LIGA SPANYOL

Mimpi Buruk Real Madrid dari Masa Lalu

Upaya Real Madrid menjauh dari kejaran Barcelona kandas di markas Osasuna. Kekalahan di Stadion El Sadar tiada ubahnya panggilan mimpi buruk dari masa lalu.

22 Feb 2026 05:17 WIB · Olahraga

AFP

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

PAMPLONA, MINGGU — Setelah 15 tahun, Real Madrid akhirnya merasakan kekalahan pertama di markas Osasuna, Stadion El Sadar, Pamplona. Mimpi buruk dari masa lalu itu justru hadir di saat ”Los Blancos” membutuhkan poin penuh demi menjauh dari kejaran Barcelona.

Memulai laga dengan lebih dominan, Real pada akhirnya pulang dengan tangan hampa setelah takluk 1-2. Hasil ini mengingatkan suporter Real terhadap kekalahan tipis serupa 15 tahun lalu di Stadion El Sadar. Kala itu Real kalah 0-1 dan mengakhiri musim dengan finis di posisi kedua klasemen akhir, di bawah Barca yang menjadi juara. Tiada trofi yang berhasil dimenangkan Real musim itu.

”Tidak ada yang suka kalah, apalagi kami. Ini akan menjadi musim yang panjang dan saya pikir masih banyak yang harus dikejar. Kami kurang ritme di babak pertama dan itulah yang kami lewatkan,” kata Pelatih Real Alvaro Arbeloa, dalam konferensi pers seusai laga, dikutip dari Mundo Deportivo, Minggu (22/2/2026) dini hari WIB.

Selama ini Stadion El Sadar senantiasa menjadi arena yang cenderung bersahabat dengan Real. Sejak terakhir kali kalah di El Sadar pada musim 2010-2011, Real total telah mengemas tujuh kemenangan dan empat kali imbang di sana. Untuk itulah, lawatan ke El Sadar seperti memberikan jaminan bagi Real untuk memperlebar jarak dengan Barca menjadi lima poin.

Akan tetapi, yang terjadi di atas lapangan justru tidak sesuai dengan bayangan awal. Osasuna yang tampil secara terorganisir ternyata mampu meredam agresivitas Real sejak laga dimulai.

Para pemain Osasuna merayakan kemenangan atas Real Madrid pada laga La Liga, di Pamplona, Minggu (22/2/2026) dini hari WIB.

Osasuna bahkan sanggup beberapa kali mengancam lewat serangan balik, salah satunya peluang sepakan kaki kiri Ante Budimir yang masih melenceng tipis dari gawang Thibaut Courtois.

Secara garis besar, upaya serangan Osasuna dimulai dari sisi kiri pertahanan Real yang dikawal Alvaro Carreras. Mereka memanfaatkan keengganan Vinicius Junior membantu pertahanan sehingga Carerras dan Eduardo Camavinga berjibaku menghalau serangan lawan.

Budimir menjadi pemain yang paling mengancam gawang Real. Penyerang berpaspor Kroasia itu nyaris membawa Osasuna unggul lebih dulu lewat sundulannya yang masih terbentur tiang gawang.

Sisi kiri pertahanan Real menjadi awal mula petaka sat gol pertama Osasuna tercipta dari eksekusi penalti Budimir. Setelah lepas dari kawalan David Alaba, manuver Budimir dihentikan Courtois. Wasit Alejandro Gonzalez awalnya memberikan kartu kuning kepada Budimir karena dinilai melakukan diving.

Namun, setelah peninjauan terhadap asisten wasit video (VAR), hukuman kepada Budimir dicabut. Gonzalez merevisi keputusannya lalu berbalik memberi penalti yang sukses dikonversi menjadi gol oleh Budimir.

”Ada beberapa keputusan wasit yang sangat adil yang menguntungkan mereka. Tetapi, kami belum menampilkan performa terbaik. Bermain dari Rabu hingga Minggu bukanlah hal yang mudah. ​​Kami tahu bahwa Real Madrid selalu harus tampil maksimal,” kata Arbeloa.

Ekspresi gelandang Real Madrid Aurelien Tchouameni setelah pemain Osasuna mencetak gol pada laga La Liga di Pamplona, Minggu (22/2/2026) dini hari WIB.

Pada laga ini Arbeloa mengejutkan banyak orang dengan merombak susunan pemain belakang Real dari laga kontra Benfica pada playoff 16 besar Liga Champions. Dia mengistirahatkan Dean Huijsen, Trent Alexander-Arnold, dan Antonio Ruediger.

Duet bek tengah diisi Raul Asencio dan David Alaba, sementara keputusan Arbeloa memainkan Dani Carvajal menggantikan Trent cukup menarik. Carvajal sebelumnya mengeluhkan minimnya menit bermain musim ini. Di lini serang, Arbeloa memainkan Kylian Mbappe yang belum sepenuhnya pulih dari masalah di lutut kirinya.

Keputusan memainkan Mbappe sejak awal pun tidak terbukti efektif. Mbappe tidak begitu tajam dengan hanya melepaskan dua tembakan yang satunya menjadi gol, tetapi dianulir akibat off-side. Selebihnya, Mbappe minim kontribusi. Dia pun hanya mencatatkan empat sentuhan di area kotak penalti Osasuna.

Dipimpin Vinicius

Di saat Mbappe tampil melempem, Vinicius Junior memimpin lini serang Real. Penyerang sayap asal Brasil itu memperlihatkan ketajamannya dengan mencetak gol penyeimbang pada menit ke-73, setelah sukses memaksimalkan umpan silang Federico Valverde.

Gol Vinicius membuat pertandingan jadi lebih menegangkan. Dengan sisa waktu yang kian menipis, kesalahan sekecil apa pun akan mengubah hasil akhir laga.

Bek Osasuna Alejandro Catena berebut bola dengan penyerang Real Madrid Vinicius pada laga La Liga di Pamplona, Minggu (22/2/2026) dini hari WIB.

Kesalahan pada akhirnya dilakukan oleh Real. Operan pendek Dani Ceballos tidak mampu digapai Asencio. Bola direbut Raul Moro yang dengan beberapa kali sentuhan langsung menyodorkannya kepada Garcia untuk dikonversi menjadi gol.

Dari sana perayaan besar dimulai di El Sadar. Suporter Osasuna bergemuruh menyambut kemenangan langka dari 15 tahun silam.

”Gol saya adalah sebuah permainan yang sering saya lakukan. Saya mencetak beberapa gol seperti itu di Divisi Dua. Saya melihat bek lawan datang dengan cepat, saya tahu dia akan terjatuh, saya tetap tenang untuk menusuk ke dalam dan saya berhasil mencetak gol,” kata Garcia dikutip dari DAZN.

Kekalahan ini sangat mungkin menggoyang posisi Real di puncak klasemen. Barca sudah pasti akan memanfaatkan momentum ini untuk mengalahkan Levante dan kembali menggulingkan Real. Arbeloa berharap hasil minor ini tidak memengaruhi kepercayaan diri para pemainnya jelang menjamu Benfica pekan depan.


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra