Misi Patung Bayi Yesus Raksasa

Tradisi membawa keliling patung Bayi Yesus di Meksiko.

12 Mar 2026 10:37 WIB · Internasional

AP/Ginnette Riquelme

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Puluhan warga di Tepito, Meksiko, berkumpul di hadapan sebuah patung menyerupai Bayi Yesus berukuran 5 meter. Patung bayi ini diletakkan di sebuah tempat, mirip keranjang besar.

Menjelang malam, warga yang berkumpul makin bertambah. Musik dan doa terdengar dari kerumunan. Mereka saling membagikan atole, minuman jagung hangat khas daerah itu. Patung itu baru tiba di tempat itu Minggu (8/3/2026), di tempat yang selama ini dikenal dengan tingkat kejahatan yang tinggi. 

penduduk berdoa di depan Bayi Yesus raksasa di Kota Meksiko, Selasa (10/3/2026).

Ada kebiasaan di Meksiko bahwa warga mendandani patung-patung yang dianggap sakral di keluarganya, patung Bayi Yesus itu juga mereka dandani.

Seniman Meksiko Abraham Gomez menciptakan patung Bayi Yesus bersama saudaranya pada tahun 2013. Awalnya, kedua bersaudara ini terlibat dalam proyek bernama ”Berjalan untuk Perdamaian dan Kebaikan”. 

Mereka memakaikan kain tradisional kepada patung itu yang terinspirasi oleh seni Huichol, tradisi masyarakat adat yang penuh warna dari Meksiko bagian barat. ”Kami ingin menghidupkan kembali tradisi komunitas leluhur kami,” kata Gomez, seniman pembuat patung itu.

Suasana doa di depan Bayi Yesus raksasa di Kota Meksiko, Selasa (10/3/2026).

Tujuannya adalah mempromosikan dan menyebarkan nilai-nilai dalam keluarga, kota, dan lingkungan melalui seni sakral. Terbuat dari rangka baja dan lapisan busa poliuretan serta resin yang diperkuat dengan serat kaca, patung ini memiliki berat sekitar setengah ton. 

Gomez mengatakan bahwa dirinya menemukan inspirasi dari patung-patung Bayi Yesus yang lebih kecil yang sangat dihargai di kalangan umat Katolik Meksiko. Ada tradisi mendandani patung patung yang ada di rumah menjelang Hari Lilin yang jatuh setiap 2 Februari.

Warga mengambil bagian dalam doa persembahan kepada Bayi Yesus raksasa di Kota Meksiko, Selasa (10/3/2026).

Ia dan saudaranya mengangkut patung itu dalam keranjang besar yang diletakkan di atas truk bak terbuka. Untuk setiap perjalanan Bayi Yesus, mereka memimpin prosesinya seperti saat menuju ke gereja atau tempat pertemuan setempat. Di tempat ini biasanya umat dapat memberikan persembahan dan seorang imam merayakan misa.

Situasi keamanan di Meksiko sering membuat kunjungan patung ini ke daerah-daerah tertentu mengalami kesulitan. ”Namun, itulah sebabnya, kami merasa kegiatan-kegiatan ini lebih diperlukan dari sebelumnya,” tambah Gomez.

Patung itu telah berkeliling ke berbagai komunitas di Negara Bagian Puebla, Tlaxcala, dan Jalisco di Meksiko, termasuk di tempat-tempat kekerasan akibat perdagangan narkoba memengaruhi kehidupan masyarakatnya.

Seorang umat menaburkan permen di bayi Yesus raksasa di Kota Meksiko, Selasa (10/3/2026).
Sosok raksasa bayi Yesus duduk di Kota Meksiko, Selasa (10/3/2026).
Suasana misa di depan Bayi Yesus raksasa di Kota Meksiko, Selasa (10/2/2026).

Maria Concepcion Franco, seorang warga yang tinggal di Tepito, mengatakan bahwa dirinya senang dengan kunjungan patung Bayi Yesus ini. ”Ini adalah berkah bagi saya,” katanya. 

Teman dan orang-orang terkasih telah memberinya gambar Bayi Yesus selama bertahun-tahun. Dia menyimpan beberapa di rumah dan membawa satu di dalam tasnya.

”Dia membantu saya tetap kuat meskipun menghadapi semua kesulitan,” kata Franco. ”Saya tidak punya anak, tetapi saya sangat menyayanginya.” (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Heru Sri Kumoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji