Musim Hujan Tak Menyurutkan Niat untuk Berlari, Ini Persiapannya

Berlari maupun berolahraga di luar ruangan saat musim hujan benar-benar harus dipersiapkan secara matang untuk menghindari berbagai risiko seperti cedera dan flu.

06 Des 2024 16:35 WIB · Olahraga

Oleh Pradipta Pandu Mustika

Lari pada dasarnya merupakan olahraga atau aktivitas fisik yang dilakukan di luar ruangan. Terkadang, olahraga ini harus terkendala oleh kondisi cuaca. Banyak orang mengurungkan niat untuk berlari ketika cuaca sedang panas terik maupun hujan lebat.

Kondisi tersebut juga kerap dirasakan oleh Yasmin Raudya (27). Selama beberapa hari terakhir, perempuan yang bekerja di bidang public relations di salah satu perusahaan swasta di Jakarta ini harus melihat prakiraan cuaca ketika akan berlari. Bila hal ini tidak dilakukan, basah kuyup di tengah jalan akibat kehujanan akan menjadi risiko yang ia hadapi.

“Lari sudah menjadi kebiasaan buatku. Aku justru bisa sakit kalau tidak olahraga. Jadi memang aku sering mengalami sudah siap lari tetapi tiba-tiba hujan. Biasanya aku menyiasatinya dengan ganti hari atau kalau pagi hari hujan, aku ganti lari di malam hari,” kata Yasmin ketika dihubungi, Jumat (6/12/2024).

Kondisi cuaca di wilayah Jabodetabek selama beberapa hari terakhir memang tidak menentu. Pada pagi hari tampak cerah dan terik. Cuaca tiba-tiba menjadi mendung dan hujan lebat pada siang hingga sore hari. Kemudian cuaca kembali cerah pada malam hari.

Niat Yasmin untuk berlari pun tak akan surut bila cuaca tetap tak mendukung untuk beraktivitas di luar ruangan. Berbagai fasilitas sudah banyak tersedia, termasuk untuk lari di dalam ruangan dengan alat treadmill di pusat kebugaran atau gym. Jadi, tidak ada alasan bagi Yasmin untuk tidak berlari dengan berbagai kondisi dan cuaca.

Quote

Cuaca saat itu terlihat bagus, tetapi di daerah kantor hujan dan malamnya masih gerimis. Jadi, aku enggak jadi lari karena kalau kena gerimis takut sakit dan memang tempatnya juga becek.

Para pelari menembus hujan saat mengikuti Run For Gilo Gilo di Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (17/12/2022). Ajang ini sebagai acara pembuka bagi Lomba Lari Semarang 10K powered by Isoplus.

“Aku benar-benar baru mengurungkan niat buat berlari kemarin karena aku baru sehat setelah minggu lalu sempat sakit dan bed rest (istirahat total). Cuaca saat itu terlihat bagus, tetapi di daerah kantor hujan dan malamnya masih gerimis. Jadi, aku enggak jadi lari karena kalau kena gerimis takut sakit dan memang tempatnya juga becek,” katanya.

Selain bersepeda, berlari memang sudah menjadi rutinitas dan olahraga favorit Yasmin. Sesibuk apapun aktivitas dan pekerjaannya, ia menetapkan jadwal untuk bisa berlari dua sampai tiga kali dalam seminggu. Olahraga ini dilakukan pada pagi hari sebelum berangkat kerja atau malam hari setelah pulang kerja dengan durasi waktu sekitar satu jam.

Bagi Yasmin, berlari di luar ruangan dapat melepaskan stres dan penat setelah lelah bekerja. Ia cenderung lebih menyukai berlari di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta pada malam hari untuk menghindari keramaian. Ia juga beberapa kali ikut lomba lari (race) di berbagai kategori.

Sama halnya dengan Yasmin, Reza Handika (32) juga masih gemar berlari meskipun cuaca beberapa hari terakhir lebih sering mendung dan hujan. Pegawai di salah satu lembaga pemerintah di Jakarta ini lebih memilih berlari atau beraktivitas di luar ruangan dibandingkan hanya tidur atau rebahan di tempat kediamannya.

Pelari menembus hujan saat berolah raga di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (1/1/2023). Hujan yang mengguyur Jakarta sepanjang pagi hingga siang membuat jalan protokol di Jakarta ini sepi dari aktivitas. Biasanya pada hari Minggu, tempat ini ramai akan orang berolah raga. Kompas/Heru Sri Kumoro 01-01-2023

Reza mengakui bahwa rutin berlari atau berolahraga yang diimbangi dengan mengonsumsi makanan bergizi dan meminum air yang cukup justru membuat imun tubuhnya lebih terjaga saat musim hujan saat ini. Ia relatif jarang terserang penyakit saat pergantian musim. Ia juga merasakan kualitas tidurnya semakin meningkat dan terjaga setelah berolahraga.

Namun, ia tetap tidak bisa memaksakan diri untuk berlari di luar ruangan bila kondisi cuaca sedang hujan deras. Sebagai gantinya, ia akan berlari di dalam ruangan dengan treadmill atau mengganti olahraga lain seperti angkat beban atau lompat tali.

Membakar kalori lebih banyak

Hasil riset oleh peneliti dari Jepang yang dipublikasikan di International Journal of Sports Medicine menunjukkan bahwa berlari saat hujan dapat membakar kalori lebih banyak dibandingkan berlari saat musim panas. Kesimpulan ini diperoleh setelah peneliti menganalisis orang yang berlari di tengah hujan selama 30 menit.

Dalam proses analisis ini, peneliti juga mengukur pernapasan, suhu kulit, konsumsi oksigen, aktivitas otot, dan tingkat stres dari para pelari tersebut. Mereka menyimpulkan, guyuran hujan atau suhu dingin membuat suhu tubuh lebih rendah sehingga proses pembakaran energi tidak akan terasa dibandingkan saat berolahraga biasa.

Meski memiliki manfaat, dokter spesialis kedokteran olahraga dari Sport Medicine Injury and Recovery Center (SMIRC) RS Pondok Indah-Bintaro Jaya, Antonius Andi Kurniawan, mengingatkan agar seseorang perlu melakukan berbagai persiapkan agar dapat berolahraga maupun berlari dengan aman dan nyaman saat musim hujan.

Warga berlari di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (1/1/2023). Hujan yang mengguyur Jakarta sepanjang pagi hingga siang membuat jalan protokol di Jakarta ini sepi dari aktivitas. Biasanya pada hari Minggu, tempat ini ramai akan orang berolah raga. Kompas/Heru Sri Kumoro 01-01-2023

Persiapan pertama yang perlu dilakukan seseorang sebelum berolahraga saat musim hujan yaitu mengetahui kondisi kesehatan dan kebugaran tubuhnya sendiri. Hal ini berguna untuk memperkirakan dampak dan risiko bila tetap berolahraga di luar ruangan saat musim hujan.

Memakai mantel atau jas hujan juga sangat penting agar tubuh terhindar dari percikan air hujan. Kemudian disarankan agar memilih lintasan lari yang aman agar tidak terpeleset. Setelah berlari di luar ruangan saat musim hujan, pastikan tubuh dikeringkan terlebih dahulu dan dibilas dengan air mengalir untuk merelaksasi otot dan membersihkan kulit.

Persiapan lainnya sebelum berolahraga yaitu memastikan untuk melakukan pemanasan. Gerakan pemanasan yang benar sebelum berlari dengan melakukan gerakan dynamic warm-ups. Gerakan ini dilakukan menyerupai gerakan yang dilakukan ketika berlari. Area tubuh yang lebih banyak melakukan gerakan pemanasan pada bagian area panggul.

Berlari maupun berolahraga di luar ruangan saat musim hujan benar-benar harus dipersiapkan secara matang. Persiapan yang matang inilah yang bisa mencegah terjadi berbagai risiko seperti cedera maupun sakit atau flu di kemudian hari.


Kerabat Kerja

Penulis:

Pradipta Pandu Mustika
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata