Jepang, langganan Piala Dunia delapan edisi terakhir, menyadarkan timnas Indonesia. Banyak hal harus dibenahi Patrick Kluivert untuk bawa ”Garuda” ke pentas dunia.
10 Jun 2025 20:56 WIB · Olahraga
SUITA, SELASA — Tim nasional sepak bola Indonesia memetik pelajaran penting pada laga menghadapi Jepang, Selasa (10/6/2025), di Stadion Sepak Bola Kota Suita, Prefektur Osaka, Jepang. Kekalahan mutlak 0-6 merupakan tolok ukur kemampuan skuad ”Garuda” untuk mempersiapkan diri menghadapi putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026, Oktober mendatang.
Indonesia kalah segalanya di Suita. Jepang mencetak tiga gol di setiap babak. Daichi Kamada mencetak brace atau dua gol pada paruh pertama di menit ke-15 dan 45+6. Takefusa Kubo ikut menuliskan namanya di papan skor pada menit ke-19.
Setelah turun minum, tiga pemain, yakni Ryoya Morishita (55’), Shuto Machino (58’), dan Mao Hosoya (80’), menambah derita bagi pertahanan Indonesia. Hasil tumbang 0-6 menjadi kekalahan terburuk Indonesia pada laga tandang di Jepang.
Namun, dalam catatan rekor pertemuan menghadapi Jepang, skor tersebut serupa dengan hasil negatif terparah Indonesia ketika berjumpa Jepang di Turnamen Merdeka 1976 di Kuala Lumpur, Malaysia. Meskipun begitu, kekalahan 0-6 di Turnamen Merdeka 1976 tercipta ketika Indonesia menurunkan tim PSSI B yang dihuni mayoritas pemain muda.
Selain itu, tampil dengan skuad yang dibangun dengan program naturalisasi dalam dua tahun terakhir, skuad Garuda juga gagal mencetak gol di Jepang. Alhasil, belum ada pemain Indonesia yang mampu menaklukkan pertahanan tim ”Samurai Biru” di Jepang.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/10/af1a7438-f186-4293-ab0d-404f5ac67e66_jpg.jpg)
Indonesia bisa saja kalah dengan hasil lebih telak seandainya Emil Audero tidak membuat sejumlah penyelamatan penting di babak kedua. Kiper kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, itu menciptakan lima penyelamatan.
Pelatih Indonesia Patrick Kluivert mengakui Jepang unggul segalanya atas Indonesia. Menurut dia, Jepang menunjukkan permainan yang sangat baik secara individu dan tim.
”Jepang adalah tim yang memiliki banyak kualitas dan menyajikan permainan level Piala Dunia. Ini adalah pelajaran sangat penting bagi saya secara pribadi sebagai pelatih, juga untuk tim kami guna menghadapi putaran keempat,” ucap Kluivert dalam konferensi pers seusai laga itu.
”Hasil ini menyakitkan. Kekalahan 0-6 memang memalukan, tetapi kami memetik pelajaran penting untuk mempersiapkan diri menuju pertarungan di ronde berikutnya,” ujar penyerang sayap Steafano Lilipaly kepada laman AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia).
Dari laga menghadapi Jepang, yang berstatus tim terbaik Asia merujuk pada peringkat FIFA terkini (posisi ke-15), tim Indonesia asuhan Patrick Kluivert mempertegas kelemahan yang sudah tampak pada duel kontra Bahrain dan China, yakni buruknya kreasi serangan. Indonesia hanya mencetak masing-masing satu gol melawan Bahrain dan China walaupun bisa menghasilkan rerata 10 tembakan pada dua laga itu.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/10/84d14c98-be09-41eb-b4de-32463970bab3_jpg.jpg)
Pada laga di Suita, Indonesia tak mampu memberikan satu pun ancaman ke gawang Jepang. Tidak ada tembakan yang dikreasi pemain Indonesia. Kiper Jepang, Keisuke Osako, sama sekali tidak berkeringat. Tubuh dan jersei kiper asal Sanfrecce Hiroshima itu basah disebabkan hujan yang mengguyur dalam mayoritas durasi laga.
Selain itu, Indonesia juga tidak mampu menembus pertahanan Jepang. Hal itu terlihat dari nihilnya sentuhan di dalam kotak penalti Samurai Biru. Poin kelemahan itu tentu wajib dibenahi untuk menghadapi pertarungan putaran keempat yang bakal memperebutkan dua tiket langsung terakhir jatah Asia ke Piala Dunia 2026.
Indonesia akan berjumpa tim-tim kuat, seperti Qatar, Irak, Uni Emirat Arab (UEA), atau Oman/Palestina (menunggu hasil laga kedua tim, Rabu, 11 Juni 2025, dini hari WIB).
Ini (kekalahan telak) adalah pelajaran sangat penting bagi saya secara pribadi sebagai pelatih, juga untuk tim kami guna menghadapi putaran keempat.
Walaupun memiliki karakter pemain dan kualitas pemain relatif masih di bawah Jepang, tim-tim Timur Tengah serupa dengan skuad Samurai Biru berdasarkan kegemaran mendominasi penguasaan bola. Qatar, Irak, dan Oman (jika lolos) mencatatkan rerata penguasaan bola di atas 60 persen selama 10 laga di putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia.
Adapun UEA dan Palestina cenderung bisa tampil lebih pragmatis. Koleksi rata-rata penguasaan bola mereka, masing-masing, ialah 50 persen dan 48 persen. Kuantitas penguasaan bola itu tidak berbeda jauh dengan catatan rerata 44 persen penguasaan bola yang dimiliki tim Garuda.
Kluivert mengakui pertarungan putaran keempat juga akan berlangsung sangat sulit. Indonesia harus menang pada dua laga pada format turnamen mini di ronde keempat apabila ingin memenuhi target menembus babak utama Piala Dunia 2026.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/10/8560083a-52bd-486e-af20-d86491410fab_jpg.jpg)
”Semua partisipan di putaran keempat adalah tim-tim yang sangat kuat dan negara-negara besar yang memiliki ambisi ke Piala Dunia seperti kami. Kekalahan (lawan Jepang) harus menjadi patokan kami untuk membuat rencana dan membenahi diri jelang menyambut Oktober nanti,” tutur Kluivert.
Dalam rangka membenahi diri seusai dilibas Jepang, Thom Haye dan kawan-kawan masih memiliki kesempatan mematangkan persiapan dan membenahi kekurangan pada laga internasional, awal September mendatang. Ketua Umum PSSI Erick Thohir telah mengagendakan pertandingan uji coba menghadapi dua tim dari Jazirah Arab, yaitu Kuwait dan Lebanon.
Kuwait juga tampil di putaran ketiga pra-Piala Dunia 2026 dengan bergabung di Grup B. Mereka gagal meraih satu pun kemenangan. Sementara Lebanon tersisih dari persaingan ke pentas dunia pada ronde kedua akibat kalah bersaing dengan Australia dan Palestina.
Terlepas kekalahan telak, Indonesia juga pulang dari Jepang dengan luka lebih besar. Hal itu disebabkan cedera yang dialami dua pemain, Kevin Diks dan Yakob Sayuri, sehingga harus diganti pada babak pertama. Yance Sayuri juga tertatih menahan cedera pada pengujung babak kedua demi bisa bertahan di lapangan dan tidak membuat Garuda bermain dengan 10 pemain.
Bagi penyerang sayap Jepang, Takefusa Kubo, kemenangan atas Indonesia menuntaskan tugas mereka di kualifikasi Piala Dunia. ”Kami meraih hasil yang positif. Tim masih harus meningkatkan diri untuk menghadapi laga sesungguhnya di Piala Dunia,” kata Kubo, dilansir laman AFC.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Priskilia Bintang Cornelia Sitompul