Momentum Panjat Tebing ”Lead” Indonesia Unjuk Gigi di Rumah Sendiri

Seri Piala Dunia Panjat Tebing 2025 Bali, 2-4 Mei, jadi momentum pemanjat ”lead” Indonesia unjuk kemampuan dan petik pengalaman. Kekuatan bertambah tiga kali lipat.

30 Apr 2025 15:00 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

Saat Sukma Lintang Cahyani terjatuh selepas mencapai pegangan ke-33 pada dinding panjat, maka selesai sudah perjalanan tim lead Indonesia yang terdiri dari empat pemanjat di seri Piala Dunia Panjat Tebing 2025 di Wujiang, China, pekan lalu. Lintang menjadi satu-satunya wakil Indonesia disiplin lead yang lolos ke babak semifinal. Dia pulang sebagai penghuni peringkat ke-18 dari 24 peserta.

Setelah meraih pencapaian terbaiknya di Piala Dunia itu, Lintang langsung menatap seri selanjutnya. Pemanjat asal Yogyakarta tersebut bakal beraksi di hadapan publik sendiri, tepatnya di Pulau Peninsula, di kawasan Nusa Dua, Bali. Dia terbang ke Bali sejak Rabu (30/4/2025) untuk persiapan berlomba pada hari pertama, Jumat (2/5/2025).

”Jalur yang disiapkan cukup menantang dengan kombinasi gerakan teknis dan bagian yang menguji daya tahan sehingga memerlukan fokus dan strategi matang. Secara keseluruhan, saya cukup puas dengan penampilan saya meskipun masih ada beberapa aspek yang harus saya evaluasi dan tingkatkan untuk di Bali,” tutur Lintang soal penampilan di Wujiang.

Di Bali, Lintang mengemban misi berbeda dari Wujiang. Tak hanya harus tampil lebih baik, Lintang juga ingin menembus babak final, tepatnya finis pada peringkat empat besar. Target ini lebih tinggi ketimbang Wujiang dengan menembus delapan besar, target yang belum bisa dicapai Lintang.

Pemanjat tebing disiplin lead Indonesia, Sukma Lintang Cahyani, tampil babak semifinal di seri Piala Dunia 2025 di Wujiang, China, yang digelar di Fenhu Culture and Sports Center, Sabtu (26/4/2025)

Walakin, Lintang optimistis dengan penampilannya di Bali nanti. Pencapaian di Wujiang membawa motivasi tambahan baginya untuk menunjukkan kemajuan di Pulau Dewata.

”Apalagi ini berlomba di Indonesia, terasa lebih istimewa karena akan tampil di hadapan penonton yang mendukung. Menurut saya, ini peluang besar untuk tampil lebih baik,” ujar Lintang.

Lintang juga memang patut percaya diri. Sebab, pemanjat berusia 20 tahun ini punya catatan baik ketika melakoni turnamen internasional di Indonesia.

Saat Kualifikasi Olimpiade Paris 2024 zona Asia pada 2023 lalu di Jakarta, misalnya, Lintang mampu menembus babak final. Setahun sebelumnya, dia mampu mencapai babak semifinal pada seri piala Dunia 2022 di Jakarta.

Infografik Lead Piala Dunia Panjat Tebing 2025 Bali

Di sisi lain, tim lead Indonesia secara keseluruhan punya kesempatan yang lebih besar di Bali. Sebab, jumlah atlet Indonesia yang bisa berlomba pada disiplin ini bisa lebih banyak dibanding saat mengikuti seri lainnya.

Berdasarkan aturan Federasi Internasional Panjat Tebing (IFSC), setiap negara anggota federasi memiliki hak untuk mengirimkan hingga dua peserta per disiplin dan jenis kelamin. Di Wujiang, Indonesia menggunakan hak yang disebut kuota tetap ini dengan membawa dua atlet putra dan putri.

Sebenarnya, ada kuota tambahan yang diberikan kepada setiap negara anggota federasi untuk mengikuti seri Piala Dunia. Kuota ini ditentukan berdasarkan performa pemanjat pada Piala Dunia tahun sebelumnya.

Namun, pada disiplin lead, Indonesia tidak memiliki tambahan kuota untuk Piala Dunia tahun ini. Dengan demikian, Indonesia hanya bisa mengirimkan masing-masing dua atlet ke seri Piala Dunia, kecuali saat menjadi tuan rumah.

Atlet panjat tebing Indonesia disiplin lead, Musauwir, berlatih di pemusatan latihan nasional panjat tebing di halaman parkir Hotel Santika Kota Harapan Indah, Bekasi, Sabtu (19/4/2025).

Tuan rumah memiliki tambahan kuota hingga empat peserta per disiplin dan jenis kelamin. Alhasil, kekuatan tim lead Indonesia bertambah hingga tiga kali lipat menjadi 12 atlet.

”Kami turunkan tambahan atlet yang menurut kami terbaik, baik putra maupun putri. Kami maksimalkan kuota dengan harapan juga mereka bisa berproses secara maksimal,” ucap Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), M Rizali Umarella.

”Dengan Lintang sudah bisa masuk 20 besar di Wujiang, yang merupakan catatan baru yang baik, mudah-mudahan pemanjat lain juga bisa mengikuti atau bahkan melampaui. Namun, yang terpenting adalah mereka semua berproses dan berprogres,” ujarnya menambahkan.

Selain para pemanjat yang berlatih di pemusatan latihan nasional, FPTI juga melibatkan atlet-atlet yang berlatih secara mandiri. Itu termasuk pemanjat lead putra, Raviandi Ramadhan, yang punya catatan apik di Piala Dunia.

Raviandi merupakan pemanjat yang pernah mencetak sejarah baru untuk Merah-Putih dalam Piala Dunia Panjat Tebing yang digelar sejak 1989. Dia menjadi pemanjat Indonesia pertama yang bisa menembus babak final nomor perlombaan saat seri Piala Dunia 2022 di Jakarta.

Atlet panjat tebing Indonesia Raviandi Ramadhan beraksi dalam final seri ke-12 Piala Dunia Panjat Tebing 2022 nomor lead di SCBD Park, Jakarta, Senin (26/9/2022). KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 26-9-2022

Pemanjat-pemanjat papan atas dunia juga akan ikut serta dalam perlombaan di Bali. Peraih medali emas dalam dua seri Piala Dunia sebelumnya di Wujiang dan Keqiao, Anraku Sarato (Jepang), terdaftar dalam peserta yang berlomba di Pulau Dewata. Begitu juga dengan peraih medali emas nomor kombinasi di Olimpiade Tokyo 2020, Alberto Gines Lopez (Spanyol).

Artinya, selain menjadi kesempatan menunjukkan kemampuan, Bali juga menjadi ajang para atlet lead Indonesia mendapatkan pengalaman berlomba dengan para atlet dunia. Kesempatan yang tidak selalu bisa didapatkan para atlet karena keterbatasan kuota. Mereka pun dapat memetik pelajaran berharga dari negara-negara yang sudah lebih dulu mengembangkan disiplin ini.

”Di Piala Dunia ini, hanya beberapa persen atlet yang kemampuannya di bawah rata-rata. Hanya 1-2 orang saja, biasanya dari negara-negara yang baru mengembangkan disiplin ini, baru mencoba kompetisi. Selebihnya adalah negara yang memang sudah punya kultur lead dan boulder,” ucap pelatih tim panjat tebing Indonesia, Hendra Basir.

”Untuk itu, memang tidak bisa main-main ketika bersaing di level ini. Dari Wujiang kemarin, evaluasi salah satunya adalah hal mendasar, seperti gerakan yang tidak sempurna. Ini kesalahan yang ketika sudah di level dunia, tidak boleh banyak dilakukan karena persaingan yang sengit dengan margin nilai yang sangat tipis,” ujarnya lagi.

Pelatih panjat tebing Indonesia, Hendra Basir memimpin pemusatan latihan nasional jelang Asian Games 2022 di Hotel Santika Premiere, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (8/9/2023). Sebanyak 12 atlet panjat tebing Indonesia akan diberangkatkan dalam Asian Games Hangzhou 2022 di China yang akan berlangsung pada 23 September-8 Oktober 2023. Kementerian Pemuda dan Olahraga menargetkan kontingen Indonesia mampu menembus 12 besar dengan perolehan 8 hingga 12 medali emas dalam Asian Games Hangzhou 2022 di China. Target 12 emas di Hangzhou diharapkan bisa disumbangkan dari bulu tangkis, perahu naga, jujitsu, kurash, karate, sepak takraw, panjat tebing, atletik, dan wushu. Indonesia mengutus 415 atlet dan 161 ofisial dari 31 cabang untuk Asian Games 2022. KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 8-9-2023

Meski demikian, Hendra juga menekankan bahwa perjalanan tim lead di Piala Dunia adalah bagian dari upaya memberi mereka jam terbang. Pengalaman berkompetisi sangat penting untuk meningkatkan kemampuan mereka. Terlebih, mulai tahun ini, para atlet memang sudah memasuki fase latihan untuk bisa bersaing di turnamen-turnamen internasional sebagai bagian dari program menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

Di rumah sendiri, para pemanjat lead Indonesia akan menunjukkan kemampuan mereka dan memetik pengalaman serta pelajaran dari atlet level dunia. Bali bisa lebih dari sekadar panggung pembuktian. Ini juga adalah awal dari perjalanan panjang menuju puncak dunia yang dinantikan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul