JaJanice Tjen menjuarai turnamen tenis WTA 125 Jinan, China. Ini menjadi gelar pertama petenis Indonesia itu pada nomor tunggal putri dari turnamen WTA.
19 Okt 2025 00:07 WIB · Olahraga
JINAN, SABTU — Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, menapaki jalurnya di arena tenis profesional selangkah demi selangkah. Motivasi dan kerja keras memberinya gelar juara WTA 125 Jinan, China.
Janice menjadi juara setelah mengalahkan unggulan kedua asal Hongaria, Anna Bondar, di final yang berlangsung pada Sabtu (18/10/2025). Janice, yang menjadi unggulan ketiga, menang dengan skor 6-4, 4-6, 6-4.
Kemenangan atlet Indonesia berusia 23 tahun ini sempat tertunda pada gim kesepuluh set ketiga saat mendapat match point. Bondar memberi tekanan ketika mengubah keunggulan Janice, 5-4 (40-0), menjadi dua kali deuce. Janice akhirnya memenangi final pada match point kelima.
Meskipun WTA 125 berada di bawah struktur WTA Tour, yang terdiri atas WTA 250, 500, dan 1000, gelar juara WTA Jinan begitu berarti dalam karier Janice. Ini menjadi gelar pertamanya dari turnamen WTA pada nomor tunggal putri.
Dua pekan lalu, Janice menjadi juara level yang sama pada turnamen lain di China, yaitu WTA Suzhou, pada nomor ganda putri. Dia meraihnya bersama seniornya, Aldila Sutjiadi, yang sudah memasuki persaingan WTA Tour.
Gelar juara WTA Jinan menjadi fase lain dalam perjalanan Janice pada turnamen WTA. Sebelum tampil di kota sebelah timur China itu, Janice meraih pencapaian lain yang serba perdana pada 2025.
Dia tampil untuk pertama kalinya di arena Grand Slam ketika mengikuti Amerika Serikat Terbuka di New York, 24 Agustus-7 September. Janice memenangi tiga pertandingan kualifikasi untuk lolos ke babak utama, lalu bertahan hingga babak kedua sebelum dikalahkan Emma Raducanu, juara AS Terbuka 2021.
Janice mendapat kesempatan tampil di AS Terbuka setelah menjuarai 13 turnamen ITF dari 22 final sejak Juni 2024. Pertengahan 2024 menjadi momen comeback Janice ke turnamen profesional setelah dia menyelesaikan kuliah di Pepperdine University jurusan Sosiologi. Dia kuliah di sana sebagai jalan untuk mengembangkan kemampuan sebagai petenis.
Tempaan dalam persaingan antaruniversitas, NCAA, membawa Janice kembali ke kompetisi profesional atas dorongan pelatihnya di universitas. Janice juga mendapat berbagai masukan dari Aldila.
Setelah AS Terbuka, Janice mendapat kesempatan pertama tampil pada turnamen WTA 250 berkat peringkat dunianya yang naik dari ke-149 menjadi peringkat ke-130. Dia tampil di WTA Sao Paulo, Brasil, dan mencapai final.
Pengalaman pertama lainnya yang didapat pada tahun ini adalah ketika berkesempatan tampil pada turnamen WTA 1000 di Beijing China. Janice bisa melewati fase kualifikasi dan kalah pada babak pertama. Setelah itu, dia bermain di Suzhou pada nomor tunggal dan ganda putri, lalu tampil di Jinan.
Perjalanan ini membuat Janice akan memasuki peringkat 80 besar dunia setelah mengawali 2025 pada posisi ke-411. Dengan peringkat yang terus naik, kesempatan untuk tampil pada lebih banyak turnamen WTA Tour pun semakin besar.
Dalam menjalani kariernya di arena tenis profesional, Janice ditemani pelatih Chris Bint, orang Inggris yang menjadi pelatih tenis nasional Selandia Baru. Diceritakan dalam The Athletic seusai AS Terbuka, Bint mengikuti Janice saat menjalani empat turnamen di Korea Selatan, April dan Mei 2025. Janice meraih dua gelar dari tiga final.
Diyakinkan oleh penampilan Janice, Bint berhenti dari pekerjaannya di Selandia Baru dan melatih atlet asal Jakarta itu. Fokusnya adalah mengembangkan akurasi servis dan menaikkan level kemampuan dalam permainan net. Mereka menganalisis permainan para nama besar, yaitu Ash Barty, Roger Federer, Rafael Nadal, dan Carlos Alcaraz.
Faktor lain yang mendapat perhatian dari Bint adalah nutrisi dan pola istirahat Janice. Mereka menambahkan pelatih fisik dari Pepperdine dalam tim, juga, fisioterapis dari Indonesia.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Marcellus Hernowo