan, mudah-mudahan tidak terjadi, tetapi (kondisi kendaraan yang tidak laik) bisa menyebabkan kecelakaan di jalan raya. Ini bisa mengakibatkan korban jiwa, kerugian bagi diri sendiri ataupun orang lain,” ujar Agus.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/21/deed2dec-f8fd-4452-b46a-227cbbefa782_jpg.jpg)
Tak hanya itu, ia juga berharap agar masyarakat bisa menjaga diri. Jika dalam perjalanan sudah terasa sangat letih dan mengantuk, lebih baik berhenti di tempat peristirahatan.
”Ingat keselamatan nomor satu, jangan sampai kita terburu-buru. Yang penting selamat sampai tujuan keluarga menanti dengan sukacita,” katanya.
Pada Lebaran 2025, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-3 atau 28 Maret 2025, sedangkan puncak arus balik diprediksi terjadi pada H+5 atau 6 April 2025.
Agus menyampaikan, pemerintah telah membuat sejumlah kebijakan agar perjalanan para pemudik semakin nyaman. Kementerian Pekerjaan Umum, misalnya, mempersiapkan sejumlah alat berat untuk bisa mengantisipasi jika ditemukan jalan-jalan yang rusak atau berlubang.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri juga telah menyiapkan serta menyimulasikan rekayasa lalu lintas di titik-titik yang biasa terjadi lonjakan kepadatan mobilitas, seperti di Pelabuhan Merak (Banten), Pelabuhan Bakauheni (Lampung), Pelabuhan Ketapang (Jawa Timur), Pelabuhan Gilimanuk (Bali), dan di ruas-ruas jalan tol, seperti Trans-Jawa serta Trans-Sumatera.
”Manajemen trafik ini yang paling penting. Kami tahu sering kali harus ada modifikasi. Ada rekayasa yang dilakukan untuk sekali lagi memuluskan perjalanan supaya menghindari kemacetan yang terlalu berlebihan,” tutur Agus.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/12/14/ec4eed06-955a-4a01-bd61-da0186b7429a.jpg)
Selain itu, pemerintah juga membuat beberapa kebijakan agar biaya mudik Lebaran kali ini lebih terjangkau. Misalnya, penerapan diskon tarif tol sebesar 20 persen di 17 ruas jalan tol, terutama di Trans-Jawa dan Trans-Sumatera. Kebijakan lain adalah pemberian diskon tarif tiket pesawat untuk kelas ekonomi dan tujuan domestik sebesar 14-18 persen.
”Diskon itu, kalau dipakai satu orang, tentu terasa. Tetapi kalau dikali 4-5 dengan anggota keluarganya, tentu lebih terasa lagi kalau ke daerah yang cukup jauh. Mudah-mudahan ini bisa mengurangi biaya perjalanan dari masyarakat dan masyarakat bisa semakin terbantu sehingga uang yang dimiliki bisa untuk lain-lainnya,” kata Agus.
Direktur Prasarana Transportasi Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Toni Tauladan, yang juga hadir di kegiatan yang sama, sependapat dengan Agus. Mengenai prosedur keselamatan saat mudik, setidaknya ada tiga hal yang patut diperhatikan, kelaikan dari armada, kesiapan dari pengemudi, dan kecukupan dokumen-dokumen yang dimiliki.
Untuk menjaga kelaikan armada seperti bus umum, Toni menyampaikan bahwa pemeriksaan kendaraan sebenarnya sudah menjadi standar operasional dan prosedur di setiap simpul-simpul transportasi atau terminal. Di luar menjelang hari raya, proses pemeriksaan (ramp check) itu sudah terus dilakukan di terminal-terminal.
”Nah, saat ini, kami push bukan hanya untuk melakukan ramp check di simpul-simpul, melainkan juga jemput bola di pul-pul, agen-agen, dan operator-operator angkutan. Diharapkan nanti H-3 semua sudah ter-ramp check semua. Saat ini kami sudah jalan di atas 80 persen dari seluruh angkutan umum yang ada,” ujar Toni.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/14/34b4bc74-1c87-482b-9d45-5528ce544448_jpg.jpg)
Kemudian, untuk menjaga kesiapan para awak bus, Kemenhub juga telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kemenkes telah menginstruksikan ke seluruh dinas kesehatan di kabupaten/kota untuk bisa melakukan pemeriksaan kesehatan gratis kepada para awak bus.
”Sehingga nantinya ketika ramp check, itu load antrean terhadap pemeriksaan awak bus tidak terlalu panjang, cukup dengan menunjukkan hasil tes kesehatan di dinas-dinas tersebut,” tuturnya.
Toni pun mengingatkan kepada para pemudik yang biasa menggunakan roda dua atau sepeda motor bisa memanfaatkan program mudik gratis yang disediakan oleh pemerintah daerahnya ataupun badan usaha milik negara (BUMN). Apalagi, di dalam program mudik gratis dilengkapi pula program pengangkutan sepeda motor gratis. Tujuannya adalah mengurangi kepadatan lalu lintas dan risiko kecelakaan saat mudik.
Sementara itu, Kepala Korlantas Polri Inspektur Jenderal Agus Suryonugroho mengungkapkan, rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional. Menurut rencana, kepolisian akan menerapkan contraflow satu lajur di Jalan Tol Jakarta-Cikampek apabila volume kendaraan dan kapasitas jalan dalam satu waktu tertentu (V/C ratio) di Kilometer 50 sudah mencapai angka 5.500. Kebijakan contraflow bahkan akan ditingkatkan menjadi 2 lajur jika V/C ratio mencapai 6.400.
Untuk rekayasa lalu lintas satu arah atau one way dari gerbang Tol Cikampek Utama hingga gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, akan diterapkan jika V/C ratio kendaraan di Jalan Tol Cikopo-Palimanan sudah mencapai angka 6.200.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/21/bddb02d6-865c-4e5e-bc45-2cc68c26eea8_jpg.jpg)
Agus meminta masyarakat mengikuti arahan petugas di lapangan. Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak berhenti istirahat di bahu jalan tol. Apabila tempat istirahat penuh, pemudik bisa keluar jalan tol mencari tempat istirahat terdekat.
”Di rest area itu biasanya tidak menampung. Jadi, pemudik silakan istirahat atau kuliner di luar jalan tol lalu kembali lagi agar mudik tetap aman dan nyaman,” kata Agus.
Agus mengimbau agar pemudik memastikan kondisi kendaraan pribadinya laik jalan, pengemudinya fit, memperhitungkan ketersediaan bahan bakar, serta merencanakan tempat istirahat dengan baik.
Penulis:
Nikolaus Harbowo, Stephanus AranditioEditor:
Caecilia MedianaPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase