Setelah kehilangan gelar di putaran pertama SEA V Cup 2026 karena penampilan antiklimaks, timnas bola voli Indonesia dinanti penebusan di rumah sendiri.
23 Jul 2026 18:14 WIB · Olahraga
HUMAS PBVSI
JAKARTA, KOMPAS — Setelah tampil antiklimaks di SEA V Cup atau Piala SEA V 2026 putaran pertama, timnas bola voli Indonesia berkesempatan melakukan penebusan di putaran kedua. Selain mempunyai keuntungan sebagai tuan rumah, timnas voli yang berstatus juara Asia ini juga bermodal kepercayaan diri setelah pembalasan atas Kamboja pada laga perdana.
Timnas bola voli Indonesia mengawali perjalanan di putaran kedua Piala SEA V 2026, turnamen bola voli antarnegara Asia Tenggara, dengan kemenangan meyakinkan atas Kamboja pada laga Pul A, Rabu (22/7/2026). Bermain di Jakarta International Velodrome, Jakarta, Indonesia menang 3-0 (26-24, 25-15, 25-17).
”Kunci kemenangan kami ada pada konsistensi variasi serangan dan komunikasi yang makin membaik dari set ke set,” ujar Reidel Toiran, pelatih timnas bola voli Indonesia.
Kemenangan ini membalas kekalahan di final putaran pertama yang digelar di Filipina pada pekan lalu. Saat itu, Indonesia takluk lewat pertarungan sengit yang berakhir dengan skor 2-3 (23-25, 26-28, 25-23, 25-22, dan 11-15).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/07/23/67d5c9b8-7a79-4a48-bcd7-17564fd61158.jpeg)
Indonesia datang ke Piala SEA V dengan status sebagai juara Piala AVC 2026 berlevel Asia. Kemenangan demi kemenangan yang diraih sejak babak grup hingga semifinal putaran pertama pun menunjukkan kualitas mereka.
Namun, ketika gelar juara ada di depan mata, Indonesia justru takluk dari Kamboja pada laga puncak. Farhan Halim dan kawan-kawan tak mampu mengulangi kemenangan di fase grup ketika menaklukkan Kamboja, 3-0 (25-18, 25-18, 25-21).
Mudah-mudahan, di putaran kedua, Indonesia bisa meraih gelar juara.
Penampilan antiklimaks ini jadi bahan evaluasi untuk putaran kedua yang digelar di Indonesia hingga 26 Juli mendatang. Kesuksesan membalas kekalahan dari Kamboja jadi tambahan kepercayaan diri tuan rumah untuk melakukan ”penebusan” di hadapan publik sendiri.
Reidel Toiran mengatakan, kendati mampu mengalahkan Kamboja, anak-anak asuhannya bukannya tampil tanpa cela. Masih ada sejumlah kekurangan yang harus diatasi timnya untuk menghadapi persaingan putaran kedua.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/07/23/ab4d74b5-60df-47a4-85c8-a511af5da27e.jpeg)
Pelatih asal Kuba ini menyoroti kewaspadaan tim yang masih mudah goyah pada awal set. Hal itu terlihat ketika Kamboja mampu mengejar dan memaksakan skor imbang hingga 18-18 dan 24-24 pada set pertama. Padahal, Indonesia sempat memimpin perolehan angka hingga pertengahan set.
Terlepas dari itu, Indonesia perlahan bisa mengatasi kelemahan yang muncul saat kekalahan di final putaran pertama. Saat itu, Indonesia gagal mengantisipasi serangan Kamboja yang mudah terbaca karena pertahanan yang mudah renggang.
Di sisi lain, aspek serangan Indonesia juga kurang tajam karena penyelesaian akhir tidak maksimal. Hal itu tak lepas dari penerimaan bola pertama yang tidak sempurna.
Kamboja sendiri menjadi kejutan terbesar di Piala AVC 2026 putaran pertama. Sebelum menaklukkan Indonesia di final, Kamboja menumbangkan raksasa bola voli Asia Tenggara lainnya, yakni Thailand, di semifinal.
Meski begitu, Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Indonesia (PP PBVSI) Imam Sudjarwo memahami ekspektasi publik terhadap timnas Indonesia akan tinggi. Untuk itu, Imam berharap para pemain tampil lebih baik untuk memenuhi ekspektasi tersebut.
Di sisi lain, Imam juga berharap para penonton memberi dukungan penuh sehingga motivasi para pemain bisa meningkat. Dengan putaran kedua dihelat di Jakarta, para penonton bisa datang menyaksikan dan memberi dukungan langsung kepada para pemain.
”Ekspektasi masyarakat Indonesia sangat tinggi. Persaingan voli Asia Tenggara kini tengah bergeser. Kamboja memberikan kejutan dengan tembus final dan menjuarai putaran satu di Filipina. Mudah-mudahan, di putaran kedua, Indonesia bisa raih gelar juara,” ujar Imam.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/07/23/25a42389-c00d-46fe-b640-633b0448656e.jpeg)
Piala SEA V adalah nama baru untuk turnamen Asia Tenggara, SEA V League. Indonesia tiga kali meraih gelar juara, antara lain, pada putaran pertama dan kedua SEA V League 2023 dan putaran kedua SEA V League 2025.
Saat putaran kedua SEA V League 2025, Indonesia—yang masih dilatih Jeff Jiang—menjadi juara di hadapan publik sendiri. Saat itu, Jasen Natanael Kilanta dan kawan-kawan tampil dominan di Jakarta International Velodrome dengan mengalahkan Filipina (3-2), Vietnam (3-1), Kamboja (3-0), dan Thailand (3-2).
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Yulvianus Harjono