Sejak Bashar al-Assad meninggalkan Suriah, istana dan rumahnya dijarah warga. Kini rakyat Suriah berwisata melihat kemewahan istana keluarga Assad.
12 Des 2024 09:00 WIB · Internasional
Rumah dan istana mantan Presiden Suriah Bashar al-Assad kini menjadi pusat ”wisata” warga sejak kejatuhan Assad, Minggu hingga Rabu (8-11/12/2024). Abu Omar (44), seorang warga yang menentang Assad, mendatangi kediaman Assad merasa pening dan terkejut melihat kemewahan rumah dinasti politik Assad tersebut.
Bagi rakyat Suriah, kemewahan itu seperti mimpi. Sekurangnya 70 persen rakyat Suriah hidup dalam kemiskinan akibat perang saudara dan sanksi ekonomi bertahun-tahun.
”Saya memotret karena sangat gembira bisa memasuki rumah dia,” kata Omar seraya menunjukkan aneka foto isi rumah Assad yang difoto dengan telepon genggamnya.
Wartawan AFP melihat, Abu Omar adalah satu dari belasan orang yang memasuki rumah Assad setelah Bashar al-Assad lari dari Suriah dan terbang ke Moskwa, Rusia.
”Saya datang untuk balas dendam terhadap penindasan Assad,” kata Omar yang memasuki rumah tiga lantai yang berada di kawasan mewah Maliki di Damaskus.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/12/5e2c6bf31bef27f002a1ae690f6f8e47-SYRIA_CONFLICT_126036925.jpg)
Berduyun-duyun warga, perempuan, lelaki, anak-anak, memasuki rumah Assad dan taman di dalam rumah. Berbagai barang dijarah dari dalam rumah, menyisakan lukisan Assad tergeletak di lantai.
Pada saat sama, warga turun ke jalan-jalan Damaskus merayakan tumbangnya pemerintahan Bashar al-Assad.
Sejak Minggu (8/12/2024) beredar video masyarakat mengintip kamar tidur Assad yang sebelumnya tidak terjangkau warga. Warga yang memasuki rumah Assad mengambil berbagai benda yang bisa dibawa, seperti pakaian, gaun, piring mewah, dan aneka barang hingga tas belanja Louis Vuitton.
”Dijual murah, dijual murah,” terlihat seorang pria dalam rekaman video mengacungkan berbagai barang dari rumah Assad.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/09/2b4030f6e925c2348f40094fc30a21b5-AFP_36PW96V.jpg)
Sementara itu, Istana Assad berdiri di wilayah Mezzeh. Istana dengan bangunan seluas 3,1 hektar itu berdiri di atas sebuah bukit. Seluruh bukit menjadi bagian dari komplek Istana yang dirancang arsitek Jepang, Kenzo Tange, dan gerbang istana dirancang seniman Yahudi Suriah, Maurice Nseiri.
Lokasi Istana Rakyat itu berada tidak jauh dari Bandara Damaskus berjarak sekitar 4 kilometer menuruni bukit lewat Jalan 7 April yang berada di depan Istana.
Keluarga Assad dalam laporan media Inggris, Guardian, diperkirakan memiliki kekayaan 1,6 miliar dollar AS. Berbagai karya seni dan perabotan dijarah warga yang memasuki rumah Assad.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/12/07d9499914d71eb176be0b8793265f83-SYRIA_CONFLICT_126037567.jpg)
Fady Maaz, seorang pesohor media sosial, menampilkan rekamannya menunjukkan kotak pendingin berisi daging beku, berbagai kotak perhiasan yang kosong, dan gudang berisi hadiah dari tamu-tamu VIP Suriah.
Maaz memamerkan koper besar buatan Louis Vuitton seharga 36.500 pound sterling (sekitar Rp 742 juta) yang ditemukannya di salah satu ruangan. Dia juga menunjukkan gym–ruang olahraga–pribadi milik keluarga Assad.
Dalam laporan The New York Times, Selasa (10/12/2024), diberitakan kemewahan Istana Assad. Seluruh lantai istana tersebut menggunakan marmer mewah Carrara dari Tuscany, Italia. Marmer jenis itu ditambang sejak zaman Kekaisaraan Romawi pada awal tarikh Masehi.
Bentangan karpet merah dan gantungan lilin (chandelier) masih terlihat menggantung di sejumlah ruangan Istana. Aneka perabot dari kayu Damaskus dan ukiran-ukiran seni terdapat di beberapa ruangan. Ada perangkat piring mewah buatan Villeroy dan Bosch.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2018/10/13/272e550d-3b49-4003-ad0c-4387623e6b05.jpg)
Abu Oweis (20), seorang kombatan Hayat Tahrir al-Sham (HTS) kelahiran Provinsi Idlib, memandu wartawan The New York Times berkeliling Istana Assad. Di lantai dasar garasi Istana terdapat puluhan mobil mewah dari Rolls Royce perak, Ferrari merah menyala, Aston Martin, Porsche, Mercedes-Benz, hingga kendaran SUV Cadillac hitam.
Di lantai satu istana terdapat ruangan khusus Nyonya Bouthaina Shaaban, seorang perempuan penasihat dari zaman Hafez al-Assad hingga Bashar al-Assad. Terlihat pemandangan indah perbukitan dan ada kamar mandi mewah di ruangan tersebut.
Terdapat rak buku dengan aneka buku tebal, ada plakat bergambar Bashar al-Assad dan majalah Time edisi 1983 yang menampilkan wajah Hafez al-Assad sebagai sampul.
Di sebelah ruangan penasihat Presiden terdapat ruangan Protokol Kepresidenan Suriah. Ada buku besar bertulis Sekolah Protokoler Washington dan buku bertuliskan Honour and Respect.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/12/0d43ac4c9c840b9f887c9d56a19d46c7-TOPSHOT_SYRIA_CONFLICT_126041038.jpg)
Sementara di gudang Istana terdapat tumpukan hadiah dari berbagai kepala negara yang bertamu ke Suriah. Ada patung sepasang unta setinggi 70 sentimeter dengan pelana berhias batu mulia, miniatur istana emas dari Arab Saudi yang diletakkan dalam kotak hijau, foto Ratu Elizabeth II dan Pangeran Phillip bertarikh 2002, dan lain-lain.
Kami tidak dapat apa–apa dari negara. Kalau bersuara akan ditangkap. (Khaled Bakkar)
Adapun di salah satu ruangan staf Istana, di atas meja, ada secangkir kopi yang diminum separuh, lusinan puntung rokok, remote control, dan televisi hancur tercerabut dari dinding. Diduga ruangan itu ditinggalkan secara tergesa-gesa ketika kelompok oposisi Suriah memasuki kota Damaskus.
Seorang warga Damaskus, Khaled Bakkar (58), mengatakan, di Suriah, keluarga Assad hidup seperti raja, sementara rakyat hidup seperti binatang. ”Kami tidak dapat apa–apa dari negara. Kalau bersuara akan ditangkap,” kata Bakkar.
Putrinya, dokter Batoul Bakkar (28), adalah internis di rumah sakit pemerintah dengan gaji kecil. Dia menceritakan, sulitnya hidup karena sanksi ekonomi. ”Kita masih khawatir dengan masa depan Suriah, tetapi kami berharap kami akan hidup lebih baik,” kata Batoul Bakkar. (AFP)
Penulis:
Iwan SantosaEditor:
Muhammad Samsul Hadi, Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan