Tim LKG BRI Indonesia bersaing dengan 249 tim demi trofi juara kategori B15 Piala Gothia 2025. Prestasi terbaik duta Liga Kompas U-14 ialah ”runner-up” edisi 2013.
09 Jul 2025 16:10 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — Tim LKG BRI Indonesia akan bertolak ke Gothenburg, Swedia, Jumat (11/7/2025), untuk bertarung di Piala Gothia 2025. Misi agung menyelimuti 18 pemain terbaik Liga Kompas U-14 Powered by BRI edisi 2024-2025 demi memburu trofi juara pada turnamen sepak bola yang disebut ”piala dunia remaja” itu.
Liga Kompas U-14 telah rutin mengirim tim terbaik untuk berkontestasi di Piala Gothia sejak 2010. Edisi itu juga menandai duta pertama Indonesia tampil di turnamen remaja terbesar dunia yang digagas pada 1975 ini.
Prestasi tertinggi yang dicapai tim lulusan Liga Kompas tertulis pada 2013. Kala itu, tim menggunakan nama ASIOP Apacinti SKF Indonesia mampu menembus babak final. Sayangnya, ambisi membawa pulang medali emas pada kategori B14 (Boys14) dianulir gagal tercapai akibat tumbang adu penalti dari wakil Slovenia, NK Krsko, dengan skor 3-5.
Pada Piala Gothia 2025, yang dirayakan sebagai perayaan 50 tahun, LKG BRI Indonesia bersaing di kategori B15. Skuad ”Laskar Kera Sakti” akan memulai persaingan dengan berkontestasi di Grup 29.
Dua tim tuan rumah Swedia, yakni AFC Eskilstuna dan Ojersjo IF, serta duta Inggris, Prep Schools District, bakal menjadi tiga tantangan LKG BRI Indonesia demi menembus ke babak fase gugur. Tiga laga babak penyisihan akan dilangsungkan pada Senin hingga Rabu (14-16/7/2025).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/09/7cc7013bf8e6c18fa1417b4d8cc257d5-FAK_7409.jpg)
Tim asuhan duet pelatih TB Wahyudin Syah dan Eddy itu wajib finis di posisi dua teratas guna lolos ke babak 64 besar playoff A. Di Piala Gothia 2025, terdapat dua kelas playoff yang terdiri dari A dan B. Khusus playoff A diperuntukkan mengejar juara sebenarnya dari setiap kategori.
Adapun tim yang menghuni posisi ketiga dan keempat di fase grup juga masih bisa mengejar trofi hiburan di kelas playoff B. Serupa dengan playoff A, persaingan playoff B dimulai dari babak 64 besar hingga partai final.
”Kami sudah menjalani persiapan sebaik mungkin. Program pelatih dalam latihan reguler dan pemusatan latihan telah kami lakukan. Kami siap berikan yang terbaik untuk Indonesia,” ujar Oksal Kristian Gani, gelandang serang sekaligus kapten LKG BRI Indonesia, dalam agenda pelepasan skuad menuju Piala Gothia 2025 bertajuk ”The Delegate Ceremony”, Rabu (9/7/2025), di BRILian Stadium, Jakarta.
Pada agenda itu, orangtua dan perwakilan keluarga para pemain ikut meramaikan acara. Mereka juga membawa spanduk berisi dukungan kepada tim LKG BRI Indonesia. Di sisi lain, representasi sponsor Liga Kompas U-14 2024-2025 juga hadir, seperti BRI, Ortuseight, Garudafood, Le Minerale, dan Ikatan Psikologi Olahraga.
Di sela masa pemusatan latihan di Citeko, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 16-23 Juni, LKG BRI Indonesia mengemas kemenangan dalam uji tanding menghadapi tim muda kontestan BRI Super League. Laskar Kera Sakti menumbangkan Dewa United U-16 4-1, lalu disusul keunggulan 3-1 kontra Persija Jakarta U-15.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/09/94f4534a8cf79c1f397b7b045173f3d4-FAK_7471.jpg)
Adi Prinantyo, Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas (Kompas.id), menganggap persiapan LKG BRI Indonesia sudah cukup mumpuni untuk bertarung di Piala Gothia 2025. Latihan intensif sudah dilakukan sejak Mei setelah seluruh pemain terasah dalam Liga Kompas U-14 selama 15 pekan. Selain itu, tim juga menjalani pemusatan latihan demi mematangkan taktik, teknik, juga meningkatkan kemampuan fisik setiap individu pemain.
”Pemain memiliki kemampuan yang setara dengan lawan-lawan dari Eropa dan Amerika Selatan, jadi pada pertandingan sesungguhnya faktor mental yang akan menentukan. Harapan saya seluruh pemain tidak rendah diri menghadapi setiap lawan,” ujar Adi yang juga Ketua Komite Liga Kompas U-14.
Ia menambahkan, ”Pelatih juga harus memperhatikan teknik, taktik, dan strategi rotasi di setiap pertandingan. Tim wajib menjaga kondisi terbaik di Swedia agar bisa mengejar gelar juara.”
Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menuturkan, dukungan BRI kepada Liga Kompas U-14 adalah wujud nyata untuk membantu pembinaan olahraga di masyarakat. Menurut Hendy, BRI percaya kompetisi usia dini merupakan wadah terbaik untuk membentuk pemain-pemain nasional masa depan yang berkarier di liga dan mengisi skuad tim nasional.
”Low profile dan high result itu ekspektasi kami. Dengan persiapan yang sudah dilakukan, kami yakin insya Allah tim LKG BRI Indonesia berpeluang menjadi juara,” ucap Hendy.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/09/454ca55372eb926236d7b8ccec3d4793-FAK_7107.jpg)
Bima Sakti, legenda sepak bola nasional, berharap 18 pemain LKG BRI Indonesia memanfaatkan dengan maksimal kesempatan berlaga di ajang dunia Piala Gothia 2025. Pengalaman bertanding menghadapi tim-tim luar negeri pada turnamen internasional, lanjut Bima, harus digunakan pemain belia untuk menunjukkan kualitas mereka sekaligus membuktikan sepak bola Indonesia mampu bersaing di dunia.
Pelatih tim U-17 Indonesia periode 2016-2023 itu mengungkapkan, sepak bola Swedia dibangun melalui kedisiplinan tingkat tinggi. Hal itu dialaminya ketika sempat satu tahun berlatih bersama tim Swedia, Helsinborgs IF, pada awal 1990-an.
”Kalian (pemain LKG BRI Indonesia) harus disiplin untuk rutin berlatih, menjaga istirahat, dan memperhatikan asupan makanan yang bagus. Kalian berkorban hari ini demi sesuatu di masa depan. Jangan lupa juga konsisten dan fokus untuk mengejar mimpi kalian membawa nama baik Indonesia,” tutur Bima.
”Satu hal lagi, muliakanlah orangtua. Bikin orangtua kalian bangga dengan prestasi kalian di Swedia,” ucapnya.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Didik Durianto