Jakarta LavAni Livin’ Transmedia bertekad teruskan tren positif pada ”final four” Proliga 2025. Inilah momentum mereka teguhkan dominasi sekaligus rebut trofi lagi.
20 Mar 2025 13:44 WIB · Olahraga
Delapan kali bertanding, delapan kali pula meraih kemenangan. Jakarta LavAni Livin’ Trasmedia menorehkan catatan impresif tersebut selama perjalanan menuju babak final four Proliga 2025. Jakarta LavAni pun menjadi satu-satunya tim yang tak terkalahkan selama babak reguler.
Dari delapan laga itu, LavAni memenangi lima pertandingan dengan hasil sempurna, 3-0. Hanya sekali LavAni ”susah payah” memenangi laga, yakni ketika menghadapi Palembang Bank SumselBabel pada pekan keenam. Dalam laga itu, tim milik Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono ini harus menempuh lima set untuk bisa meraih kemenangan.
Bagi tim yang debut di Proliga pada musim 2022 tersebut, ini pertama kalinya Jakarta LavAni melaju ke babak final four dengan tanpa cela. Jumlah pertandingan yang dilalui pada musim ini memang lebih sedikit. Namun, hal itu tak mengurangi fakta bahwa LavAni mampu tampil konsisten.
”Setiap pertandingan, kan, menyimpan ’misterinya’ masing-masing. Ada mungkin satu atlet yang lagi off, satu atlet mungkin bagus dan lain-lain. Tapi, intinya kami merasa ritme permainan cukup baik, termasuk performa dari pemain asing,” ucap Manajer LavAni Ossy Darmawan, Rabu (19/3/2025).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/23/f5fac7d9-c063-4c82-ad51-68559bf573e1_jpg.jpg)
Kendati demikian, Ossy tidak mau tim puas dan terlena dengan penampilan impresif pada fase reguler. Tantangan dan ujian sesungguhnya baru akan dirasakan LavAni pada babak empat besar ketika tim terbaik sudah mengerucut. Untuk itu, kata Ossy, para pemain hanya berlibur selama 10 hari setelah fase reguler berakhir pada pertengahan Februari.
Setelah itu, Dio Zulfikri dan kawan-kawan langsung berkumpul kembali untuk menjalani pemusatan latihan di Cikeas, Bogor. Mereka dijadwalkan berlatih hingga menjelang Idul Fitri. Latihan yang tak terputus itu yang menjadi kunci ketika LavAni tampil impresif pada babak reguler. Mereka menggunakan resep yang sama untuk final four.
Final four akan digelar mulai 17 April 2025 di GOR Jayabaya, Kediri, Jawa Timur. LavAni akan tampil pada hari kedua melawan Palembang Bank SumselBabel. Setelah itu, pada 20 April 2025, tim asuhan Pelatih Nicolas Vives ini bakal bertemu Surabaya Samator.
Pada musim-musim sebelumnya, perjalanan LavAni di babak final four cenderung selalu mulus. Pada musim perdana mereka di Proliga, LavAni menempati peringkat ketiga fase reguler dengan meraih enam kemenangan dari 10 pertandingan. Lalu, pada babak final four, mereka hanya menelan satu kekalahan ketika menghadapi Surabaya Bhayangkara Samator.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/20/e5a65eef-0c7c-4063-906b-f3f165e012c5_png.png)
Dengan hanya satu kekalahan, LavAni melaju ke babak grand final Proliga 2022 untuk menghadapi Samator. Mereka sukses membalaskan kekalahan dan menorehkan sejarah sebagai tim debutan pertama yang meraih trofi juara pada musim perdananya.
Dalam sejarah Proliga, hanya segelintir tim pendatang baru yang bisa bersaing dan merebut gelar juara. Tim-tim itu adalah Jakarta Sananta Indocement pada 2008, Palembang Bank SumselBabel pada 2011 dan 2013, Jakarta Elektrik PLN pada 2015, dan Jakarta Pertamina Energi pada 2017.
Namun, tim-tim debutan tersebut baru merasakan juara beberapa musim setelah musim perdananya. Sananta Indocement, misalnya, butuh lima musim sejak partisipasi pertama pada 2003. Bank SumselBabel butuh dua musim (sejak 2009), Elektrik PLN butuh 10 musim (sejak 2005), dan Pertamina butuh lima musim (sejak 2012).
Adapun pada Proliga 2023, LavAni hanya kalah sekali dari 14 pertandingan fase reguler. Ketika memasuki babak final four, mereka tak terkalahkan. Torehan positif ini berlanjut ke babak grand final. LavAni pun sukses merengkuh gelar kedua mereka di Proliga.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2023/03/05/9bc7885a-a228-491f-9793-53facbf4fd2c.jpg)
Langkah mulus pada babak reguler ataupun final four juga dirasakan LavAni pada musim lalu. Mereka hanya menelan dua kali kekalahan dari 12 laga pada fase reguler, tetapi tak terkalahkan pada final four. Namun, saat final melawan Jakarta Bhayangkara Presisi, mereka seolah kehabisan ”bensin”.
Kekalahan itu membuat LavAni gagal menorehkan hattrick alias meraih juara dalam tiga edisi beruntun. Dengan demikian, LavAni juga gagal menjadi tim pertama yang bisa menjadi juara Proliga tiga kali berturut-turut.
Menurut Ossy, ”bensin” yang habis pada laga krusial musim lalu itu adalah salah satu konsekuensi dari upaya tampil all out pada setiap laga. Meski demikian, Ossy mengatakan, itulah spirit yang terus dijaga LavAni.
Selain merupakan pesan dari SBY selaku pendiri dan pembina klub, LavAni bertekad tampil bagus dan menghibur pada setiap laga. Hanya dengan tampil all out, itu bisa terwujud.
”Kecuali kalau nanti kita bisa menentukan diri masuk grand final sebelum final four selesai. Nah, itu mungkin bisa di pertandingan akhir kita kurangi jumlah pemain yang terlibat. Karena, kita ingin pertahankan ritme dan moral pemain,” ujar Ossy.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/04/ac894114-755a-4f8a-b9b2-9da43e03b923_jpeg.jpg)
LavAni akan berusaha untuk tetap menjaga konsistensi pada babak final four seperti pada musim-musim sebelumnya. Harapannya, mereka bisa melaju ke babak grand final dan tetap menunjukkan penampilan yang sama. Ossy tak mau kisah sedih pada musim lalu terulang lagi.
Bagi LavAni, final four adalah langkah awal bagi mereka untuk meneguhkan dominasi di Proliga 2025. Apabila langkah mulus seperti musim lalu terulang, mereka tidak hanya akan mendapatkan ”bonus” mencapai partai puncak, tetapi juga menambah catatan kemenangan. Itu juga akan menjadi modal baik untuk mewujudkan mimpi kembali meraih trofi juara.
”Dengan kekalahan yang cukup menyakitkan pada musim lalu, kami tampil musim ini dengan tekad kuat untuk mengambil lagi trofi juara itu,” tutur Ossy.
”Tantangan pada final four tentu cukup berat, lawan juga pasti sudah melengkapi skuad mereka sebaik mungkin, tetapi kami percaya dengan kekuatan tim yang sudah kami bentuk dan rancang sejak awal,” tutur Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional ini menambahkan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/07/22/d81e44b2-5797-4840-82ab-7e5c2c99c66b_jpg.jpg)
Ketika tim lain memanfaatkan momentum jeda final four untuk mencari pemain asing ataupun lokal guna memperkuat tim, LavAni memilih bertahan dengan skuad awal. Itu termasuk mempertahankan dua pemain asing mereka, Renan Buiatti (Brasil) dan Taylor Lee Sander (Amerika Serikat).
Pada Proliga 2025, setiap tim diperbolehkan memiliki dua pemain asing. Tim juga diperbolehkan mengganti pemain asing mereka hingga sebelum babak final four.
Kata Ossy, LavAni sejak awal sudah berusaha membentuk skuad sebaik mungkin sehingga tidak perlu tambal sulam pemain ketika musim berjalan. Menurut Ossy, hal itu juga akan memberikan keuntungan kepada mereka, yakni adaptasi pemain yang lebih mulus, terutama pemain asing.
Adapun asisten pelatih LavAni, Erwin Rusni, mengatakan, tim kepelatihan akan melakukan pembenahan menyeluruh kendati tampil apik pada fase reguler. Hal itu dilakukan agar penampilan tim lebih baik dan konsistensi tetap terjaga pada final four.
”Ada beberapa kelemahan tim yang mesti terus dibenahi, antara lain pengembalian bola pertama servis dan blok. Itu yang sering kali membuat kami kehilangan set dalam suatu pertandingan,” ujar Erwin selepas laga terakhir fase reguler melawan Jakarta Bhayangkara Presisi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/03/27/b70be6d0-d493-453b-92ec-a16a830f8c31.jpg)
Sementara itu, kapten tim, Dio Zulfikri, lebih berfokus pada persiapan mental bertanding. Menurut Dio, atmosfer final four akan berbeda dengan fase reguler. Tak hanya persaingan yang lebih sengit, jadwal laga pun akan lebih padat.
Apabila pemain tidak punya mental kuat, tim akan rawan tergelincir. ”Kalau babak reguler, kami kadang main sekali dan kadang dua kali dalam sepekan. Tetapi, kalau babak final four, kami selalu main dua kali dalam sepekan. Kalau tidak siap mental menghadapi jadwal padat tersebut, itu bisa berakibat fatal untuk kami,” tuturnya.
Hal serupa disampaikan outside hitter LavAni, Fahri Septian Putratama. Menurut Fahri, mentalitas pemain perlu disiapkan untuk menghadapi momen-momen kritis, terutama saat tim tengah berjuang pada poin-poin penentu.
Fahri menambahkan, dia dan para pemain LavAni lain juga berusaha menjaga kepercayaan diri agar tak berlebih. Hasil apik pada fase reguler otomatis meningkatkan kepercayaan diri tim, tetapi dia berharap hal itu tidak menjadi bumerang bagi mereka.
“Kami belajar dari pengalaman musim lalu yang setelah kemenangan-kemenangan pada final four, malah tergelincir di laga terakhir. Maka, kami saat ini mencoba lebih waspada, berusaha agar tidak jemawa,” tutur Fahri.
Momentum kini berada di tangan Jakarta LavAni Livin’ Transmedia. Dengan catatan sempurna di fase reguler dan tekad membara untuk menebus kegagalan musim lalu, mereka melangkah ke final four dengan satu tujuan: kembali merajai Proliga. Apakah mereka mampu meneguhkan dominasi sampai trofi juara kembali ke genggaman?
Penulis:
Rebiyyah Salasah, Adrian FajriansyahEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .