Penurunan standar performa Rodri merupakan realitas yang tidak bisa dihindari Manchester City. Meskipun begitu, Rodri masih sangat mungkin kembali ke level terbaik.
23 Jan 2026 20:32 WIB · Olahraga
MANCHESTER, JUMAT — Kehadiran kembali gelandang berstatus peraih Ballon d’Or, Rodri, ternyata tidak serta-merta berpengaruh positif terhadap performa Manchester City. Tim asuhan Manajer Pep Guardiola itu justru kehilangan keseimbangan yang sempat ditemukan sebelum pergantian tahun.
Misteri Rodri masih jadi teka-teki terbesar bagi City menjelang menjamu Wolverhampton Wanderers di Stadion Etihad, Manchester, Sabtu (24/1/2026) pukul 22.00 WIB. Sejak sang pemain kembali dari cedera, awal Januari lalu, City hanya menang dua kali dalam tujuh laga bersama Rodri.
Rodri terlibat dalam rentetan empat laga tanpa kemenangan City di Liga Inggris, termasuk saat takluk 0-2 dari Manchester United pada pekan lalu. Terakhir, Rabu kemarin, dia menjadi penyebab utama kekalahan City dari Bodo/Glimt 1-3 di Liga Champions karena mendapatkan kartu merah.
Padahal, sebelum Rodri kembali, gelandang Nico Gonzalez tampak mulai menyatu dengan tim. City sempat menikmati tren delapan kemenangan beruntun di seluruh kompetisi. ”Hal buruk sering terjadi di sepak bola dan itu terjadi kepada Rodri yang mengalami penurunan performa,” tulis Tony Cascarino, mantan pemain Liga Inggris era 1990-an, di The Times.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/23/24c65e090b9e5f5ae3ee5a6631d67699-Norway_Champions_League_Soccer.jpg)
Sebelum cedera lutut yang berujung operasi pada September 2024, Rodri merupakan gelandang terbaik di dunia. Trofi Ballon d’Or pada 2024 memvalidasi itu. Alih-alih kembali ke performa terbaik, dia lebih sering mendapatkan masalah cedera lanjutan dalam empat terakhir.
Pemain 29 tahun itu sebenarnya sudah bisa bermain sejak Agustus 2025. Namun, dia mengalami rentetan cedera lutut dan paha sehingga baru bisa kembali lagi di awal tahun ini. Sosok yang kembali ternyata berbeda dengan yang mengantar City berjaya di tiga kompetisi sekaligus pada musim 2022-2023.
Lihat saja di laga versus Bodo/Glimt. Dia diusir karena mendapatkan dua kartu kuning hanya dalam rentang 54 detik. Hukuman itu diberikan wasit akibat kejadian yang hampir sama, Rodri menjatuhkan pemain lawan karena ketinggalan langkah. Itu tidak terlihat seperti dirinya yang terkenal dengan reaksi dan antisipasi cepat dalam bertahan.
Rodri hanya pernah mendapatkan dua kartu merah sepanjang kariernya. Menariknya, hanya di laga kemarin sang gelandang diusir karena situasi permainan terbuka. Kartu merah sebelumnya didapatkan pada September 2023, saat Rodri tertangkap mencekik leher pemain Nottingham Forest Morgan Gibbs-White.
Bahkan, di level klub, pemain andalan tim nasional Spanyol itu hanya pernah menerima 73 kartu kuning dari 456 penampilan. Artinya, dia hanya mendapatkan rerata satu kartu kuning dalam sekitar enam laga. Semua menunjukkan kualitasnya dalam mengontrol diri dan permainan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/18/a86f60528e518bf44cae95c441365500-Britain_Premier_League_Soccer_26_.jpg)
Walaupun terkesan misterius, penurunan performa Rodri ternyata sudah diprediksi oleh Guardiola sejak Oktober lalu. Sang manajer berkata, Rodri perlu waktu untuk kembali ke performa terbaik karena sudah absen terlalu lama. Belum lagi, rentetan cedera itu banyak membuat kemunduran di tubuhnya.
”(Dia berpikir) akan kembali ke Rodri sebelumnya hanya dalam delapan bulan. Tidak. Rodri akan akan bermain bagus untuk Spanyol di Piala Dunia. Itu akan menjadi versi terbaiknya, begitu juga musim depan. Kalau musim ini tergantung bagaimana kami menanganinya, harus selangkah demi selangkah,” kata Guardiola, seperti dikutip The Athletic.
Faktor eksternal turut menghambat penyesuaian Rodri. Gonzalez yang menggantikan perannya sejauh ini, mengalami cedera pada awal tahun. Beban sebagai gelandang bertahan utama pun beralih seketika ke pundak Rodri yang terlibat di tujuh laga hanya dalam rentang 20 hari.
Saat bersamaan, Rodri masih harus beradaptasi dengan gaya main City musim ini. Guardiola lebih sering menginstruksikan para pemain untuk mengeksekusi transisi serangan balik cepat. Alhasil, mereka juga lebih rentan diserang balik ketika kehilangan bola. Rodri dipaksa lebih sigap untuk mengantisipasi itu.
Guardiola masih meyakini, Rodri akan segera kembali ke versi terbaik. ”Rodri akan bermain lebih baik, semua pemain juga akan menjadi lebih baik dan itu akan berpengaruh ke tim. Pastinya ketika Anda menepi selama 18 bulan, itu normal butuh waktu untuk penyesuaian. Ada hal positif karena dia sudah bermain selama 90 menit penuh,” ujarnya.
Sang manajer bisa sedikit menarik napas pada akhir pekan ini. City bisa merotasi skuadnya saat bertemu dengan Wolves yang merupakan tim juru kunci. Guardiola bisa mengistirahatkan Rodri dan memainkan Gonzalez yang kemungkinan besar sudah pulih dari cedera.
(AP/Reuters)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Retma Wati