Blok M, Wajah Utama Jakarta sebagai Kota Global

Blok M sebagai salah satu pusat kegiatan warga Jakarta akan ditata kembali agar menjadi kawasan terintegrasi dan inklusif.

23 Mei 2025 17:17 WIB · Metro

Oleh Fransiskus Wisnu Wardhana Dhany

JAKARTA, KOMPAS — Blok M disiapkan sebagai hub utama Jakarta menuju kota global. Salah satu pusat kegiatan warga itu ditata kembali agar menjadi kawasan terintegrasi dan inklusif.

Pencanangan Blok M sebagai hub utama akan mengawali rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Ke-498 Jakarta, yang jatuh pada 26 Juni. Rangkaian kegiatan bertema ”Jakarta Kota Global dan Berbudaya” ini dimulai pada Sabtu (24/5/2025) di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu.

Pemprov DKI Jakarta dalam keterangannya menyebut, Jakarta Kota Global dan Berbudaya merepresentasikan wajah baru sebagai kota global yang inklusif, kreatif, dan penuh semangat kolaborasi.

Salah satu wajah baru ini ialah pembangunan trotoar dan saluran di Jalan Falatehan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjaunya pada Jumat (23/5/2025) pagi hingga siang.

Menurut Pramono, Blok M akan dibenahi secara khusus, dimulai dari jalur pedestrian hingga berfungsi sebagai salah satu hub utama di Jakarta.

Sebagai contoh, Blok M terkoneksi dengan Alam Sutera dan PIK 2 dengan layanan Transjabodetabek oleh Transjakarta. Ini akan menambah keramaian kawasan sehingga perlu penataan yang komprehensif.

Dinas Bina Marga DKI Jakarta akan menyambungkan jalur pedestrian yang belum selesai. Panjangnya mencapai 1,3 kilometer. Selanjutnya layanan Transjakarta dan MRT Jakarta akan menyesuaikan titik-titik yang menjadi tanggung jawabnya di Blok M.

”Blok M dipersiapkan untuk jangka panjang, termasuk penataan tiga taman utama, Ayodya, Langsat, dan Leuser. Mudah-mudahan dengan penataan ini kawasan Blok M menjadi salah satu hub baru dan pusat ekonomi baru di Jakarta,” kata politisi PDI Perjuangan itu.

Warga berjalan di samping kali di kawasan Jalan Jati Bunder, Tanah Abang, Jakarta, Rabu (8/1/2025). Penataan permukiman kumuh dan penyediaan hunian layak menjadi salah satu janji Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Pramono Anung-Rano Karno. Pasangan itu menjanjikan Jakarta sebagai kota layak huni dengan jangkauan angkutan umum dan sanitasi yang memadai. Saat ini penataan RW kumuh sudah dilaksanakan pada 282 RW dari 445 RW sasaran. Penataan untuk peningkatan kualitas permukiman itu meliputi aspek fisik lingkungan, sosial budaya, dan ekonomi masyarakat. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 08-01-2025

Wajah kota global

Bagaimana kota Jakarta menyiapkan diri sebagai kota global juga disampaikan dalam rapat paripurna di DPRD DKI Jakarta pada Jumat siang. Rapat membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025-2029, Raperda tentang Kawasan Tanpa Rokok, dan Raperda tentang Penyelenggaraan Pendidikan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan bahwa visi Jakarta 2025-2029 adalah ”Kota Global dan Pusat Perekonomian yang Berdaya Saing, Berkelanjutan, dan Menyejahterakan Seluruh Warganya”. Untuk mewujudkannya terdapat lima misi.

Secara berturut-turut, misi itu adalah mewujudkan masyarakat megapolitan yang berdaya dan sejahtera dengan fokus pada pendidikan, kesehatan, kesetaraan jender, dan budaya untuk menciptakan warga yang kuat, kompetitif, berdaya, dan berbudaya.

Pusat ekonomi inovatif dengan pembangunan dan akses sumber daya yang merata. Tujuannya pada pengembangan ekonomi kota berbasis inovasi berkelanjutan, peningkatan kesempatan kerja dan jaminan kesejahteraan sosial.

Manajemen kota modern yang akuntabel dan responsif untuk layanan publik yang optimal, melalui reformasi birokrasi, transformasi digital, dan peningkatan kualitas layanan publik. Jakarta berupaya menjadi kota yang andal, efisien, dan transparan.

Ruang kota layak huni, berketahanan, dan berkelanjutan. Fokusnya pada pembangunan infrastruktur untuk mewujudkan kota layak huni melalui peningkatan akses air bersih, sanitasi, hunian terjangkau, serta ketahanan terhadap bencana dan perubahan iklim.

Misi terakhir ialah mewujudkan konektivitas dan sinergi kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya melalui optimalisasi pergerakan manusia dengan meningkatkan kemudahan akses ke berbagai lokasi, meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan transportasi publik, serta mengembangkan berbagai kawasan strategis sebagai simpul aktivitas perkotaan.

Sebelum menyudahi rapat paripurna, legislatif mengingatkan agar Pemprov DKI Jakarta tak hanya meningkatkan konektivitas dengan Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi lewat Transjabodetabek.

Sebab, masih ada wilayah di tepian Jakarta yang belum terjangkau mikrotrans, layanan angkot Rp 0 dari Transjakarta. Salah satunya di Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara.

Setidaknya ada 35.000 keluarga di kawasan tersebut. Dengan asumi satu keluarga terdiri atas empat orang, ada 140.000 warga membutuhkan mikrotrans. Dinas Perhubungan DKI Jakarta diharapkan segera merealisasikan trayek itu.

Warga melintasi mural bertema Jakarta Kota Global di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (18/2/2025). Tantangan yang dihadapi Jakarta untuk menjadi kota global tidak sekadar skala lokal dan regional sehingga perlu menjadi perhatian bersama.

Ancang-ancang

Sebagaimana diketahui, status ibu kota beralih dari Jakarta ke Nusantara di Kalimantan Timur sesuai ketentuan Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara. Namun, pemindahan ibu kota masih menanti keputusan presiden.

Jakarta selepas ibu kota bakal menjadi daerah khusus dengan visi misi kota global. Ini termaktub dalam UU Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta.

Dalam sesi pleno Jakarta Investment Festival 2024 di The St Regis, Jakarta Selatan, Jumat (6/9/2024), Jakarta disebut tetap memainkan peran penting sebagai pusat perdagangan, jasa keuangan, dan bisnis dengan kontribusi sekitar 16,67 persen terhadap perekonomian nasional dengan jumlah penduduk 10,7 juta jiwa.

Begitu juga perannya dalam perdagangan dan sirkulasi keuangan Indonesia. Setidaknya hingga 70 persen dari jumlah uang beredar negara mengalir melalui Jakarta.

Aliran dana yang signifikan ini merupakan peran penting Jakarta dalam perekonomian nasional, memosisikannya sebagai kota yang sangat diperlukan untuk kemakmuran dan stabilitas Indonesia.

Semua itu menunjukkan ada game changer untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota global. Salah satunya akselerasi Jakarta sebagai kontributor terbesar pada perekonomian Indonesia dan sebagai kota global.

Caranya dengan memperkuat sektor-sektor seperti industri teknologi tinggi, UMKM, ekonomi biru, serta ekspansi pasar dan area ekonomi baru berupa revitalisasi.

Perkuatan tersebut membutuhkan strategi yang fokus pada iklim investasi yang atraktif, membina kemitraan forum bisnis, meningkatkan dan mengintegrasikan sistem perizinan, mempromosikan pembangunan kota hijau berkelanjutan, membangun infrastruktur berkelanjutan, serta memberdayakan UMKM.


Kerabat Kerja

Penulis:

Fransiskus Wisnu Wardhana Dhany
 | 

Editor:

Harry Susilo
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar