Indonesia akan mengawali penampilan dalam Piala Sudirman dengan melawan Inggris. Setiap partai bisa menjadi kunci untuk perjalanan Jonatan Christie dan kawan-kawan.
26 Apr 2025 19:20 WIB · Olahraga
Dengan atlet muda dan tanpa pemain top dunia, Inggris akan menjadi lawan pertama Indonesia dalam kejuaraan bulu tangkis beregu campuran Piala Sudirman di Xiamen, China. Melihat dua langkah berikutnya yang akan lebih berat untuk mendapat peluang lolos ke perempat final, perlu kejelian memilih atlet meski kekuatan Inggris berada di bawah Indonesia.
Pertandingan Indonesia melawan Inggris pada persaingan Grup D akan berlangsung di Fenghuang Gymnasium pada hari pertama kejuaraan, Minggu (27/4/2025). Lima nomor akan dimainkan pada pertandingan yang dimulai pukul 16.00 WIB. Pada waktu yang sama, dua tim lain di Grup D juga akan berhadapan, yaitu India dan Denmark.
Adapun pada sesi pertama, mulai pukul 08.30 WIB, akan berlangsung pertandingan di Grup B, yaitu antara Taiwan dan Kanada serta Korea Selatan melawan Ceko. Di Grup A, Thailand akan berhadapan dengan Hong Kong.
Sebanyak 16 tim yang dibagi dalam empat grup akan bersaing dalam format round robin pada fase penyisihan. Setiap tim bertanding tiga kali pada fase ini untuk memperebutkan posisi dua teratas pada setiap grup agar bisa lolos ke perempat final.
Berdasarkan peta kekuatan bulu tangkis dunia, persaingan Grup D akan lebih ketat dibandingkan grup lain. Meskipun tidak ada yang memiliki kekuatan merata di semua nomor, Indonesia, India, dan Denmark mempunyai jagoan di nomor tertentu. Ketiganya, bahkan, memiliki andalan di sektor yang sama, yaitu tunggal dan ganda putra untuk meraih poin kemenangan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/25/8e7637bc-5572-436a-82d4-bf270524a6c3_png.png)
Fokus pertama Jonatan Christie dan kawan-kawan akan diarahkan untuk mengalahkan Inggris. Meski demikian, Indonesia harus berhitung kekuatan untuk menghadapi dua tim yang lebih berat, yaitu India pada Selasa dan Denmark (Kamis).
Menjadi salah satu dari empat tim Eropa yang tampil di Piala Sudirman selain Denmark, Ceko, dan Perancis, Inggris tak diperkuat pemain yang paling berpengalaman dalam turnamen BWF World Tour, yaitu ganda putra Ben Lane/Sean Vendy.
Dari 12 atlet yang didaftarkan, hanya dua pemain yang bermain di Piala Sudirman 2023, yaitu tunggal putra berusia 20 tahun Nadeem Dalvi dan Freya Redfearn (tunggal putri). Dari semua atletnya, wakil Inggris dengan ranking dunia terbaik adalah ganda campuran Callum Hemming/Estelle van Leeuwen.
Pasangan ranking ke-28 dunia itu mempunyai empat gelar juara dari turnamen International Challenge/Series, tetapi masih minim pengalaman dalam level BWF World Tour (Super 300-1000). Sejak berpasangan pada 2023, hasil terbaik dari BWF World Tour adalah ketika mencapai perempat final Hylo Terbuka Super 300 pada 2023.
Seperti Hemming/Estelle, atlet nomor lain yang dibawa ke Piala Sudirman lebih sering bersaing dalam turnamen International Challenge/Series. Hanya ganda putra Hemming/Ethan van Leeuwen yang sudah bisa lebih sering menjadi peserta BWF World Tour, termasuk pada level Super 1000. Pada 2025, mereka tampil di Malaysia Terbuka dan All England.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/25/c21fd0f3-d201-46be-b53d-23fb9380bf41_png.png)
Putri dan Ester siap turun, tinggal saya ngobrol dengan mereka.
Berdasarkan catatan pemain lawan dan kekuatan sendiri, ada berbagai skenario yang bisa dipilih Indonesia dalam menentukan pemain untuk laga pembuka. Alternatif pertama adalah menurunkan semua pemain terbaik dari setiap nomor.
Dengan persaingan ketat, hasil dari setiap partai akan sangat berarti untuk menentukan posisi akhir dalam grup. Jika terdapat dua tim atau lebih dengan jumlah kemenangan yang sama, selisih partai hingga selisih skor akan menjadi penentu. Maka, memenangi setiap laga dengan selisih skor besar adalah skenario terbaik dalam mengawali penampilan.
Jika indikator ranking yang digunakan, ”Merah Putih” akan menurunkan Jonatan dan Putri Kusuma Wardani di nomor tunggal. Pada sektor ganda, Indonesia memiliki Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi, dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari.
Pilihan lain adalah menurunkan pemain pelapis dengan tujuan menyimpan tenaga pemain-pemain utama. Di tunggal putra terdapat pilihan antara dua pemain muda yang menjalani debut di Piala Sudirman, yaitu Alwi Farhan atau Mohammad Zaki Ubaidillah. Adapun tunggal putri bisa memilih Ester Nurumi Tri Wardoyo.
Pelatih tunggal putri Imam Tohari menyatakan kesiapan Putri dan Ester untuk diturunkan melawan Inggris. Setiap tim yang bertanding pada sesi kedua, mulai pukul 16.00 WIB, memiliki batas waktu penyerahan nama-nama atlet maksimal empat jam sebelum laga. Adapun tim yang bermain mulai pukul 08.30 WIB harus menyerahkan daftar atlet pukul 22.00 pada hari sebelumnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/25/f1898f3a-1330-4439-a23d-f5cda0745a40_png.png)
”Putri dan Ester siap turun, tinggal saya ngobrol dengan mereka,” kata Imam yang juga menyebut bahwa pemilihan atlet yang akan bertanding didasarkan pula pada kebutuhan tim.
Dalam nomor ganda, kemampuan setiap pasangan memiliki kemampuan yang cenderung sama. Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin bisa menjadi pilihan di ganda putra selain Fajar/Rian.
Selain kedua pasangan ini, terbuka pula kesempatan untuk menduetkan Fikri dan Bagas Maulana seperti sebelum mereka berganti pasangan sejak Agustus 2024. Hal itu dimungkinkan terjadi karena Bagas datang ke Xiamen tanpa partnernya, Leo Rolly Carnando, yang cedera lutut kiri.
Pada ganda putri ada Siti Fadia Silva Ramadhanti/Lanny Mayasari sebagai alternatif dari Febriana/Amalia. Sementara ganda campuran membawa Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja dan Dejan Ferdinansyah yang bisa dipasangkan dengan Fadia.
Berbeda dengan Piala Thomas dan Uber yang merupakan kejuaraan beregu putra dan putri, memilih pemain dalam Piala Sudirman dalam setiap nomor bisa lebih bebas karena tak harus berdasarkan posisi dalam ranking dunia. Namun, menentukan atlet dalam Piala Sudirman menuntut kejelian lebih karena hanya satu wakil yang bisa bermain dari setiap nomor.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/24/8329ead4-5425-4226-8cb5-8b20cc5b8ab5_jpg.jpg)
Maka, ada berbagai faktor yang dilihat setiap pelatih ketika berdiskusi untuk menentukan atlet yang akan bertanding. Salah satu faktor yang digunakan sebagai indikator adalah head to head (hasil pertemuan) dengan calon lawan, terutama pada pertemuan terbaru. Selain itu, ditelaah juga kecocokan gaya bermain atlet untuk menghadapi lawan yang diperkirakan akan turun.
Berdasarkan data dari laman resmi BWF, hampir semua pemain Indonesia dan Inggris belum pernah bertemu. Hanya Jonatan yang pernah mengalahkan Dalvi pada Piala Thomas 2024 dan Putri yang menang atas Redfearn pada Kejuaraan Dunia Beregu Yunior 2018.
Data hasil pertemuan tersebut telah dikumpulkan sejak di Jakarta sehingga, seperti dikatakan Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian, di Xiamen, tim pelatih tinggal melihat kesiapan atlet dari sisi fisik dan mental. Tekanan dalam kejuaraan beregu lebih besar dibandingkan turnamen perseorangan sehingga atlet harus memiliki mental yang lebih tangguh.
Vita Marissa, pelatih Rehan/Gloria di PB Djarum, mengatakan hal yang sama seperti Eng Hian. ”Yang paling menentukan adalah kesiapan atlet menjelang pertandingan. Kami akan melihat kondisi terakhir mereka untuk menentukan siapa yang bermain,” ujar Vita pada masa persiapan tim di Jakarta.
Berdasarkan pengalamannya membela Indonesia dalam Piala Sudirman, Piala Thomas, dan nomor beregu pada ajang multicabang, Jonatan menuturkan bahwa atlet akan ditanya pelatih tentang kesiapan untuk bertanding. Banyak faktor yang menentukan pemilihan atlet, tetapi Jonatan menegaskan bahwa atlet harus selalu siap saat dipercaya bermain.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/21/e64046a1aafbaa9f27017115fe4cd9fa-20250421ags3.jpg)
Seperti berulang kali dikatakan legenda bulu tangkis Indonesia, Christian Hadinata, saat atlet sudah dipercaya menjadi anggota tim Indonesia, mereka harus siap diturunkan kapan pun.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Priskilia Bintang Cornelia Sitompul