Jonatan Christie kalah dalam penampilan pertamanya pada 2025. Dia tersingkir di babak awal turnamen bulu tangkis Malaysia Terbuka.
08 Jan 2025 14:28 WIB · Olahraga
KUALA LUMPUR, RABU — Turnamen bulu tangkis internasional pertama dalam kalender BWF pada 2025, Malaysia Terbuka, tak bersahabat bagi pemain unggulan. Banyak yang tersingkir pada penampilan pertama di tahun ini.
Di antara mereka yang langkahnya langsung dihentikan lawan di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, adalah tunggal putra asal Indonesia, Jonatan Christie. Unggulan ketiga itu dikalahkan pemain Perancis, Toma Junior Popov, yang selalu dikalahkan pada empat pertemuan lain.
Popov, pemain peringkat ke-19 dunia, selalu memberikan perlawanan tangguh pada Jonatan dalam pertemuan sebelumnya dengan tiga kali bermain dalam tiga gim. Akhirnya, dia mengalahkan juara All England itu di Malaysia Terbuka dengan skor 21-8, 14-21, 26-24 pada match point keempat. Popov menggagalkan dua match point Jonatan pada kedudukan 19-20 dan 21-22.
”Toma sangat siap hari ini, terlihat dari kemampuannya untuk mengontrol permainan lebih cepat dibandingkan saya. Saya sebenarnya memiliki kesempatan menang, tetapi kurang tenang dalam penyelesaian,” tutur Jonatan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/08/9eea968cc4efc4b55e370ba94b313b92-JonatanMulyo_R32_MalaysiaOpen2025_PBSI_20240108.jpg)
Pada pertandingan itu, salah satu dari dua wakil tunggal putra Indonesia, selain Anthony Sinisuka Ginting, tersebut didampingi Mulyo Handoyo sebagai koordinator pelatih pelatnas bulu tangkis Indonesia yang juga menjadi pelatih tunggal putra. Mulyo menjadi salah satu dari sebagian besar pelatih baru dalam pelatnas pada periode 2024-2028.
Jonatan pun menyatakan bahwa dirinya masih dalam masa penyesuaian dengan cara melatih Mulyo. ”Tetapi, saya yakin, dengan kualitas beliau, kerja sama kami akan membuahkan peningkatan ke depan,” kata Jonatan yang akan melanjutkan perjalanan ke turnamen India Terbuka, 14-19 Januari.
Pemain unggulan lain yang tersingkir pada babak pertama, Selasa hingga Rabu siang, antara lain Viktor Axelsen sebagai unggulan keempat tunggal putra. Dia kalah dari Lee Cheuk Yiu (Hong Kong) 17-21, 13-21 pada Selasa. Unggulan keempat, Gregoria Mariska Tunjung, dan Tomoka Miyazaki (6), juga kalah pada babak pertama tunggal putri. Gregoria disingkirkan ”adiknya” di pelatnas, Putri Kusumawardani, 8-21, 14-21, pada Selasa malam.
Pada ganda putra, tiga pasangan unggulan tersisih pada hari pembuka, yaitu unggulan teratas Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark), Goh Sze Fei/Nur Izuddin (Malaysia/3), dan He Ji Ting/Ren Xiang Yu (China/6).
Tuan rumah juga kehilangan unggulan ketiga ganda putri, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan, yang kalah dari pasangan baru Indonesia, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Lanny Tria Mayasari, 19-21, 21-14, 13-21.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/08/999686197a0d1bd121568fde611a3a1f-LannyFadia3_R32_MalaysiaOpen2025_PBSI_20240107.jpg)
”Kami cukup puas dengan performa hari ini, tapi harus tetap dievaluasi untuk berikutnya. Penampilan kami harus meningkat. Salah satu yang penting dari kemenangan kami tidak lepas dengan hadirnya Kak Nitya (Krishinda Maheswari) dan Cik Shendy (Puspa Irawati) di kursi ofisial, mereka selalu mengingatkan untuk fokus poin demi poin,” ujar Fadia.
Nitya dan Shendy, seperti disebutkan Fadia, adalah mantan atlet ganda putri. Di PP PBSI kepengurusan 2024-2028, Nitya menjadi bagian dari pelatih ganda putri pelatnas utama, sementara Shendy menjadi staf koordinator penunjang.
Kekalahan pada babak pertama juga dialami unggulan kelima ganda putri dari Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi, saat melawan Hsieh Pei Shan/Hung En Tzu (Taiwan). Hanya pada ganda campuran, enam dari delapan unggulan bisa melewati babak pertama hingga Rabu siang, salah satunya adalah pasangan Indonesia, Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja. Bagi unggulan kelima tersebut, Malaysia Terbuka menjadi turnamen terakhir sebagai pasangan sebelum Dejan berduet dengan Fadia sebagai pemain pelatnas, dan Gloria bermain bersama Rehan Naufal Kusharjanto yang berlatih di PB Djarum.
Malaysia Terbuka menjadi salah satu dari empat turnamen BWF World Tour 2025 pada Januari. Persaingan pemain-pemain top dunia langsung dimulai pada turnamen berlevel tinggi, yaitu Super 1000. Setelah itu, ada tiga turnamen lain dalam tiga pekan beruntun, yaitu India Terbuka Super 750, Indonesia Masters Super 500, dan Thailand Masters Super 300.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji