Menyelesaikan SEA Games dengan Empat Emas, Pencak Silat Berharap Tampil di Asian Games

Seusai meraih emas di SEA Games 2025, para pesilat berharap pencak silat dapat kembali dipertandingkan di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang.

17 Des 2025 18:12 WIB · Olahraga

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN

Oleh Fakhri Fadlurrohman, dari Nonthaburi, Thailand

NONTHABURI, KOMPAS — Tim pencak silat Indonesia berhasil mengumpulkan empat medali emas, satu perak, dan tujuh perunggu pada ajang SEA Games 2025 yang berlangsung di Impact Arena, Pakkret, Pak Kret District, Nonthaburi, Thailand, Rabu (17/12/2025). Raihan ini gagal membawa Indonesia mempertahankan gelar juara umum pencak silat, seperti edisi SEA Games sebelumnya. Indonesia hanya kalah dari perolehan medali perak yang dimiliki Thailand dengan total medali empat emas, tiga perak, dan dua perunggu.

Medali emas pertama pada cabor pencak silat diraih tim regu putra nomor seni yang diisi Andika Dhanireksa, Asep Yuldan Sani, dan Rano Slamet Nugraha. Tim regu putra Indonesia berhasil mengumpulkan 9.965 poin, mengalahkan tim regu putra Singapura dengan skor akhir 9.935.

Setelah nomor seni selesai dipertandingkan, giliran para pesilat di nomor tanding berjuang untuk meraih medali emas. Motivasi mereka tentu untuk mempertahankan gelar juara umum di edisi SEA Games Kamboja 2023. Namun, peta kekuatan pencak silat yang sudah merata di negara-negara Asia Tenggara membuat tim pencak silat Indonesia hanya mampu mengantarkan empat pesilat di partai final.

Pesilat Indonesia Khoirudin Mustakim (kanan) melawan pesilat Singapura Andika Bin Razali Dhani di nomor kelas di bawah 45 kilogrma putra SEA Games 2025 di Impact Arena, Pakkret, Pak Kret District, Nonthaburi, Thailand, Rabu (17/12/2025). Pada SEA Games 2025, Indonesia mengumpulkan 4 emas, 1 perak, dan 7 perunggu.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
17-12-2025

Pada nomor kelas C (55-60 kilogram), pesilat Indonesia Muhammad Zaki Zikrillah Prasong keluar menjadi juara tanpa berkeringat. Itu karena sang penantang, Tinnapat Janjaroen, yang mewakili Thailand tidak dapat bertanding karena cedera pada laga sebelumnya.

Selain berhasil menuntaskan misi untuk mempertahankan medali emas yang ia didapatkan pada SEA Games sebelumnya, capaian ini juga menjadi pembuktian Zaki di nomor baru. Pada SEA Games Kamboja 2023, Zaki turun di nomor kelas B (50-55 kilogram). Namun, nomor itu dihapuskan pada edisi SEA Games kali ini dan loncat ke nomor kelas C (55-60 kilogram).

”Ini menjadi tantangan bagi saya karena ini merupakan kelas yang baru buat saya. Try out di Vietnam dan pra-SEA Games itu saya mengalami kekalahan dan tidak mendapatkan juara,” ujar Zaki.

Empat nomor yang menghasilkan medali bagi Indonesia di Kamboja, tidak dipertandingkan di Thailand. Empat nomor itu adalah nomor tanding kelas B (50-55 kg) putra dan kelas D (60-65 kg) putri yang menghasilkan emas, serta kelas E (65-70 kg) putri, U45 putri, dan nomor seni ganda putri yang mempersembahkan perak. Di Thailand, Indonesia menurunkan atlet di kelas G (75-80 kg) putra, yang tidak diikuti di Kamboja.

Pesilat Indonesia Safira Dwi Meliani (kanan) berhadapan dengan pesilat Vietnam Duong Thi Hai Quyen di nomor kelas B (55-55 kilogram) putri SEA Games 2025 di Impact Arena, Pakkret, Pak Kret District, Nonthaburi, Thailand, Rabu (17/12/2025). Pada SEA Games 2025, Indonesia mengumpulkan 4 emas, 1 perak, dan 7 perunggu.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
17-12-2025

Bermain di nomor bukan andalannya tidak menyurutkan mental petarung Zaki. Medali emas menjadi buah dari perjuangannya. Namun, medali emas itu bukan menjadi akhir kepuasannya untuk berprestasi. Zaki menatap Kejuaraan Dunia Pencak Silat di Amerika pada 2026. Selain itu, Zaki juga berharap pencak silat dapat kembali digelar di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang.

Manajer Tim Pencak Silat Indonesia Nunung Syaifudin mengatakan, saat ini Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan Persekutuan Pencak Silat Antarabangsa (Persilat) tengah mengupayakan pencak silat kembali dipertandingkan di Asian Games.

Pencak silat pertama dan terakhir kali dipertandingkan di Asian Games pada edisi Jakarta-Palembang 2018. Pada saat itu Indonesia meraih 14 medali emas dari 16 nomor yang dipertandingkan.

Pengalaman bermain di Asian Games tidak hanya diimpikan Zaki. Pesilat putri Safira Dwi Meliani yang meraih medali emas di nomor kelas B (55-55 kilogram) juga berharap pencak silat dapat dipertandingkan di ajang multi-olahraga terbesar se-Asia.

Pesilat Indonesia Tito Hendra Septa Kurnia (kiri) berhadapan dengan pesilat Malaysia Muhamad Helmi di nomor kelas E (65-70 kilogram) putra SEA Games 2025 di Impact Arena, Pakkret, Pak Kret District, Nonthaburi, Thailand, Rabu (17/12/2025). Pada SEA Games 2025, Indonesia mengumpulkan 4 emas, 1 perak, dan 7 perunggu.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
17-12-2025

Safira merupakan pesilat berstatus juara dunia. Sudah dua kali beruntun ia meraih juara pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat di Malaysia pada 2022 dan Abu Dhabi 2024. Tidak heran jika ia memburu prestasi yang belum pernah ia dapatkan.

Mimpi bermain di Asian Games juga dilontarkan peraih medali emas di nomor kelas E (65-70 kilogram) SEA Games 2025, Tito Hendra Septa Kurnia. Perolehan medali emas kedua di ajang SEA Games ini tidak membuat Tito cepat puas.

”Ke depan saya tidak muluk-muluk. Saya ingin masih bisa membela Indonesia, tentunya bisa main di Asian Games dan kalau bisa main di Olimpiade. Itu impian saya,” ujar Tito seusai pertandingan final melawan pesilat Malaysia Muhamad Helmi.

Sampaikan dukungan Anda untuk atlet Indonesia

Pembaca yang budiman, harian Kompas membuka rubrik Surat untuk Atlet, yang berisi pendapat, penyemangat, atau komentar terkait penampilan atlet Indonesia di SEA Games Thailand 2025. Kirimkan komentar singkat Anda, minimal dua kalimat dan maksimal enam kalimat, dengan mengisi kolom di bawah ini. Komentar yang terpilih akan kami muat di harian Kompas saat pelaksanaan SEA Games 2025.


Kerabat Kerja

Penulis:

Fakhri Fadlurrohman, dari Nonthaburi, Thailand
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase