Momen Debutan pada Laga Pembuka Piala Sudirman

Indonesia mengalahkan Inggris 5-0 pada penampilan perdana di Piala Sudirman 2025. Tiga kemenangan didapat pemain debutan.

27 Apr 2025 21:53 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

XIAMEN, MINGGU — Rekam jejak pemain Inggris dan adanya kebutuhan untuk melawan India pada tantangan berikutnya membuat tim bulu tangkis Indonesia menurunkan lebih banyak pemain baru pada laga pertama di Piala Sudirman. Mereka memanfaatkan kesempatan itu untuk mendapat pengalaman dan turut menyumbangkan kemenangan.

Awal penampilan Indonesia dalam penyisihan Grup D kejuaraan beregu campuran di Fenghuang Gymnasium, Xiamen, China, Minggu (27/4/2025), menghasilkan kemenangan 5-0. Pada waktu dan di grup yang sama, Denmark kehilanngan satu partai ketika melawan India. Dengan hasil tersebut, Indonesia menempati peringkat teratas Grup D karena unggul dalam selisih partai yang dimenangi (10-0) dibandingkan Denmark (9-1).

Tiga kemenangan Indonesia, dari lima nomor yang harus dipertandingkan dalam fase penyisihan, didapat dari pemain yang baru kali ini menjadi anggota tim Piala Sudirman. Mereka adalah Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi, Mohammad Zaki Ubadillah, dan Ester Nurumi Tri Wardoyo pada partai kedua hingga keempat. Adapun kemenangan pada laga pembuka dan terakhir didapat Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari.

Zaki, yang masih berstatus tunggal putra nomor satu dunia di kategori yunior, merasakan atmosfer yang berbeda ketika berhadapan dengan Nadeem Dalvi. Dia membandingkannya dengan pengalaman bertanding dalam turnamen perseorangan, juga dalam kejuaraan beregu yunior.

Mohammad Zaki Ubaidillah menjalani debut dalam kejuaraan Piala Sudirman. Zaki bermain ketika Indonesia melawan Inggris di Xiamen, China, Minggu (27/4/2025).

Pada 2024, atlet berusia 17 tahun itu menjadi bagian dari tim yunior Indonesia saat mencapai semifinal Kejuaraan Asia Beregu dan menjadi juara pada Kejuaraan Dunia Beregu untuk atlet-atlet U-19 (usia di bawah 19 tahun). Pada persaingan perseorangan, Zaki menjadi semifinalis Kejuaraan Dunia.

”Hawanya benar-benar berbeda. Atlet yang bermain di sini adalah pemain-pemain top dan rasa ingin menangnya pasti lebih besar. Saya pun baru bisa menikmati pertandingan setelah melewati angka 11 gim pertama,” tutur Zaki setelah mengalahkan Nadeem dengan skor 21-10, 21-14.

Zaki menuturkan bahwa pelatih sudah memberi tahunya akan bermain melawan Inggris, dua hari sebelum pertandingan. Akan tetapi, kepastiannya baru disampaikan pada Sabtu malam.

Untuk menentukan atlet yang akan bermain dalam kejuaraan beregu, banyak faktor yang menjadi pertimbangan, seperti statistik pertemuan dengan calon lawan dan gaya bermain untuk bisa mengalahkan lawan. Namun, satu hal yang akhirnya paling menentukan adalah kesiapan fisik dan mental menjelang nama atlet dimasukkan dalam daftar yang akan bermain.

”Saya tidak menduga bisa masuk tim Piala Sudirman, lalu, langsung diberi kesempatan untuk bermain. Rasanya deg-degan karena ada tanggung jawab untuk menyumbang poin. Saya pun belajar untuk lebih tenang,” kata Zaki.

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto membuka kemenangan Indonesia atas Inggris dalam penyisihan Grup D Piala Sudirman. Indonesia menang 5-0 di Xiamen, China, Minggu (27/4/2025).

Selain kesiapan atlet, ada hal lain yang menjadi faktor untuk memilih atlet yang turun melawan Inggris, yaitu kebutuhan untuk menghadapi dua pertandingan berikutnya yang lebih berat. Indonesia akan melawan India pada Selasa, lalu berhadapan dengan Denmark, dua hari berikutnya.

Dibandingkan tiga grup lain yang juga terdiri atas empat tim, persaingan Grup D bisa berlangsung lebih ketat. Indonesia, Denmark, dan India memiliki kekuatan setara, sementara hanya dua tim berperingkat teratas yang berhak melaju ke perempat final.

Berdasarkan situasi ini, Indonesia pun tidak menurunkan semua pemain utama dari setiap nomor. Zaki, misalnya, berstatus sebagai tunggal putra ketiga di tim setelah Jonatan Christie dan Alwi Farhan. Ester, yang juga menjalani debut di Piala Sudirman, berada di bawah Putri Kusuma Wardani.

Dengan adanya kebutuhan memainkan atlet yang lebih berpengalaman dalam dua tantangan berikutnya, seperti Jonatan dan Putri, pemain tunggal yang diturunkan saat melawan Inggris adalah Zaki dan Ester. Ini sekaligus memberi kesempatan kepada mereka untuk mendapat pengalaman bertanding dalam kejuaraan beregu tingkat dunia.

”Saya bermain setelah teman-teman menang dan Indonesia unggul 3-0. Saya juga ingin menang, jadi terasa ada sedikit tekanan dan rasa tegang, tapi saya bisa mengatasinya. Puji Tuhan bisa menyumbangkan angka,” kata Ester.

Febriana/Amalia juga menjalani pertandingan pertama di Piala Sudirman meski pada saat ini berstatus ganda putri nomor satu Indonesia. Dalam kejuaraan-kejuaraan sebelumnya, mereka selalu kalah bersaing dengan Apriyani Rahayu, Siti Fadia Silva Ramadhanti, dan Lanny Tria Mayasari.

Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi menjadi salah satu pemain debutan dalam tim Piala Sudirman Indonesia. Mereka tampil saat Indonesia melawan Inggris di Xiamen, China, Minggu (27/4/2025).

Maka, pertandingan melawan Inggris penting bagi Febriana/Amalia sebagai pemanasan jika dibutuhkan untuk bermain lagi. Apalagi, hanya ada dua ganda putri yang memperkuat Indonesia, yaitu Febriana/Amalia dan Fadia/Lanny. Fadia, bahkan, bisa saja dimainkan pada nomor ganda campuran karena berpasangan dengan Dejan Ferdinansyah dalam turnamen BWF World Tour pada 2025.

”Atmosfer turnamen beregu sangat berbeda dengan perseorangan. Mental harus benar-benar siap bila dipercaya turun,” kata Febriana.

Sementara itu, Fajar/Rian dan Rinov/Pitha memberi catatan untuk diri masing-masing meski bisa menyumbangkan kemenangan serta berpengalaman bermain di Piala Sudirman 2021 dan 2023. Rinov/Pitha, bahkan, hampir kalah saat melawan Callum Hemming/Estelle Van Leeuwen saat tertinggal 15-19 pada gim ketiga. Perlahan, Rinov/Pitha menambah enam poin beruntun hingga menang 21-15, 15-21, 21-19.

Pitha menjelaskan bahwa dia kesulitan keluar dari tekanan lawan. Dia pun belum bisa beradaptasi maksimal dengan kok berlaju pelan yang digunakan dalam pertandingan.

”Pada gim ketiga, saya hanya berpikir, selama lawan belum mendapat poin 21, masih ada kesempatan. Tidak ada yang tidak mungkin,” katanya.

Dibandingkan rekan-rekannya, Hemming/Van Leeuwen menjadi pemain yang paling berpengalaman dalam bersaing di turnamen BWF World Tour meski belum pernah juara. Hasil terbaik ganda campuran ranking ke-28 dunia itu ketika mencapai perempat final Hylo Terbuka Super 300 pada 2023. Pada 2025, mereka mencapai babak kedua Malaysia Terbuka Super 1000 dan menjadi perempat finalis Kejuaraan Eropa.

Dari pertandingan ganda campuran tersebut, Inggris bisa saja menjadi batu sandungan bagi Indonesia, Denmark, atau India untuk berebut tiket perempat final. Salah satu dari empat tim Eropa itu bisa mencuri gim, seperti ketika melawan Indonesia, atau partai yang bisa berpengaruh pada statistik dalam klasemen di grup.

 

Hasil Indonesia-Inggris

Ganda putra

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto Vs Rory Easton/Alex Green 21-11, 21-11

Ganda putri

Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi Vs Abbygael Harris/Lizzie Tolman 21-8, 21-13

Tunggal putra

Mohammad Zaki Ubaidillah Vs Nadeem Dalvi 21-10, 21-14

Tunggal putri

Ester Nurumi Tri Wardoyo Vs Freya Redfearn 21-12, 21-10

Ganda campuran

Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari Vs Callum Hemming/Estelle Van Leeuwen 21-15, 15-21, 21-19

 

Hasil pertandingan Minggu (27/4/2025)

Grup A

China-Aljazair: 5-0

Thailand-Hong Kong: 5-0

Grup B

Korea Selatan-Ceko: 4-1

Taiwan-Kanada: 4-1

Grup D

Indonesia-Inggris: 5-0

Denmark-India: 4-1


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul