Lebih cepat, lebih tinggi, lebih kuat. Tim atletik Indonesia siap mengemban misi itu di SEA Games Thailand 2025 meski dipatok target rendah.
01 Des 2025 07:01 WIB · Olahraga
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
Sebagai cabang yang melombakan banyak nomor, atletik sebenarnya bisa jadi lumbung medali Indonesia di ajang multicabang seperti SEA Games. Namun, atletik justru hanya ditargetkan meraih empat medali emas di Thailand mendatang. Di sisi lain, para atlet mengemban misi seperti moto Olimpiade: citius, altius, fortius. Untuk menjadi lebih cepat, lebih tinggi, lebih kuat.
Bagi pelari gawang putri Indonesia, Dina Aulia, dan pelatihnya, Fitri ”Ongky” Haryadi, meraih medali emas di SEA Games Thailand 2025 adalah keniscayaan. Target dari Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) kepada mereka memang medali emas. Namun, tanpa ditargetkan pun, kata Ongky, Dina memang sudah berada di jalur meraih prestasi tertinggi di ajang itu.
Saya yakin di Thailand nanti momentumnya Dina meraih medali emas. Karena dari segi catatan waktu, dia memang memimpin di Asia Tenggara.
Optimisme Ongky bukan tanpa alasan. Performa Dina di nomor spesialiasinya, 100 meter lari gawang, terbukti melejit. Catatan waktu atlet asal Kalimantan Selatan ini bahkan meningkat tajam pada 2025. Di Kejuaraan Asia Atletik di Gumi, Korea Selatan, pada Mei lalu, Dina memecahkan rekor nasional dengan 13,11 detik.
Dina berlari lebih cepat hingga 0,40 detik dibandingkan dua tahun lalu ketika tampil di SEA Games Kamboja 2023. ”Saya yakin di Thailand nanti momentumnya Dina meraih medali emas. Karena dari segi catatan waktu, dia memang memimpin di Asia Tenggara,” ucap Ongky, Sabtu (29/11/2025).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/04/22/162144bb-bc7e-4766-9b9f-d74baaadcabf.jpg)
Di SEA Games Kamboja 2023, Dina membawa pulang medali perunggu setelah kalah saing dari pelari Vietnam, Thi My Tien Huynh yang finis 13,50 detik dan Bui Thi Nguyen 13,52 detik. Dina terpaut 0,07 detik dari Thi Nguyen dengan finis 13,59 detik.
Namun, pada tahun ini, Dina melampaui dua lawan yang juga akan jadi pesaing kuat di Thailand nanti. Di Kejuaraan Asia Atletik ketika Dina memecahkan rekor, Thi My Tien Hynh hanya menempati peringkat ketujuh dengan catatan waktu 13,51 detik. Catatan waktu ini juga jadi rekor terbaik Tien Hynh tahun ini. Sementara itu, Bui Thi Nguyen mencatatkan 13,43 detik di Kejuaraan Atletik Hong Kong 2025 sebagai catatan waktu tercepatnya tahun ini.
Bahkan, Ongky mengatakan, Dina berpotensi berlari lebih cepat di Thailand karena di latihan, catatan waktunya jauh lebih tajam. Pelari berusia 22 tahun ini memang terus didorong menambah kecepatan lantaran tak cuma mengincar emas SEA Games, tetapi juga mematok prestasi di Asian Games dan menargetkan kelolosan ke Olimpiade.
”Latihan di Jepang kami manfaatkan untuk memperbaiki teknik dan meningkatkan kekuatan. Aspek kekuatan dan daya ledak ini terbukti menambah kecepatan Dina dalam berlari,” ujar Ongky yang bersama Dina menjalani pemusatan latihan di Jepang sejak 7 September hingga 27 November 2025.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/21/337d11badad216313e7ba65404310b27-FAK_4783.jpg)
Selain Dina, atlet atletik lain yang juga menjalani pemusatan latihan di Sportsland Miyazaki, Jepang, adalah sprinter putra Lalu Muhammad Zohri dan para pelatih estafet, yakni Bayu Kertanegara, Sudirman Hadi, Adith Rico, Wahyu Setiawan, dan Fatah Sidik Jaelani. Adapun Dina memutuskan pulang lebih cepat dari rencana awal, 2 Desember 2025, agar punya waktu aklimatisasi lebih panjang di Jakarta.
Pada nomor atletik lain, yaitu lari jarak jauh, Odekta Elvina Naibaho dan Robi Syianturi juga dikirim untuk menjalani pemusatan latihan di luar negeri. Odekta dan Robi, yang juga andalan meraih medali emas, berlatih di Complete Sports Athletics Training Centre, Eldoret, Kenya.
Sementara itu, atlet-atlet lain berlatih di pemusatan latihan nasional atletik di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Baru pekan lalu mereka pindah ke Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar DKI Jakarta, Ragunan, Jakarta Selatan, untuk aklimatisasi.
Tiga tahun lalu, di SEA Games Vietnam 2021 yang pelaksanaannya mundur setahun, alarm untuk tim atletik Indonesia berdering keras. Mereka memiliki target delapan medali emas, tetapi hanya berhasil membawa pulang dua medali emas. Jumlah itu terminim setidaknya dalam empat edisi sejak SEA Games Singapura 2015.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/21/3d170b16fb061f7ab3fdaa0a7ea7e959-FAK_4937.jpg)
Tim atletik Indonesia pun terlempar ke posisi kelima klasemen akhir medali. Prestasi tim ”Merah Putih” semakin tertinggal dari Vietnam yang menjadi juara umum dengan 22 emas dan Thailand yang menempati peringkat kedua dengan 12 emas.
Di SEA Games Kamboja 2023, Indonesia masih tertinggal dari Thailand yang menjadi juara umum dengan 16 emas dan Vietnam dengan 12 emas. Namun, Indonesia bangkit dengan meraih tujuh medali emas dan menempati posisi ketiga klasemen akhir.
Atletik akan membuka perlombaan pada 11 Desember 2025, dua hari setelah upacara pembukaan SEA Games Thailand 2025. Namun, alih-alih menargetkan prestasi yang lebih tinggi pada SEA Games edisi ke-33 ini, Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan tim reviunya memasang target medali emas dengan jumlah yang justru lebih rendah dari hasil di Kamboja.
Saat konferensi pers pada 21 November lalu, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengatakan, target medali emas Indonesia di Thailand berada pada angka 80-85 keping. Dari hasil evaluasi tim reviu, target atletik adalah empat medali emas. Sementara itu, pengurus PB PASI enggan bicara target medali atau bahkan memerinci atlet yang akan dikirim ke Thailand nanti.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/30/0f480ecc5d2397dcc2974283b13bd59d-20251130_H14_KID_Atletik_mumed.png)
Target itu datang dari atletnya sendiri, seperti Dina. Atlet muda yang berambisi tampil lebih baik dan meraih prestasi di Thailand adalah peloncat galah putri, Diva Renatta Jayadi. Jika Dina bertekad berlari lebih cepat, Diva berambisi meloncat lebih tinggi. Mereka menyiapkan versi terbaik di spesialiasi masing-masing.
Adapun Odekta tak cuma mengemban misi untuk menjadi lebih cepat, tetapi juga lebih kuat. Bagi Odekta, penampilannya di Thailand lebih dari sekadar penampilan untuk diri sendiri dan momentum mempertahankan prestasi emas.
Odekta berharap bisa tampil lebih kuat agar turut menguatkan saudara-saudaranya yang tengah dilanda duka di Sumatera, tanah kelahiran pelari asal Siempat Nempu, Dairi, Sumatera Utara ini. Bencana banjir dan longsor menerjang Sumatera serta merenggut nyawa warga dalam lima hari terakhir.
”Saya ingin mendedikasikan penampilan untuk teman dan saudara saya di sana. Saya terlahir dari sana dan hadir untuk Indonesia lewat olahraga. Semoga ini juga jadi momentum agar negara juga hadir di daerah saya dengan merawat dan mencegah pengalihfungsian hutan,” ucapnya.
Penulis:
Rebiyyah Salasah, Kelvin HianusaEditor:
Prasetyo Eko Prihananto, Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra