Delapan dari 10 tim penyandang ”campione d'inverno” mampu meraih ”scudetto”. Itu alasan tiga tim teratas berburu predikat tersebut, tengah pekan ini.
06 Jan 2026 10:39 WIB · Olahraga
AFP
MILAN, SELASA — Liga Italia edisi 2025-2026 memasuki paruh musim atau pekan ke-19, tengah pekan ini. Tiga tim teratas akan bersaing untuk memperebutkan predikat campione d’inverno atau kampiun paruh musim. Memegang predikat itu amat penting bagi sebuah klub untuk lebih percaya diri mengejar scudetto pada Mei mendatang.
Inter Milan, pemuncak klasemen sementara, bakal datang ke markas Parma, Stadion Ennio Tardini, Kamis (8/1/2026) pukul 02.45 WIB. Pada waktu yang bersamaan, rival sekola Inter yang duduk di peringkat kedua, yakni AC Milan, akan menjamu Genoa di Stadion San Siro.
Adapun Napoli, penghuni posisi ketiga, menyambut Verona di Stadion Diego Armando Maradona, Kamis pukul 00.30 WIB. Bermain lebih dulu, Napoli bisa memberikan tekanan kepada duo Milan apabila mampu meraih tiga poin.
Walaupun ketiganya masih memiliki satu gim tunda pekan ke-16, predikat juara paruh musim sudah dinobatkan ketika laga pekan ke-19 rampung. Adapun laga tunda itu akan digelar pada 14 dan 15 Januari mendatang.
Menjadi juara paruh musim memang tidak menjamin sebuah tim bisa meraih perisai scudetto pada pengujung musim. Namun, hal itu setidaknya bisa meningkatkan peluang mereka menjadi penguasa Italia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/05/d235e22061eded32119203b0d761f843-f2c7887fae884be7a86dc9b17112008f_0_37f21ab88aed48b0943ed171afab5987.jpg)
Sejak peralihan abad per musim 2000-2021, sebanyak 20 tim yang menyandang prestasi campione d’inverno mampu meraih scudetto. Jumlah itu dihitung pula dengan prestasi Juventus pada 2004-2005 dan 2005-2006. Dua gelar itu dianulir akibat kasus calciopoli.
Hanya tujuh musim ketika peraih predikat juara paruh musim gagal juara. Alhasil, tingkat peluang scudetto bagi tim yang menggenggam capaian campione d’inverno mencapai 80 persen.
Angka itu jauh lebih besar dengan situasi serupa di Liga Spanyol dan Liga Inggris. Tingkat keberhasilan kampiun paruh musim menyabet gelar liga di Spanyol ialah 75 persen, sedangkan di Inggris hanya 63 persen.
Inter, Milan, dan Napoli sudah pernah merasakan juara paruh musim di abad ke-21. Inter sudah enam kali memuncaki klasemen pada pertengahan musim, yakni 2006-2007, 2007-2008, 2008-2009, 2009-2010, 2021-2022, dan 2023-2024. Dalam kurun waktu, Inter hanya sekali gagal meraih scudetto yang tercipta pada musim 2021-2022.
Kala itu, mereka disalip AC Milan yang meraih scudetto. Tingkat keberhasilan Inter meraih gelar Liga Italia ketika menjadi juara paruh musim serupa dengan rerata Liga Italia kisaran 80 persen.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/03/f124aaa6de9536d54606704a2da4fdfc-Italy_Serie_A_Soccer_134946569.jpg)
Sementara itu, AC Milan dan Napoli sama-sama sudah tiga musim menjadi kampiun, pertengahan musim. ”I Rossoneri” mengalami prestasi itu pada 2003-2004, 2010-2011, dan 2020-2021. Gelar juara Liga Italia mampu mereka raih pada 2003-2004 dan 2010-2011. Pada 2020-2021, Inter merebut scudetto dari kendali Milan.
Napoli menjad juara paruh musim pada 2015-2016, 2017-2018, dan 2022-2023. Setelah dua predikat campione d’inverno pertama gagal berbuah scudetto akibat digagalkan Juventus, ”Si Keledai Kecil” akhirnya mampu menjalani musim yang paripurna pada 2022-2023 di bawah kendali Luciano Spalletti.
Peluang salah satu dari Inter, Milan, dan Napoli untuk menjadi juara paruh musim membuka kesempatan hadirnya drama sengit perebutan juara hingga akhir musim. Situasi berbeda akan terjadi apabila Juve yang menjadi juara paruh musim.
Dalam 25 musim terakhir, Juve mampu 11 kali menjadi kampiun paruh musim. ”Si Nyonya Besar” menutup musim dengan menjadi pemuncak klasemen.
Situasi itu bisa dikecualikan pada dua musim, 2004-2005 dan 2005-2006. Pada 2004-2005, Liga Italia tidak memiliki juara. Sementara scudetto 2005-2006 diserahkan kepada Inter.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/28/99dc32ca19b4fffe8b415a1598144e31-cropped_image.jpg)
Namun, Juve tetap menganggap mereka adalah juara sesungguhnya pada dua musim itu. Juve pada pertengahan musim 2025-2026 berada di peringkat keempat dan berselisih enam poin dengan Inter.
Aleksandar Kolarov, asisten pelatih Inter, menyebut ”I Nerazzurri” sudah berada di jalur yang tepat untuk bersaing memburu gelar Liga Italia. Menurut dia, yang paling penting adalah menjaga konsistensi karena pertarungan demi scudetto akan semakin sulit setelah paruh musim.
”Ketika paruh kedua musim dimulai, ini akan menghadirkan situasi sangat berbeda. Demi tetap di puncak, kami harus melakukan banyak kerja keras,” ucap Kolarov, dilansir Corrierre dello Sport.
Menurut Kolarov, Pelatih Inter Cristian Chivu tidak bertujuan melakukan transformasi besar-besaran kepada Inter dibandingkan penampilan musim lalu. Inter gagal meraih trofi pada musim 2024-2025 meskipun menjadi pesaing scudetto dan lolos ke final Liga Champions Eropa.
”Tim ini sangat dekat untuk memenangi banyak trofi musim lalu yang sayangnya gagal pada pengujung musim. Kami mencoba benahi beberapa hal dan bekerja lebih giat di lapangan latihan,” tuturnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/30/30ac32f3ee4b13c0d29f27c7c45d217f-1000035241.jpg)
Penyerang AC Milan, Rafael Leao, berambisi untuk mempertahankan posisi timnya dalam perburuan scudetto. Meski masih banyak hal yang perlu dibenahi dalam performa kolektif dan individu, Leao menyebut skuad Milan fokus untuk mengejar target pada musim ini.
”Semua di dalam tim tahu apa target klub. Kami adalah Milan dan harus berusaha untuk memenangi trofi penting,” ujar Leao, yang sudah menyumbang enam gol di Liga Italia, kepada Sky Sport Italia.
Sementara itu, Fabio Capello menuturkan persaingan scudetto belum sepenuhnya mengarah kepada tiga tim teratas. Ia menyebut dua mantan tim asuhannya yang duduk di posisi keempat dan kelima dengan poin setara, 33 poin, Juve dan AS Roma masih berpeluang mengejutkan pacuan gelar juara.
”Bagi saya, mereka (Juve dan Roma) masih berbahaya dan masih bersaing di setiap kompetisi. Duel langsung di antara tim-tim papan atas akan merapatkan poin di klasemen,” kata Capello kepada La Gazzetta dello Sport.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto