Mesir Bantu Pencarian Jenazah Sandera di Gaza

Mesir mengerahkan tim dan alat berat di Gaza.

27 Okt 2025 08:53 WIB · Internasional

AP/Abdel Kareem Hana

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Truk yang mengangkut belasan buldoser dan peralatan berat dari Mesir berbaris menunggu antrean pemeriksaan oleh otoritas Israel di perbatasan gerbang Mesir di persimpangan Rafah, Minggu (26/10/2025). Truk-truk itu antre bersama truk lain berisi bantuan bahan makanan.

Rekaman AFP menunjukkan konvoi Mesir di Gaza membawa tim penyelamat dan alat berat untuk mempercepat pencarian sisa-sisa jenazah sandera Israel di reruntuhan wilayah Palestina yang hancur. Truk-truk pengangkut mengibarkan bendera Mesir sambil membunyikan klakson dan menyalakan lampu saat menuju komite bantuan Mesir yang berpusat di Al-Zawayda.

Kendaraan yang mengangkut alat berat berbaris di sisi Mesir dari persimpangan perbatasan Rafah dengan Jalur Gaza pada Minggu (26/10/2025).
Sebuah kendaraan yang mengangkut alat berat Mesir melaju di sisi Mesir dari persimpangan perbatasan Rafah dengan Jalur Gaza pada Minggu (26/10/2025).
Buldoser dan truk antre memasuki gerbang Mesir di persimpangan Rafah untuk diperiksa oleh otoritas Israel sebelum memasuki Jalur Gaza, Minggu (26/10/2025).
Warga Palestina menonton ekskavator dan beberapa pekerja dari Mesir yang mencari mayat sandera di kota Hamad, di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, Minggu (26/10/2025).
Anak-anak menjadikan upaya pencarian jenazah sandera dengan alat berat sebgai tontonan di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, Minggu (26/10/2025).

Beberapa jam kemudian belasan peralatan berat itu terlihat menggali gundukan reruntuhan bangunan di kota Hamad, Khan Younis di Jalur Gaza selatan. Mereka memfokuskan pencarian di areal reruntuhan bangunan yang diperkirakan tempat penyimpanan mayat sandera Israel yang telah tewas.

Hamas telah memperluas pencarian jenazah sandera di Jalur Gaza setelah Mesir mengerahkan tim ahli dan peralatan berat untuk membantu mereka. Berdasarkan gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober, Hamas diharuskan mengembalikan jenazah semua sandera sesegera mungkin. 

Suasana saat pekerja dari Mesir mencari mayat sandera di Kota Hamad, di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, Minggu (26/10/2025).

Israel telah setuju untuk mengembalikan 15 jenazah warga Palestina untuk setiap sandera. Sampai saat ini, Hamas telah menyerahkan 20 sandera dalam keadaan hidup dan telah mengembalikan jenazah 15 sandera. Namun, Hamas belum menyerahkan satu pun jenazah sandera dalam lima hari terakhir. Adapun Israel telah mengembalikan jenazah 195 warga Palestina walau banyak di antaranya tidak teridentifikasi.

Pencarian dengan alat berat ini menjadi tontonan penduduk dan anak-anak. Sedikit demi sedikit tumpukan reruntuhan bangunan itu dipindahkan. Debu yang mengepul dari aktivitas ini tidak mengurangi minat warga dan anak anak untuk terus menyaksikan proses pencarian.

Seorang wanita Palestina yang menggendong anaknya berjalan melewati masjid yang hancur di kota Gaza, Minggu (26/10/2025).
Warga Palestina menonton peralatan dan beberapa pekerja dari Mesir mencari mayat sandera di kota Hamad, di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, Minggu (26/10/2025).
Warga Palestina mengumpulkan air di tengah reruntuhan kota Gaza, Minggu (26/10/2025).
Suasana pagi di tempat pembuangan sampah di kota Gaza, Sabtu (25/10/2025).
Warga Palestina mencari kayu bakar dan plastik di tempat pembuangan sampah di kota Gaza, Sabtu (25/10/2025).

Kepala Hamas di Gaza, Khalil al-Hayya, mengatakan, kelompoknya mulai mencari daerah baru untuk menemukan jenazah 13 sandera yang tersisa. Hamas telah berulang kali mengatakan, upaya untuk mengambil sisa-sisa jenazah menghadapi tantangan karena kerusakan besar-besaran.

Sebuah tim Mesir dengan berbagai peralatan, termasuk ekskavator dan buldoser yang memasuki Gaza pada hari Sabtu (25/10/2025), adalah bagian dari upaya mediator untuk memperkuat gencatan senjata, kata pejabat Mesir yang menolak disebutkan identitasnya. Tim ini akan bergabung dengan kelompok Hamas dalam upaya menemukan jenazah sandera.

Seorang anak laki-laki dari keluarga al-Yaziji berjalan di atas reruntuhan rumah tiga lantai keluarganya yang hancur di daerah al-Nafaq di lingkungan Sheikh Radwan di Kota Gaza, Jumat, (24/10/2025).

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari Sabtu telah memperingatkan bahwa ia mengawasi dengan sangat ketat untuk memastikan Hamas mengembalikan lebih banyak jenazah dalam 48 jam ke depan. Seperti biasa, Trump menuliskan pesan itu di media sosial Truth miliknya. (AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Demitrius Wisnu Widiantoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan