Ajang IIMS 2026 memamerkan dan memasarkan mobil beraneka ragam. Mobil listrik murni makin banyak pilihannya, sementara yang bermesin konvensional juga makin canggih.
09 Feb 2026 08:33 WIB · Kendara
KOMPAS/RADITYA HELABUMI
Mobil bertenaga listrik masih dianggap sebagai opsi menarik meski kelanjutan insentif dari pemerintah belum jelas benar. Model-model baru terus berdatangan, bahkan ada yang baru pertama kali dipamerkan di ajang Indonesia International Motor Show 2026. Jangan sampai pemesan menunggu kelamaan.
Salah satu kejutan yang terjadi pada IIMS kali ini adalah kemunculan Suzuki eVitara yang bertenaga listrik murni (battery electric vehicle/BEV). Seperti kebanyakan pabrikan asal Jepang lainnya, Suzuki terbilang lama merespons tren mobil BEV. Bahkan ketika pesaingnya, Honda dengan e:N1 dan Toyota dengan bZ4X, Suzuki bergeming.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/06/b50f1353d063a773c75f19d6c769ac05-20260205PRI39HR.jpg)
Suzuki eVitara adalah wujud dari model konsep eVX yang pernah tampil di ajang Gaikindo Indonesia Auto Show (GIIAS) 2024 silam. Kini, konsep itu telah menjadi produk BEV pertama Suzuki. Sejak pembukaan IIMS 2026 pada Kamis (5/2/2026), pemesanan telah dimulai. Harga jualnya Rp 755 juta untuk warna tunggal dan Rp 758 juta untuk warna atap berbeda dari bodi.
Rasanya tak ada kata terlambat bagi produk mobil listrik baru. Sejak mulai ramai pada 2020, pasar mobil listrik di Indonesia terbilang naik terus. Beberapa model mobil listrik yang mendongkrak penjualan mobil nasional adalah Hyundai Ioniq 5, Wuling Air ev, BYD M6, Chery J6, dan yang ramai disambut adalah BYD Atto 1. Sebagian besar model itu terlihat hilir-mudik di arena uji coba IIMS.
Persaingan mobil listrik murni makin ketat dengan kehadiran sejumlah jenama baru. Grup Chery mendatangkan SUV listrik bernama iCar V23. Mobil berbentuk kotak kaku, tetapi modern ini resmi meluncur di Indonesia lewat ajang IIMS 2026. Warna standarnya adalah jingga terang, yang mencuri perhatian.
”Merek iCar ini tak sekadar merek baru, tapi juga semangat baru. Ia mewakili gaya klasik yang tak lekang waktu, tapi juga menggunakan teknologi mutakhir. Ini dirancang untuk individu berjiwa muda,” kata Zheng Shuo, Presiden Direktur Chery Group Indonesia, sebelum menyingkap unit mobil di panggung.
Unit yang diselubungi kain hitam itu bukan model autentik iCar V23, melainkan yang sudah dilengkapi dengan set aksesori bodi. Warna bodinya hijau tua metalik, berpadu dengan putih krem pada pilar dan sebagian sisi samping. Kesan klasik makin kuat. Terlebih lagi, fasia grilnya memakai warna krom berkilauan. Balutan paket aksesori bodi (kit) ini bernama Pro Plus. Harga mobil dengan kit ini adalah Rp 789 juta, dan cuma dijual terbatas, hanya 23 unit.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/06/a00ef215-b80f-47e5-a0dc-685cb24a923d.jpg)
Mobil iCar terasa betul hendak merebut perhatian pengunjung IIMS. Area uji cobanya berada tak jauh dari pintu masuk utama arena IIMS di JIExpo, Kemayoran, Jakarta ini. Trek pengujiannya memakai rekayasa permukaan tak rata dari kerangka besi (ramp).
Keandalannya menanjak dengan penggerak roda belakang—ada juga varian penggerak seluruh roda—dipertontonkan dengan tanjakan ekstrem dengan kemiringan sekitar 40 derajat. Banyak pengunjung yang penasaran, menguji adrenalin mereka mencoba rintangan ini.
Jenama Jaecoo, juga masih di bawah payung grup Chery, punya andalan baru, yakni J5 EV. SUV kompak lima penumpang ini bertenaga listrik murni dengan jarak tempuh mencapai 460 kilometer. Ia dikenalkan pada November 2025 dan dipamerkan pertama kali di ajang Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) pada akhir bulan itu.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/27/a6074e2861c444ca8f3c2c5a1164e3aa-1000749124.jpg)
Muhammad Ilham Pratama, Head of Marketing Jaecoo, menyebutkan, masyarakat antusias dengan produknya itu. Terhitung sejak November hingga awal Februari ini, pemesanannya mencapai 13.000 unit. Sementara itu, unit yang terkirim kepada pemesan sekitar 3.000 unit. Mereka bertekad mempercepat waktu tunggu.
”Chery Indonesia telah menjalin kerja sama dengan Inchcape Indonesia untuk merakit pilihan sub-brand dan model tertentu. Sekarang, Jaecoo J5 EV dirakit di dua pabrik,” kata Zheng Shuo.
Perakitan di fasilitas yang dikelola Inchcape itu terletak di Wanaherang, Bogor, dan mulai dipergunakan Jaecoo sejak Januari 2026. Satu pabrik perakitan lainnya adalah milik PT Handal Indonesia Motor (HIM) di Pondok Ungu, Bekasi.
Penambahan fasilitas perakitan ini diharapkan menyingkat waktu tunggu pemesan. Menurut Ilham, mereka menargetkan segera mengirim 10.000 unit pada Maret, atau sebelum Idul Fitri.
Salah satu keunggulan model ini adalah ruang kolong yang relatif tinggi, yakni 200 milimeter, dan performa berkendaranya dengan tenaga puncak 207 hp serta torsi 288 Nm. Bentuknya yang konvensional justru menambah daya tariknya. Terlebih lagi, harga mobil ini Rp 299,9 juta, kisaran harga aman untuk mobil listrik berdimensi pantas.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/05/44278f675f638afdff156e4260ebfc68-20260205RZF60.JPG)
Jenama baru, masih dari grup Chery, adalah Lepas yang sebelumnya eksis dengan SUV berpenggerak hibrida L8 yang datang di Indonesia pada ajang GJAW 2025. Kini, merek ini mengenalkan mobil listrik murni bernama E4 berukuran kompak. Unit yang terpanjang berwarna hijau terang dengan paduan hitam di sisi atas.
Model yang katanya terinspirasi dari gerak agresif macan tutul ini adalah penampilan perdana di dunia, alias world premiere, yang berarti di negara asalnya saja belum ada. Harganya belum diumumkan, tapi sudah bisa dipesan dengan uang tanda jadi sekitar Rp 5 juta. Aneka ”bumbu” seperti perlengkapan olahraga padel ditempatkan di sisi mobil ini, seperti hendak menunjukkan keselarasan dengan gaya hidup perkotaan.
Jenama Geely dengan lini mobil energi terbarukan perkotaannya telah eksis sejak tahun lalu. Produk mobil listrik murninya, Geely EX2 yang berukuran mini, disebut telah dipesan sebanyak 4.000 unit dan banyak dicoba pengunjung. Pada IIMS ini, Geely sebagai induk perusahaan juga ”mengembalikan” jenama Zeekr yang sempat ”hilang” dari Indonesia.
Zeekr menjadi sub brand Geely di kelas mobil premium. Pada IIMS kali ini, dua model yang dipamerkan Zeekr adalah MPV mewah bernama 009 yang sebenarnya tak baru-baru amat. Mereka belum menyebut harga pasti. Namun, prediksinya tak lebih dari Rp 1,6 miliar. Satu model lain yang terlihat agresif adalah SUV listrik bernama 7X. Mobil dengan teknologi akal imitasi untuk membaca rute dan gaya berkendara penggunanya ini diperkirakan dijual dengan harga tak lebih dari Rp 1,1 miliar.
Mobil ”cerdas” lainnya dikenalkan jenama Xpeng, yakni sedan P7 yang berperforma yahud. Mobil ini disebutkan mampu membaca lingkungan sekeliling, termasuk mencermati titik macet serta kondisi jalan yang bakal dilewati. Dengan model sedan P7 ini, Xpeng berusaha mengaplikasikan kelengkapan akal imitasi di lalu lintas Indonesia, yang sering kali kondisinya di luar akal sehat. Tapi belum jelas apakah seluruh fitur cerdas itu dimasukkan ke Indonesia atau jangan-jangan malah sedan P7 ini kurang cocok di Indonesia saking pintarnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/05/f2de33e8657f8d5788e593cb00b99aca-20260205RZF57.JPG)
Meski diramaikan banyak mobil listrik baru, termasuk Wuling Darion dan Eksion dengan setiap varian murni listrik dan hibrida, masih ada pula mobil bermesin konvensional. Ya, penggemar mobil bermesin bakar masih banyak, dan perlu disodorkan alternatif baru.
Penyuka mesin diesel garis keras barangkali bakal tertarik dengan SUV besar GWM Tank 500. Mobil ini pertama kali dipasarkan di Indonesia sekitar akhir 2023 dengan pilihan penggerak hibrida. Kini, varian penyegarannya murni memakai mesin diesel berkubikasi 2,4 liter, dilengkapi turbo. Tenaga puncak yang dihasilkan sekitar 181 hp dengan torsi 480 Nm.
Mesin diesel yang mereka pakai berteknologi baru, minim getaran, minim bising, dan diklaim tak berbau solar. Kebisingan mesin saat idle disebut tak sampai 68 desibel. Penumpang dalam kabin bisa jadi tak sadar bahwa mereka sedang menaiki mobil diesel.
”SUV Tank 500 diesel ini kami posisikan sebagai SUV mewah yang relevan untuk kehidupan sehari-hari. Nyaman di kota, efisien untuk perjalanan jauh,” kata Bagus Susanto, CEO Inchcape GWM Indonesia. Efisiensi bahan bakar itu diupayakan dengan menjaga kinerja mesin di putaran rendah, yakni 2.500 rpm. Tenaga maksimalnya sudah bisa dipetik di putaran 1.500 rpm sehingga bisa dibilang gesit untuk mobil berukuran besar.
Perubahan GWM Tank 500 yang drastis terlihat pada pemindahan penyimpanan ban cadangan. Sebelumnya, ban itu dipasang di luar pintu belakang, seperti ”konde”. Kini, pintu belakang itu terlihat lebih elegan dan mewah. Harga Tank 500 bermesin diesel ini Rp 799 juta dengan penggerak roda 4 x 2, sedangkan versi 4 x 4 harganya Rp 889 juta.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/05/891ab30fa47938e790c99438d384daca-20260205RZF13.JPG)
Model SUV kelas berat yang pantas dipakai off road lainnya adalah Jetour T2. Mobil ini bermesin bensin konvensional berkubikasi 2.0 liter. Ia berpenggerak empat roda dengan banyak pilihan mode berkendara menyesuaikan medan, seperti salju, lumpur, atau bebatuan. Ia juga dilengkapi mode merayap, semacam pengendali laju untuk permukaan tak stabil. Harganya masih tergolong harga promosi, yakni Rp 568 juta.
Sejak diperkenalkan pada akhir November 2025, mobil ini telah dipesan sekitar 1.000 unit dan baru saja diserahterimakan kepada pemesan. Di ajang IIMS, mereka mengenalkan dua paket body kit berlisensi resmi. Ada yang menggunakan peninggi suspensi untuk permukaan lebih kasar bernama Obsidian Ultra Kit, dan ada juga yang dilengkapi dengan tenda bernama Nomad Kit.
Pameran dan bazar IIMS masih berlangsung hingga 15 Februari. Masih cukup waktu untuk memutuskan memilih mobil mana; berteknologi listrik, atau bermesin konvensional. Sesuaikan dengan preferensi, kebutuhan, dan tentunya dana.
Penulis:
Herlambang JaluardiEditor:
Dahono FitriantoPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul