Menyusuri Kenangan di Blok M Hub, Wajah Baru Tempat Berkumpulnya Warga Jakarta

Blok M Hub bukan sekadar bangunan yang diperindah, melainkan harapan lama yang dikemas ulang untuk generasi baru.

01 Jun 2025 18:24 WIB · Metro

Oleh Atiek Ishlahiyah Al Hamasy

Di tengah hiruk pikuk Jakarta Selatan, sebuah kawasan lama berusaha bangkit kembali dengan wajah dan energi baru. Mal Blok M, yang dahulu dikenal sebagai pusat mode, musik, dan nongkrong anak muda di era 90-an, kini bertransformasi menjadi Blok M Hub, sebuah simpul baru kehidupan urban yang menyatukan sejarah, mobilitas, dan seni dalam satu ruang.

Tulisan ”Mal Blok M” yang dulu ikonik di pintu masuk barat kawasan Melawai kini digantikan dengan nama baru, ”Blok M Hub”. Di bawahnya, ornamen kembang kelapa berwarna-warni khas Betawi menghiasi, memberi sentuhan budaya yang kental sekaligus menyambut pengunjung dengan hangat.

Begitu memasuki pintu masuk bawah tanah di sebelah minimarket, udara sejuk langsung menyambut berkat sistem pendingin ruangan yang terpasang. Suasana menjadi nyaman, berbeda jauh dari lorong gelap dan pengap yang dulu dikenal banyak orang.

Langit-langit koridor kini dipenuhi motif mozaik berwarna kuning cerah. Pencahayaan yang memadai juga menghilangkan kesan remang yang selama ini melekat.

Di tengah perjalanan menuruni anak tangga memasuki Blok M Hub, Niyara Ranita (37), warga Jakarta Selatan, berhenti sejenak. Dengan cekatan, ia mengangkat ponselnya dan mengabadikan beberapa kain merah yang menggantung di langit-langit lorong.

Salah satu pintu masuk Blok M Hub yang terhubung dengan terminal Blok M, di Jakarta Selatan, Minggu (1/6/2025).

Warna merah itu tampak seperti api kecil yang menyala di antara tembok-tembok bersih, membangkitkan kehangatan dan kehidupan baru. ”Estetik banget buat foto dan diunggah ke media sosial,” ujar Niyara saat ditemui, Minggu (1/6/2025).

Bagi Niyara, Blok M Hub lebih dari sekadar tempat baru. Ini adalah ruang di mana kenangan masa lalu bertemu dengan harapan masa depan.

Quote

Rasanya seperti kembali ke masa lalu, tapi dengan harapan baru.

Sejak kecil, ia sering diajak orangtuanya ke Blok M, menyaksikan hiruk pikuk dan semangat anak muda yang berkumpul dan berkarya. Kini, di tengah wajah baru yang nyata, ia merasakan denyut kehidupan yang sama, yang mengundang semua orang untuk kembali berkumpul.

Seolah menyusuri kenangan masa lalu, tatapan Niyara menyapu lorong yang kini penuh mural warna-warni, kios makanan yang mulai ramai, dan suara riang pengunjung yang bercengkerama. ”Rasanya seperti kembali ke masa lalu, tapi dengan harapan baru,” kata Niyara.

Meski menyambut keceriaan dan keindahan baru, Niyara tak menutup mata terhadap beberapa kekurangan yang masih ada. Beberapa sudut masih terasa pengap, dengan sirkulasi udara yang kurang memadai. Akses masuk dan keluar pun terkadang membingungkan, terutama bagi pengunjung baru.

Revitalisasi yang dilakukan memang belum menyentuh seluruh area bawah tanah. Begitu memasuki zona tengah yang menghubungkan mal dan terminal, suasana berubah seperti semula. Warna-warni mozaik menghilang dan udara pun terasa kurang sejuk.

Zona kuliner dan UMKM yang disediakan juga masih didominasi oleh lapak-lapak kosong. Hanya sekitar lima tempat makan yang beroperasi.

Namun, Niyara percaya, seiring berjalannya waktu dan perhatian pemerintah, Blok M Hub akan terus tumbuh dan berkembang menjadi ruang yang menyatukan beragam lapisan masyarakat Jakarta dalam harmoni urban yang sesungguhnya.

Warga menyusuri lorong Blok M Hub yang terhubung dengan Terminal Blok M di Jakarta Selatan (1/6/2025).

Di luar lorong penuh warna itu, Blok M Hub juga menawarkan area kuliner yang kini menjadi bagian vital kawasan. Blok M Hub Kuliner hadir dengan konsep bazar, mengumpulkan berbagai gerai makanan dan minuman yang selama ini tersebar di sekitar Blok M, menyatu dalam satu tempat yang nyaman.

Siang itu, banyak pengunjung yang datang, beberapa di antaranya juga berkunjung ke Blok M Square yang terletak tepat di sisi kanan Blok M Hub Kuliner. Di libur panjang ini, banyak orang menghabiskan waktu dengan mencicipi beragam kuliner yang tersedia di kawasan Blok M.

Salah satunya adalah Yanti (48), yang datang bersama kedua anaknya. Ia tampak menikmati berbagai sajian kuliner sebelum akhirnya duduk di salah satu gerai Blok M Hub Kuliner.

Warga berjalan menuju terowongan di Blok M Hub, Jakarta, Sabtu (24/5/2025). Gubernur Jakarta Pramono Anung resmi mencanangkan hari ulang tahun (HUT) ke-498 Jakarta dan revitalisasi Blok M Hub serta menargetkan Jakarta berada di posisi ke-58 sebagai kota global pada 2029. Selain itu, proyek Blok M Hub ini akan dimulai dengan pembangunan jalur pedestrian dan sistem integrasi transportasi umum.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
24-05-2025

Saat duduk, Yanti mengenang masa mudanya. Ia masih ingat betul lorong-lorong yang dulu penuh dengan pedagang dan pembeli yang ramai di Mal Blok M puluhan tahun lalu.

Warga Jakarta Selatan ini berharap agar pengelola kawasan lebih sering mengadakan kegiatan, seperti live music, yang dapat membangkitkan kembali suasana masa lalu dengan sentuhan segar masa kini.

”Suasana seperti itu bisa membuat tempat ini bukan hanya sekadar ruang publik, melainkan juga panggung kebersamaan,” ucap Yanti.

Salah satu pintu masuk Blok M Hub yang terhubung dengan terminal Blok M, di Jakarta Selatan, Minggu (1/6/2025).

Di sisi lain, Yanti merasa senang karena kini Blok M Hub jauh lebih mudah dijangkau. Dari Bekasi, pengunjung dapat menggunakan LRT dan Transjakarta. Dari Tangerang Selatan, MRT langsung mengantar ke Stasiun Blok M BCA. Adapun dari Depok, kombinasi KRL dan MRT membuat perjalanan semakin nyaman dan lancar.

Tak jauh dari Yanti, Nazrul Aziz (38), salah satu pedagang di Blok M Hub Kuliner, sibuk meracik minuman untuk pelanggan yang datang. Wajahnya ramah, tetapi di balik meja dagangnya tersimpan kekhawatiran.

Menurut Nazrul, perpindahan ke area bazar Blok M Hub Kuliner bukan tanpa tantangan. Lokasinya yang tidak langsung terlihat dari pintu masuk membuat arus pengunjung sering kali tidak stabil. ”Hari biasa sepi, yang ramai cuma akhir pekan. Biaya sewa juga lebih mahal,” katanya.

Meski demikian, Nazrul tidak menyerah. Ia berharap pengelola bisa lebih aktif mempromosikan kawasan ini, khususnya bazar kuliner yang kini menjadi wajah baru Blok M. Baginya, kawasan ini memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi kuliner favorit, asalkan didukung dengan perhatian yang tepat.

Warga memasuki kawasan Blok M Hub di Jakarta Selatan, Minggu (1/6/2025).

Revitalisasi besar

Perubahan nama Mal Blok M menjadi Blok M Hub bukan sekadar pergantian papan nama, melainkan bagian dari revitalisasi besar yang diinisiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PT MRT Jakarta. Pada Sabtu (25/5/2025), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan wajah baru kawasan yang pernah menjadi pusat budaya urban Jakarta era 90-an ini.

Blok M Hub bukan hanya terminal atau mal biasa, melainkan titik pertemuan antara transportasi, gaya hidup, dan sejarah kota. Dalam setahun ke depan, kawasan ini akan terus dibenahi, termasuk pembangunan skybridge yang menghubungkan Stasiun MRT Blok M BCA dengan area Blok M, pembangunan fasad terminal dan area ritel terintegrasi, multifunction hall bawah tanah, hingga ruang terbuka hijau baru.

”Kami benar-benar ingin menjadikan Blok M Hub sebagai pusat aktivitas yang hidup 24 jam,” ujar Pramono.

Blok M dipilih sebagai pusat aktivitas baru karena infrastruktur yang sudah memadai dan popularitasnya di kalangan warga Jakarta. Pengembangan Blok M Hub juga didukung dengan peluncuran sejumlah trayek baru Transjabodetabek yang memperkuat konektivitas.

Warga berjalan menuju terowongan di Blok M Hub, Jakarta, Sabtu (24/5/2025). Gubernur Jakarta Pramono Anung resmi mencanangkan hari ulang tahun (HUT) ke-498 Jakarta dan revitalisasi Blok M Hub serta menargetkan Jakarta berada di posisi ke-58 sebagai kota global pada 2029. Selain itu, proyek Blok M Hub ini akan dimulai dengan pembangunan jalur pedestrian dan sistem integrasi transportasi umum.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
24-05-2025

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta sedang memperluas jalur pedestrian untuk meningkatkan kenyamanan warga saat beraktivitas di Blok M.

”Blok M dipersiapkan untuk jangka panjang, termasuk penataan tiga taman utama, Ayodya, Langsat, dan Leuser. Mudah-mudahan dengan penataan ini kawasan Blok M menjadi salah satu hub baru dan pusat ekonomi baru di Jakarta,” kata Pramono.

Revitalisasi Blok M Hub menjadi salah satu langkah DKI Jakarta dalam mengukuhkan diri sebagai ”Kota Global dan Berbudaya”, yang menjadi tema utama peringatan ulang tahun Jakarta ke-498. Dengan fasilitas modern dan semangat pembaruan, kawasan ini diharapkan mampu menyatukan masa lalu dan masa depan kota dalam denyut kehidupan urban yang dinamis.


Kerabat Kerja

Penulis:

Atiek Ishlahiyah Al Hamasy
 | 

Editor:

Harry Susilo
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra