Misi Mustahil Cremonese Menahan Laju Inter Milan

Sudah 10 laga nirkalah dijalani Inter Milan di Liga Italia. Adapun Cremonese belum menang di delapan gim, termasuk tujuh laga tak mencetak gol.

31 Jan 2026 11:51 WIB · Olahraga

AP

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

CREMONA, SABTU — Dua bulan terakhir dilalui Inter Milan tanpa cela. Sejak Desember 2025, Inter menjalani sembilan laga Liga Italia tanpa cela. Performa terbaik dikoleksi ”I Nerazzurri” dengan catatan sembilan menang dan sekali imbang. Itu membuat Inter kian tak tersentuh di puncak klasemen.

Tren positif itu ingin dijaga memasuki bulan baru, Februari. Tidak seperti dua bulan yang sudah berlalu, Februari membayangi Inter periode yang super padat. Selama 28 hari di ”bulan cinta”, Inter sudah dinanti tujuh duel dari tiga kompetisi berbeda.

Empat pertandingan tersaji di Liga Italia, kemudian sebuah laga perempat final Piala Italia kontra Torino serta dua pertandingan babak playoff babak 16 besar Liga Champions menghadapi Bodo/Glimt. Rentetan pertandingan itu menguji kualitas konsistensi dan kedalaman skuad Inter yang dianggap memiliki tim terbaik Italia saat ini.

Permulaan Februari akan dijalani Lautaro Martinez dan kawan-kawan di kandang Cremonese, Stadion Giovanni Zini, Senin (2/2/2026) pukul 00.00 WIB. Di atas kertas, Inter tidak akan kesulitan membawa pulang tiga poin.

Pada pertandingan pertama di musim ini, Inter melibas tim promosi itu dengan skor mutlak 4-1 di Stadion San Siro. Di sisi lain, tim-tim papan atas Liga Italia musim ini, seperti AS Roma, Napoli, dan Juventus, juga mampu menaklukkan Cremonese di Giovanni Zini.

Quote

Saya sudah sepenuhnya fokus kepada ide untuk menghadapi Cremonese pada hari Minggu (Senin WIB). Sebab, bagi saya, ini adalah pertandingan terpenting pada musim ini.

Pemain starter Inter Milan berpose sebelum pertandingan Liga Italia antara Inter Milan dan Pisa di Stadion San Siro, Milan, Italia, Jumat (23/1/2026). Inter Milan akan bertanding di kandang Cremonese, Stadion Giovanni Zini, Cremona, Senin (2/2/2026) dini hari WIB.

Meskipun di tengah performa apik dalam dua bulan terakhir, Inter dibayangi kelelahan fisik dan mental yang bisa menjauhkan mereka dari penampilan terbaik di hadapan Cremonese. Mereka menjalani perjalanan dari kandang Borussia Dortmund di Liga Champions, Kamis (29/1/2026).

Laga pamungkas fase grup kompetisi antarklub Eropa itu menuntut skuad Inter mengeluarkan energi besar selama lebih dari 90 menit demi membawa pulang keunggulan 2-0.

Tak heran, Pelatih Inter Cristian Chivu menyebut pertandingan menghadapi Cremonese menjadi momen terpenting bagi perjalanan timnya musim ini. Di tengah masa istirahat yang minim, Chivu menyebut anak asuhannya mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk melanjutkan tren kemenangan di pekan ke-23 Liga Italia.

”Dalam dua bulan ini, kami bertumbuh secara luar biasa dan memetik hasil yang meningkatkan keyakinan dan kepercayaan diri,” ucap Chivu, dilansir laman klub, Sabtu (31/1/2026).

”Saya sudah sepenuhnya fokus pada ide untuk menghadapi Cremonese pada hari Minggu (Senin WIB). Sebab, bagi saya, ini adalah pertandingan terpenting pada musim ini. Semua pertandingan selalu penting bagi kami. Karena itu, kami butuh beristirahat dan mempersiapkan diri dengan baik,” lanjutnya.

APTOPIX Italy Soccer Serie A

Ambisi Chivu itu sejalan dengan tekad semua pemain Inter. Mereka berambisi menjaga jarak keunggulan poin di capolista atau puncak klasemen tetap lima poin dengan pesaing terdekat AC Milan.

Federico Dimarco, bek sayap kiri Inter, menyebut resep performa Inter yang sulit dibendung oleh tim-tim lain di Serie A. Ia mengatakan, semua pemain berusaha untuk selalu mengevaluasi diri demi bermain semakin baik di setiap pertandingan.

”Kemenangan membuat kami kian percaya diri dan semakin baik. Tentunya, ketika kami semakin bahagia bermain, kesempatan untuk terus berada di arah yang benar kian menguat,” kata Dimarco, pencetak asis terbanyak Liga Italia dengan tujuh umpan berbuah gol, dilansir La Gazzetta dello Sport.

Tiga dekade

Inter sudah menunjukkan dominasi atas Cremonese dalam 33 tahun. Dalam periode itu, Inter mampu mengalahkan Cremonese dalam delapan pertemuan dan hanya sekali ditahan imbang pada musim 1994-1995.

Dalam sejarah pertemuan kedua tim di Serie A, Cremonese baru sekali mencatatkan kemenangan atas I Nerazzurri. Momen itu tercipta pada musim 1991-1992. Cremonese unggul 2-0 lewat brace atau sumbangan gol ganda dari legenda mereka asal Argentina, Gustavo Dezotti.

Italy Soccer Serie A

Demi mempertahankan catatan positif atas Cremonese, Chivu berharap bisa menyaksikan lagi kerja keras anak asuhannya. Menurut juru taktik asal Romania itu, para pemain adalah alasan utama Inter bisa tampil amat konsisten di liga.

”Mereka selalu bekerja keras untuk menyenangkan saya dengan memahami permintaan saya. Performa kami adalah buah dari usaha para pemain. Jika ada kesalahan, itu adalah tanggung jawab saya sebagai pelatih mereka,” tutur Chivu.

Sementara itu, Cremonese sudah menanti kemenangan hampir dua bulan. Tiga poin terakhir dikemas Emil Audero dan kawan-kawan ketika mengalahkan Lecce, 7 Desember lalu.

Setelah itu, Cremonese melalui delapan pertandingan nirmenang. Mereka hanya menambah tiga poin pada periode itu.

Tak ayal, mereka terlempar dari zona 10 besar yang sempat dijalani pada paruh pertama musim ini. Cremonese hanya berada empat tingkat dan unggul enam poin dari zona degradasi.

Penampilan buruk itu ditengarai dengan buruknya efektivitas serangan. Dalam delapan laga itu, Cremonese hanya mampu satu laga mencetak gol saat berbagi poin dengan Cagliari dengan skor akhir 2-2.

Italy Serie A Soccer

Hal itu menyebabkan Pelatih Cremonese Davide Nicola menambah opsi lini serang dengan merekrut penyerang veteran, Milan Djuric, dari Parma. Striker berumur 35 tahun itu kembali ke Cremona setelah 13 tahun.

”Usia bukan lagi masalah di era sekarang karena memperhatikan setiap detail dan nutrisi yang membantu kami bermain lebih lama. Saya akan membalas kepercayaan tim. Yang terpenting adalah kami bekerja keras, tampil tenang, dan tidak terlalu banyak memikirkan hal lain di luar pertandingan,” kata Djuric, dilansir laman klub.

Nicola menegaskan kepada anak asuhannya untuk tidak berhenti berusaha. Menurut dia, skuad Cremonese akan bersama-sama keluar dari masa-masa sulit.

”Kami harus menerima situasi sulit ini dan menyambut laga-laga selanjutnya dengan penuh antusiasme. Saya yakin dengan dedikasi dan bersatu, kami bisa meraih tujuan kami,” tutur Nicola. (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto