PIALA DUNIA 2026

Messi! Messi! Messi!

Sang megabintang kembali menunjukkan sinarnya. Lionel Messi mencetak sejarah saat membawa Argentina menggulung Aljazair, 3-0, dalam laga Piala Dunia 2026.

17 Jun 2026 12:22 WIB · Olahraga

Getty Images via AFP/Charlotte Wilson

Oleh Mohamad Final Daeng

KANSAS CITY, RABU — Nama di judul di atas mewakili tiga gol yang dicetak Lionel Messi pada laga Argentina kontra Aljazair di penyisihan Grup J Piala Dunia 2026. Para pendukung Argentina yang memenuhi stadion pun meneriakkan nama itu berulang-ulang dalam euforianya. Messi! Messi! Messi!

Dalam laga yang digelar di hadapan 69.000 penonton yang memenuhi Kansas City Stadium, Amerika Serikat, Rabu (17/6/2026) pagi WIB, itu Argentina menggulung Aljazair, 3-0. Messi memborong semua gol tersebut pada menit ke-17, menit ke-60, dan menit ke-76.

Bukan sekadar memastikan pijakan awal yang kokoh bagi tim ”Tango” dalam upaya mempertahankan gelar, hattrick tersebut juga bermakna historis bagi Messi. Trigol itu merupakan hattrick pertamanya di Piala Dunia, ajang yang telah dia ikuti sebanyak enam edisi berbeda dengan total 27 penampilan.

Hattrick itu juga memastikan namanya kini sejajar dengan Miroslav Klose, bomber Jerman yang selama ini bercokol sendirian di puncak pencetak gol terbanyak Piala Dunia dengan 16 gol. Rekor itu kemungkinan besar akan terlampaui mengingat perjalanan Argentina dan Messi di Piala Dunia ini tampaknya masih panjang.

KANSAS CITY, MISSOURI - JUNE 16: Fans of Argentina celebrate the team's 3-0 victory in the FIFA World Cup 2026 Group J match between Argentina and Algeria at Kansas City Stadium on June 16, 2026 in Kansas City, Missouri.   Michael Steele/Getty Images/AFP (Photo by MICHAEL STEELE / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Partai melawan Aljazair sekaligus membuktikan kepada dunia bahwa penyerang berusia hampir 39 tahun itu masih prima dan berbahaya. Messi tak kehilangan sentuhan, pergerakan, visi, serta penyelesaian akhir yang selama ini menjadi kekuatannya.

Akurasi tinggi

Dalam laga itu, Messi tercatat menghasilkan enam percobaan gol dengan empat di antaranya tepat sasaran. Artinya, dengan torehan tiga gol, tingkat keberhasilan Messi sebesar 75 persen. Semua itu dilakukan dalam waktu 80 menit sebelum ditarik keluar dan digantikan Nico Paz.

Quote

Dia mau meninggalkan arena di level tertinggi.

”Messi berusia 39 tahun minggu depan. Tetapi, wow, dia sangat siap untuk pertandingan ini dan sangat menginginkannya. Dia bergerak sangat banyak dan melakukan lebih banyak ketimbang yang mungkin kita harapkan. Dia mau meninggalkan arena di level tertinggi,” ujar jurnalis sepak bola Amerika Latin, Tim Vickery, kepada BBC Sport.

Argentina menurunkan enam pemain yang sama saat starting line-up final Piala Dunia 2022 melawan Perancis. Mereka adalah kiper Emiliano Martinez, bek tengah Cristian Romero, gelandang Enzo Fernandez, Rodrigo De Paul, serta Alexis Mac Allister, dan tentu saja Messi.

Infografik Top Scorer Piala Dunia Sepanjang Masa

Namun, empat pemain lain sebenarnya juga masuk dalam skuad saat itu sebagai pelapis, yakni bek Lisandro Martinez dan Gonzalo Montiel, gelandang Thiago Almada, serta striker Lautaro Martinez. Hanya bek kiri Facundo Medina yang merupakan nama baru.

Adapun Aljazair turun dengan mengandalkan motor Ibrahim Maza dan penyerang Amine Gouiri serta Fares Chaibi. Duo bek sayap Rayan Ait-Nouri dan Rafik Belghali pun dipasang untuk menyisir tepian pertahanan Argentina.

Namun, Pelatih Vladimir Petkovic memutuskan menyimpan dua peluru andalannya, yakni penyerang tersubur Mohamed Amoura dan gelandang veteran Riyad Mahrez. Kedua pemain itu baru dimasukkan pada menit ke-64 setelah ”Rubah Gurun” tertinggal dua gol.

Saat peluit awal ditiupkan wasit Szymon Marciniak asal Polandia, kedua tim berupaya mengambil inisiatif. Aljazair di luar dugaan berani bermain keluar dan melakukan pressing tinggi saat kehilangan bola di wilayah Argentina.

Fans watch Argentina’s Lionel Messi on a giant screen during the World Cup soccer match between Argentina and Algeria in Buenos Aires, Argentina, Tuesday, June 16, 2026.. (AP Photo/Rodrigo Abd)

Gebrakan pertama diperoleh Argentina pada menit ke-5. Messi yang mendapat umpan terobosan di dalam kotak penalti langsung menyambut dengan sepakan yang menjebol gawang Aljazair. Akan tetapi, hakim garis mengangkat bendera karena posisinya offside tipis.

Tak lama berselang, giliran Aljazair menyentak seisi stadion saat Chaibi membobol gawang Emi Martinez. Namun, gol cantiknya itu juga dianulir wasit setelah tinjauan VAR menunjukkan posisinya offside.

Argentina kemudian lebih sering bermain delay di lini tengah untuk memancing pemain Aljazair naik atau mencari celah menerobos. Taktik itu pun berhasil. Dalam satu penguasaan bola di tengah lapangan, De Paul melihat lubang di lini pertahanan Aljazair untuk memberikan umpan ke Messi.

Operan itu pun disambut ”La Pulga” dengan tembakan keras kaki kiri dari luar kotak penalti. Bola sebenarnya sempat dijangkau jari kiper Luca Zidane, tetapi terlalu deras sehingga tetap melesat mulus ke pojok kiri atas gawang.

Setelah gol pertama itu, Argentina masih tampil dengan pola serupa. Mereka melindungi penguasaan bola dengan baik. Sesekali, Aljazair berupaya membangun serangan, tetapi selalu kehilangan bola di sepertiga pertahanan Argentina.

Pada awal-awal babak kedua, Pelatih Argentina Lionel Scaloni memasukkan Nahuel Molina, Nico Gonzalez, dan Julian Alvarez menggantikan Montiel, Almada, dan Lautaro. Penyegaran itu terbukti ampuh menambah daya gedor tim. Tak lama setelah itu, pada menit ke-60, Messi mencetak gol keduanya.

Quote

Leo adalah pemain terpenting dari semuanya. Dan kami harus membangun tim di sekitar dia, di mana dia merasa nyaman.

Bermula dengan tembakan keras Mac Allister dari tengah lapangan, bola yang meluncur deras itu tak bisa ditangkap bersih oleh Zidane. La Pulga lalu dengan cepat menyambar bola muntahan tersebut ke gawang sang putra legenda Perancis, Zinedine Zidane, itu.

Messi pun menutup pesta Argentina pada menit ke-76. Berawal dari kerja sama dengan Gonzalez, Messi yang mendapat ruang tembak di tepian luar kotak penalti melesakkan bola ke tiang kanan gawang. Lagi-lagi, bola yang meluncur presisi itu tak bisa dijangkau Zidane.

Pendukung Argentina mengikat bendera bergambar Lionel Messi ke pohon saat para pendukung berkumpul di Mill Creek Park, Kansas City, Missouri, Senin (15/6/2026).

Michael Steele/Getty Images/AFP (Foto oleh MICHAEL STEELE / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

KANSAS CITY - JUNE 15: Argentina supporters tie a flag showing Lionel Messi to a tree as supporters gather at Mill Creek Park on June 15, 2026 in Kansas City, Missouri.   Michael Steele/Getty Images/AFP (Photo by MICHAEL STEELE / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Messi pembeda

Seusai laga, bek Aljazair, Aissa Mandi, mengakui Messi menjadi faktor pembeda pada laga tersebut. ”Apa yang membuat perbedaan adalah mereka memiliki pemain yang tidak memaafkan. Hampir semua peluang berujung di dalam jala,” kata pemain yang membela Lille ini.

Dia menambahkan, Messi boleh jadi merupakan pemain terbaik sepanjang masa dengan penampilan mengagumkan. ”Kami tahu itu dan kami berupaya untuk membatasinya semaksimal mungkin, tetapi itu tak berhasil,” ucapnya.

Sementara Mac Allister tak bisa berkata-kata tentang performa brilian rekan setimnya tersebut. ”Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkannya,” ujarnya.

Gelandang Liverpool itu juga menegaskan kepada siapa pun yang berpikir Argentina lebih baik tanpa Messi, hari ini telah membuktikan sebaliknya. ”Leo adalah pemain terpenting dari semuanya. Dan kami harus membangun tim di sekitar dia, di mana dia merasa nyaman,” ucapnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Mohamad Final Daeng
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar