Musim Baru, Masalah Lama Manchester United

Hasil tidak lazim di kandang Fulham, Stadion Craven Cottage, menguak masalah klasik MU dari musim-musim lalu. Amorim meyakini, masalah itu sebenarnya bisa dihindari.

25 Agt 2025 07:24 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

LONDON, MINGGU — Manchester United sudah mengarungi musim baru dengan banyak tambahan pemain, tetapi masih terjebak dengan masalah lama. Mereka sering kehilangan konsentrasi ketika bertahan dan gagap dalam penyelesaian akhir. Fulham memanfaatkan titik lemah tim tamu dan berhasil mencuri poin di pengujung laga Liga Inggris.

MU unggul lebih dulu lewat gol bunuh diri penyerang lawan, Rodrigo Muniz, pada awal paruh kedua. Tim asuhan Ruben Amorim itu hanya perlu mempertahankan keunggulan satu gol di sisa 17 menit waktu normal untuk meraup tiga poin pertama pada musim ini, Minggu (25/8/2025) WIB.

Namun, tim tamu justru kecolongan pada menit ke-73. Fulham menyamakan skor lewat pemain pengganti, Emile Smith Rowe. Dia mencetak gol lewat sentuhan pertama di lapangan saat baru masuk ke lapangan selama 94 detik. Smith Rowe memanfaatkan umpan silang gelandang kreatif Alex Iwobi yang sebenarnya ditujukan untuk striker Raul Jimenez.

Laga berakhir imbang 1-1. Hasil itu terasa tidak lazim bagi MU. Biasanya, Craven Cottage selalu menjadi lumbung poin untuk ”Setan Merah”. Mereka selalu meraup poin penuh dari stadion yang bertempat di kota London itu selama 15 tahun ke belakang. Terakhir kali sebelumnya MU gagal menang di sana adalah pada Agustus 2010 (skor 2-2).

Iwobi, sang pemberi asis, mengungkapkan rahasia keberhasilan menahan tim tamu. Saat menyerang, mereka sengaja mengincar dua gelandang pivot MU dalam formasi 3-4-2-1. ”Kami tahu, kami bisa berada di belakang dua gelandang itu. Tiga bek mereka tidak akan naik membantu. Kami mengeksplotasi hal itu,” ujar mantan pemain Arsenal tersebut.

Manchester United's Matheus Cunha, center, in action during the English Premier League soccer match between Fulham and Manchester United at Craven Cottage, in London, Sunday Aug. 24, 2025. (Adam Davy/PA via AP)

Salah satu gelandang itu adalah kapten tim Bruno Fernandes. Dia merupakan ”pendosa” terbesar dalam gol penyeimbang Fulham. Fernandes tidak peka dengan pergerakan tanpa bola Smith Rowe ke kotak penalti. Dia hanya pasif menunggu di luar kotak penalti. Rowe pun menerima di kotak penalti tanpa penjagaan pemain MU.

Quote

Saya menendang bola dengan sangat buruk. Saya menaruh kaki terlalu rendah.

Persoalan konsentrasi dan kesadaran dalam pertahanan terlihat masih menghantui Setan Merah. Masalah itu terus berulang selama beberapa musim terakhir. Mereka sering kali kebobolan akibat pergerakan lawan dari lini kedua, terutama saat ditekan di momen krusial. Para gelandang sering hanya fokus dengan keberadaan bola.

Amorim berkata, masalah lama muncul karena persoalan mentalitas. ”Setelah gol, kami hanya memikirkan hasil dan melupakan hal-hal yang perlu dilakukan. Kami seharusnya fokus terhadap performa jika ingin menang. Kami harus lebih menguasai permainan, lebih menekan lawan. Kami kurang cerdas di momen itu,” ujarnya.

Pendapat Amorim masuk akal. Sang juru taktik menampilkan skuad yang sangat ofensif pada paruh kedua, termasuk setelah unggul. Tiga penyerang baru MU, yaitu Benjamin Sesko, Bryan Mbeumo, dan Matheus Cunha, bermain bersama. Fernandes yang berposisi asli gelandang serang juga tetap dipercaya sebagai salah satu pivot di lini tengah.

Kenyataannya, seusai gol pembuka MU, Fulham berhasil menekan balik. Tuan rumah mendominasi penguasaan bola 56,4 persen dan unggul jumlah tembakan. Keunggulan para pemain MU di sisi ofensif pun tidak berpengaruh positif. Hal itu justru menjadi titik lemah saat harus bertahan dengan blok rendah.

Manchester United's Bruno Fernandes misses a penalty during the English Premier League soccer match between Fulham and Manchester United at Craven Cottage, in London, Sunday Aug. 24, 2025. (Adam Davy/PA via AP)

Penyelesaian akhir

Di sisi lain, penyelesaian akhir MU juga masih bermasalah sampai pekan kedua. Setelah hanya menghasilkan 44 gol pada musim lalu, para pemain mereka belum mencetak gol di musim baru. Kehadiran Cunha dan Mbeumo yang mengombinasikan 35 gol di musim lalu ternyata belum bisa mengubah peruntungan Setan Merah.

Cunha sempat mendapat dua peluang emas di awal laga. Tembakan pertama membentur tiang gawang, sementara yang kedua ditepis oleh kiper Bernd Leno. Pemandangan itu tampak tidak biasa sebab Cunha merupakan pemain kedua paling efisien di liga musim lalu dalam perbandingan gol dengan xG (expected goals).

Penalti gagal

Isu kepercayaan diri di kotak penalti menjadi tanya terbesar MU saat ini. Masalah tersebut semakin terasa setelah Fernandes gagal mengeksekusi tendangan penalti pada paruh pertama. Tembakan pemain tim nasional Portugal itu terbang tinggi di atas mistar gawang. Adapun Fernandes dikenal sebagai spesialis eksekutor penalti.

Terdapat sedikit insiden sebelum eksekusi penalti. Saat sedang bersiap mengambil posisi, Fernandes tidak sengaja tertabrak oleh wasit Chris Kavanagh. Dia berang terhadap kecerobohan sang wasit. Fernandes sempat berdebat dengan Kavanagh. Lalu, dia menaruh ulang bola dan memulai ritual tendangan dari awal lagi.

”Saya kecewa. Sebagai penendang penalti, Anda punya kebiasaan yang dilakukan. Hal yang mengecewakan saya karena wasit tidak meminta maaf. Itu memancing (emosi) saya, tetapi itu bukan alasan untuk kegagalan penalti. Saya menendang bola dengan sangat buruk. Saya menaruh kaki terlalu rendah,” jelas Fernandes.

Manchester United's Uruguayan midfielder #25 Manuel Ugarte (L), Manchester United's Portuguese midfielder #08 Bruno Fernandes (C) and Manchester United's French defender #15 Leny Yoro react following the English Premier League football match between Fulham and Manchester United at Craven Cottage in London on August 24, 2025. The match ended in a draw at 1-1. (Photo by JUSTIN TALLIS / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. /

Manajer Fulham Marco Silva berkata, penalti itu seharusnya tidak ada sejak awal. Kavanagh semula tidak sadar terjadi pelanggaran bek Fulham, Calvin Bassey, kepada gelandang Mason Mount. Penalti baru diberikan setelah intervensi video asisten wasit (VAR). Wasit utama berubah pikiran usai melihat tayangan ulang di monitor.

”Di situasi yang sama, terjadi dua pelanggaran sekaligus. (Luke) Shaw kepada Rodrigo (Muniz) dan Bassey kepada Mount. Keduanya pelanggaran. Hal itu semakin sulit dipercaya, terutama setelah kami kemasukan. Di gol (MU) itu, pemain kami didorong saat ingin menyundul bola,” ujar Silva.

Walaupun banyak kontroversi serta harus berbagi poin, Silva dan Amorim cukup puas dengan performa tim asuhan mereka. Kedua juru taktik asal Portugal itu bangga karena para pemain sudah berjuang keras. Performa tersebut bisa dijadikan batu loncatan untuk di laga-laga selanjutnya. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan