Tim bulu tangkis Indonesia menambah medali di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dari persaingan perseorangan. Empat wakil lolos ke semifinal.
27 Sep 2026 15:35 WIB · Olahraga
HUMAS PP PBSI
ICHINOMIYA, MINGGU — Setelah menuntaskan tugas mengantarkan Indonesia meraih medali emas beregu putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Alwi Farhan dan tiga wakil lainnya menambah medali dari arena bulu tangkis. Mereka akan berjuang guna mendapatkan kalungan medali yang lebih baik dari perunggu.
Tambahan medali itu datang dari Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, dan Alwi yang menjadi bagian dari tim putra saat membuat bendera Merah Putih berkibar diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Ichinomiya, Jepang, Kamis (24/9/2026). Dengan inspirasi dari rekan-rekannya di nomor beregu, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah mewujudkan keinginan untuk turut mempersembahkan medali.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/27/1907d8675fb3f260dc44ae58581223ae-WhatsApp_Image_2026_09_27_at_14.15.31.jpeg)
Fajar/Fikri, yang menjalani debut di Asian Games sebagai pasangan, mengalahkan Kang Min-hyuk/Ki Dong-ju (Korea Selatan) dengan skor 21-14, 20-22, 21-14 pada perempat final, Minggu (27/9/2026). Menyusul mereka, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menang atas Nguyen Dinh Hoang/Tran Dinh Manh (Vietnam) 21-6, 21-10.
Alwi juga lolos ke semifinal melalui performa solid saat mengalahkan pemain senior Taiwan, Chou Chen, 21-10, 21-11. Atlet berusia 21 tahun ini bahkan menjadi tunggal putra tersisa setelah peraih emas Asian Games Jakarta-Palembang 2018, Jonatan Christie, disingkirkan Loh Kean Yew (Singapura) 14-21, 19-21.
Saat datang ke stadion, badan terasa oke, hanya pas dipakai main, kekuatan dan kecepatan saya sudah habis, dipakai sedikit langsung lemas.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/27/91893070c69fa2f4600c2017e6c88664-WhatsApp_Image_2026_09_27_at_14.03.58.jpeg)
Jonatan tampil di perempat final setelah menjalani babak ketiga pada Minggu dini hari. Dia memenangi babak itu sekitar pukul 02.00, kembali ke hotel dalam perjalanan 50 menit, dan tidur pukul 03.30. Untuk bermain melawan Loh, dia bangun pukul 09.00.
”Saat datang ke stadion, badan terasa oke, hanya pas dipakai main, kekuatan dan kecepatan saya sudah habis, dipakai sedikit langsung lemas,” kata Jonatan.
Skuad beregu putra, minus Mohammad Zaki Ubaidillah yang tak bertanding di kategori perseorangan, mengikuti Amri/Nita yang memenangi perempat final ganda campuran pada sesi pagi. Mereka menang dalam persaingan ketat melawan pasangan Korea Selatan, Jo Sung-hyun/Jeong Na-eun, dengan skor 21-9, 12-21, 21-19 setelah tertinggal 6-11 pada gim ketiga.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/27/d5ee173aa0702835526103ff6ac1294d-WhatsApp_Image_2026_09_27_at_12.10.44.jpeg)
Empat wakil ini akan menambah satu emas dan satu perunggu yang didapat dari arena bulu tangkis. Jenis medali yang akan didapat tergantung pada semifinal yang akan berlangsung pada Senin.
Indonesia mendapat medali emas dari beregu putra yang merupakan emas pertama nomor tersebut setelah Asian Games Bangkok 1998. Sementara itu, tim putri meraih perunggu dengan pencapaian semifinal.
”Saya sangat senang bisa mendapat medali lagi untuk Indonesia. Ini Asian Games pertama saya dan berhasil dapat dua medali, tapi saya belum puas karena pertandingan belum selesai. Saya berharap bisa terus berlanjut, menyamakan warna medali perseorangan dengan beregu,” komentar Fikri yang berpasangan dengan Fajar sejak Juli 2025.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/27/6fe9070f241a0e6dc50f3b53821a7903-WhatsApp_Image_2026_09_27_at_12.10.45.jpeg)
Bagi Fajar, Aichi-Nagoya 2026 menjadi Asian Games ketiga setelah meraih perak beregu putra dan ganda putra Jakarta-Palembang 2018 serta tersingkir pada perempat final di Hangzhou 2022. Pada dua Asian Games itu, Fajar berpasangan dengan Muhammad Rian Ardianto.
Di Hangzhou 2022, tak ada satu pun atlet bulu tangkis Indonesia yang meraih medali. Di antara mereka yang gagal, ada Leo/Daniel yang disingkirkan Chirag Shetty/Satwiksairaj Rankireddy (India) pada babak kedua. Selain inspirasi dari medali emas beregu putra di Aichi-Nagoya 2026, momen Hangzhou 2022 menjadi motivasi Leo/Daniel untuk meraih hasil lebih baik.
”Ini kesempatan bagi kami. Kami enggak mau terulang seperti di Asian Games Hangzhou. Jadi, di sini kami maksimalkan yang ada dan bisa bermain lebih baik,” kata Daniel.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/27/3d075bf5245a1d00697a7060b8c0bd1d-WhatsApp_Image_2026_09_27_at_12.11.41.jpeg)
Leo menambahkan bahwa dia dan Daniel juga belajar dari penampilan pada babak kedua ketika terkejar lawan, yaitu Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul (Thailand), setelah unggul lebih dulu. Maka, ketika melawan pasangan Vietnam di perempat final, mereka tak mengendorkan tekanan.
Amri/Nita dan Alwi memanfaatkan debut di Asian Games dengan meraih medali. Mereka mempertahankan konsistensi penampilan di Kejuaraan Dunia, 17-23 Agustus, ajang terakhir yang diikuti sebelum tampil di Ichinomiya.
”Asian Games digelar empat tahun sekali. Jadi, kami ingin mempersembahkan medali untuk Indonesia dan terutama untuk tim ganda campuran. Tadi di lapangan, rasa tidak mau kalahnya sangat-sangat besar,” komentar Nita.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/27/3172863d8d65e7c06b01bd33e6fc12e2-WhatsApp_Image_2026_09_27_at_10.08.53.jpeg)
Amri berulang kali menuturkan bahwa dia sangat termotivasi oleh pencapaian dari nomor beregu putra dan putri. Dia pun menyampaikan kembali hal itu setelah memenangi perempat final.
”Sangat senang bisa menyumbang medali untuk Indonesia dari sektor ganda campuran. Pastinya medali di beregu menambah motivasi, daya juang, dan percaya diri kami,” kata semifinalis Kejuaraan Dunia tersebut.
Setelah memastikan diri akan berdiri di podium, kini Amri/Nita, Fajar/Fikri, Leo/Daniel, dan Alwi bisa fokus pada kesempatan untuk menaikkan level medali. Amri/Nita antusias melawan ganda campuran nomor satu dunia, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping (China), yang menghentikan perjalanan mereka di Kejuaraan Dunia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/27/52bb35d9740bc3503f8af6a4f99bd5b9-WhatsApp_Image_2026_09_27_at_10.09.06.jpeg)
”Pastinya kami menantikan partai ini, semoga kali ini kami bisa dapat hasil yang lebih baik. Kami harus lebih siap dengan pola-pola mereka dan jangan ketinggalan di awal pertandingan,” kata Amri.
Leo/Daniel juga antusias untuk menantang pemain nomor satu dunia, Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan), di semifinal. Mereka mengalahkan Kim/Seo pada babak pertama China Masters pada pekan pertama September, tetapi tersingkir di babak berikutnya.
Pada semifinal lainnya, Fajar/Fikri memiliki kesempatan untuk membalas kekalahan dari Liang Wei Keng/Wang Chang (China) dalam final beregu putra. Kekalahan tiga gim Fajar/Fikri saat itu membuat Indonesia tertinggal 0-2 karena Jonatan kalah pada partai pertama. Lalu, Indonesia berbalik unggul dalam tiga partai berikutnya melalui Alwi, Leo/Daniel, dan Zaki.
Masih ada perjuangan yang harus saya teruskan. Apa pun caranya harus bisa, apa pun kondisinya harus mau. ’Now or never’, prinsip yang dari awal dipegang oleh tim putra.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/27/9206a4c1d2f4de3913fc1be3a0d6b929-WhatsApp_Image_2026_09_27_at_10.09.04.jpeg)
”Saya ingin upgrade medali. Kemarin sudah upgrade medali di beregu, sekarang ingin upgrade medali di perseorangan setelah di Asian Games Jakarta 2018 saya mendapat dua perak. Sekarang inginnya dua emas,” tutur Fajar.
Sementara itu, Alwi mendapat peluang untuk menang atas tunggal putra ranking kedua dunia, Kunlavut Vitidsarn (Thailand), setelah selalu kalah dalam empat pertemuan sebelumnya. Kekalahan terakhir terjadi di perempat final All England, Maret.
”Masih ada perjuangan yang harus saya teruskan. Apa pun caranya harus bisa, apa pun kondisinya harus mau. Now or never, prinsip yang dari awal dipegang oleh tim putra,” kata Alwi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/27/023642e3032965e5deff7f3c8d5bf199-WhatsApp_Image_2026_09_27_at_14.15.24.jpeg)
Jika bisa mempertahankan perfoma yang dia perlihatkan sejak persaingan beregu, Alwi bisa mengubah medali perunggu menjadi emas atau perak. Apalagi, persaingan tunggal putra begitu terbuka untuk dimenangi siapa pun. Yoo misalnya, melangkah ke semifinal setelah mengalahkan juara All England, Lin Chun Yi (Taiwan), pada babak kedua, lalu Shi Yu Qi (China), di babak ketiga, dan finalis Kejuaraan Dunia, Kodai Naraoka (Jepang), pada perempat final.
Persaingan tunggal putra bahkan tak diikuti pemain China sejak perempat final. Selain Shi yang kalah pada babak ketiga, peraih emas di Hangzhou 2022, Li Shi Feng, tersingkir lebih awal. Li kalah dari Choi Ji-hoon (Korea Selatan) pada babak kedua.
Situasi tersebut terjadi untuk pertama kalinya sejak China turut bersaing pada cabang bulu tangkis Asian Games di Teheran, Iran, 1974. Adapun bulu tangkis menjadi bagian dari Asian Games sejak Jakarta 1962.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra