”Neraka” St James Park Menyapa Liverpool

Lewat rumor Isak, Liverpool membuyarkan kesegaran angin surga di skuad Newcastle. Giliran Newcastle membalas dengan menyajikan pengalaman "neraka" untuk "Si Merah".

24 Agt 2025 17:53 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

NEWCASTLE, SABTU — Newcastle United bisa melupakan sejenak derbi Tyne-Wear, duel terpanas versus tim tetangga, Sunderland, yang kembali ke Liga Inggris setelah sembilan tahun. Bagi Newcastle, musuh terbesar saat ini adalah Liverpool yang berupaya merebut penyerang Alexander Isak.

Newcastle merasakan angin surga di akhir musim lalu. Mereka sukses meraih trofi kompetisi domestik lagi setelah paceklik gelar selama 70 tahun dan kembali lolos ke Liga Champions. Kebangkitan prestasi tim asuhan pelatih Eddie Howe itu dipimpin oleh Isak, sang mesin gol.

Kebahagiaan tersebut hanya sesaat. Rencana mereka berantakan seusai pergerakan Liverpool untuk memboyong Isak. Saat bersamaan, Isak yang masih terikat kontrak tiga tahun juga berniat pindah. Tekad sang pemain sangat bulat, sampai menolak berlatih dan bermain lagi untuk Newcastle.

Pelatih Newcastle United Eddie Howe saat pertandingan Liga Inggris antara Aston Villa dan Newcastle United di Stadion Villa Park, Birmingham, Inggris, Sabtu (16/8/2025). Newcastle akan menjamu Liverpool dalam lanjutan laga Liga Inggris pada Selasa (26/8/2025).

Hubungan Newcastle dengan Isak sudah retak. Tokoh antagonisnya adalah Liverpool. Di tengah drama itu, Newcastle akan menjamu Liverpool di Stadion St James Park pada Selasa (26/8/2025) pukul 02.00 WIB. ”Dengan semua yang terjadi. Suasana (stadion) akan menjadi liar,” kata pemain sayap Newcastle, Anthony Gordon.

St James Park akan mempersembahkan ”neraka” untuk tim tamu, dari lapangan maupun tribune penonton. Newcastle memiliki salah satu basis pendukung paling fanatik di tanah Inggris. Bayangkan, mereka dipaksa untuk melihat pengkhianatan Isak yang semula berstatus calon legenda klub.

Sama seperti puluhan ribu pendukung yang siap menumpahkan kebencian, para pemain Newcastle juga sedang dalam mode perang. Gordon dan rekan-rekan ingin membuktikan, Liverpool tidak jauh lebih baik. Newcastle sempat menunjukkan itu saat menang dalam final Piala Liga Inggris, Maret lalu.

Quote

Saya tidak ragu akan ada gairah yang sangat besar dari pendukung tuan rumah. Kami harus bisa memanfaatkan itu, tetapi jangan sampai jadi gegabah.

Alexander Isak membobol gawang Liverpool yang digawangi Caoimhin Kelleher dalam final Carabao Cup 2025 di Stadion Wembley, 16 Maret 2025.

”Kami harus berkonsentrasi dan mengeksekusi rencana dengan benar. Energi dari penonton akan sangat vital untuk kami,” jelas Howe.

Pelatih Liverpool Arne Slot sangat mengantisipasi kejutan dari tuan rumah. Namun, itu bukan karena rumor soal Isak. Dia lebih fokus terhadap permainan berintensitas tinggi yang sangat mengandalkan fisik ala Howe. Gaya bermain itu nyaris selalu menyulitkan ”Si Merah” pada musim lalu.

”Kami tiga kali bertemu dengan mereka musim lalu. Dua kali di antara itu, intensitas mereka lebih tinggi daripada kami. Terutama saat kami harus bertandang. Jadi, saya pikir mereka tidak butuh sesuatu yang ekstra untuk tampil intens di St James Park nanti,” ujar Slot tentang ancaman Newcastle.

Newcastle United's English midfielder #10 Anthony Gordon runs with the ball during the pre-season friendly football match between Newcastle United and Atletico Madrid at St James' Park in Newcastle-upon-Tyne, north east England on August 9, 2025. (Photo by ANDY BUCHANAN / AFP)

Newcastle memiliki trio gelandang yang sangat agresif dalam berduel, yaitu Bruno Guimaraes, Joelinton, dan Sandro Tonali. Mereka sering ditugaskan untuk merusak ritme lawan dengan permainan ”keras” di lini tengah. Ditambah bumbu-bumbu dari luar lapangan, trio itu bisa semakin beringas.

Terakhir kali Liverpool bertamu ke St James Park, Februari lalu, Newcastle juga bermain tanpa Isak. Bedanya, striker tim nasional Swedia itu absen karena cedera. Kali ini Howe harus memutar otak karena tidak punya penyerang pelapis. Gordon agaknya akan kembali menjadi pengganti darurat.

Menurut Slot, Newcastle tetap akan berbahaya dengan atau tanpa Isak. ”Saya tidak yakin, tetapi saya berasumsi dari yang saya baca di media, Isak tidak akan tampil. Hanya mereka masih memiliki pemain seperti Gordon, (Harvey) Barnes, dan Jacob Murphy,” tuturnya.

Howe memastikan, Isak akan absen menghadapi Liverpool. Sang pelatih dan para pemain sebenarnya tidak punya masalah personal dengan penyerang 25 tahun itu. Mereka berharap Isak bisa kembali bergabung. Namun, semua tetap bergantung terhadap solusi baru antara pihak klub dan Isak.

Pendukung Newcastle United bersorak untuk tim mereka selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Newcastle United dan Chelsea di St James' Park di Newcastle-upon-Tyne, timur laut Inggris pada 11 Mei 2025. *** Local Caption *** Newcastle United supporters cheer for their team during the English Premier League football match between Newcastle United and Chelsea at St James' Park in Newcastle-upon-Tyne, north east England on May 11, 2025. (Photo by ANDY BUCHANAN / AFP)

Sebelumnya, Rabu lalu, Isak mengeluarkan pernyataan ke publik untuk pertama kali. Dia berkata, tidak bisa melanjutkan kerja sama dengan Newcastle karena sudah kehilangan kepercayaan. Isak dijanjikan untuk pindah klub pada musim panas ini, tetapi tidak diwujudkan klub.

Pihak klub yang masih berhak atas kontrak Isak, enggan membiarkan sang pemain pergi begitu saja. Sosok pengganti yang tidak kunjung didapatkan Newcastle turut memengaruhi transfer tersebut. Adapun Newcastle mematok harga Isak sekitar 150 juta pound sterling (Rp 3,29 triliun).

Howe berharap, drama berkepanjangan itu segera berakhir. Baginya, tidak ada yang diuntungkan dari situasi saat ini. ”Saya sudah mengatakan sepanjang musim panas, situasi sulit ini akan sulit diatasi. Semoga ini berakhir agar kami bisa kembali fokus ke sepak bola,” ujarnya.

Walaupun sang pemain sudah menutup pintu, Howe meyakini tidak ada kata terlambat. ”Para penggemar akan bereaksi sesuai dengan kontribusi pemain. Menurut saya, hubungan penggemar dan Isak akan baik-baik saja (jika dia kembali). Saya berharap bisa bekerja bersamanya lagi,” pungkas Howe. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase