Federico Chiesa menyajikan penampilan terbaik selama membela Liverpool pada gim kontra Southampton. Perannya akan bermanfaat di luar Liga Inggris.
24 Sep 2025 09:22 WIB · Olahraga
LIVERPOOL, RABU — Federico Chiesa perlahan membuktikan kemampuannya belum habis. Meskipun belum bisa naik kelas sebagai pemain utama, penyerang sayap asal Italia mulai memberikan performa menentukan bagi Liverpool. Piala Liga Inggris berpeluang menjadi arena kebangkitan Chiesa.
Chiesa dinobatkan sebagai pemain terbaik pada laga pembukan Liverpool di Piala Liga Inggris edisi 2024-2025. ”Si Merah” menaklukkan tim Divisi Champioship, Southampton, 2-1, pada putaran ketiga, Rabu (24/9/2025) dini hari WIB, di Stadion Anfield.
Penyerang berusia 27 tahun itu berada di balik dua gol Liverpool yang dicetak Alexander Isak (43’) dan Hugo Ekitike (85’). Ia melepaskan asis untuk sepasang gol yang melanjutkan langkah tim asuhan Arne Slot di kompetisi kelas tiga Inggris itu.
Pada kreasi gol pertama, ia memamerkan etos kerja tinggi untuk bersedia memburu bola yang dikuasai lawan. Bola berhasil ia rebut di kotak penalti Southampton, lalu melayani Isak yang bebas di muka gawang lawan.
Begitu pun ketika mengarsiteki gol kedua, Chiesa menunjukkan kecepatan yang menjadi ciri khasnya sejak menembus tim utama Fiorentina belum pudar. Ia lolos dari jebakan offside untuk menerima umpan jauh Andrew Robertson sebelum mengirim umpan matang yang dikonversi oleh Ekitike.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/24/102b886a900b763f234af1b6a03d0e3b-1000013067.jpg)
Itu adalah pertandingan pertama Chiesa bisa menghasilkan brace asis. Dalam karier profesionalnya, Chiesa harus menanti nyaris lima tahun untuk bisa mencatatkan diri membuat dua umpan berbuah gol dalam sebuah laga.
Terakhir kali, ia menciptakan dua asis pada laga Juventus kontra Spezia, 1 November 2020. Kala itu, Chiesa menyajikan umpan untuk melayani Adrien Rabiot dan Cristiano Ronaldo.
Manajer Liverpool Arne Slot tidak terkejut dengan performa Chiesa yang membantu timnya melanjutkan perjalanan di Piala Liga Inggris musim ini. Kata dia, Chiesa menunjukkan performa individu yang memberikan harapan bagi Si Merah bisa tampil lebih baik di kompetisi itu.
”Bagi saya, performa Chiesa bukan sebuah kebetulan. Ia bisa menyajikan asis karena dalam opini saya, ia adalah pemain yang paling banyak terlibat dalam permainan, mencoba lebih banyak, dan bekerja paling keras di pertandingan,” tutur Slot dilansir laman klub.
Pujian juru latih asal Belanda kepada Chiesa itu berbuah kepercayaan tampil selama 90 menit. Sejak bergabung dengan Liverpool dari Juve, musim panas tahun lalu, Chiesa baru menjalani tiga pertandingan bermain penuh.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/24/9e7febb3f3a8c5dd9c771747927fff13-1000013065.jpg)
Masing-masing laga itu tersaji satu kali di Liga Champions, Piala FA, dan Piala Liga Inggris. Kesempatan terakhirnya tampil sejak sepak mula hingga peluit akhir tersaji saat Liverpool tersingkir dari Plymouth Argyle di putaran keempat Piala FA 2024-2025, 9 Februari lalu.
Pada awal musim ini, peran Chiesa dominan sebagai cameo. Ia sudah diturunkan dalam lima pertandingan dengan durasi 137 menit. Artinya, rerata Chiesa hanya berkesempatan ”mencari” keringat selama 27 menit per laga.
Durasi bermain itu masih lebih rendah dibandingkan 33 menit per gim pada 14 pertandingan musim lalu, tetapi Chiesa berpeluang besar memberikan peran gol lebih besar. Dua gol dan dua asis yang dihasilkan pada kampanye kompetisi 2024-2025 berpeluang diperbaiki. Ia sudah terlibat dalam tiga gol Liverpool pada musim ini yang terdiri dari sebuah gol dan dua asis.
”Saya ingin semua pemain mengerti pentingnya setiap menit tampil yang mereka dapatkan. Saya ingin mereka siap bermain kapan pun dibutuhkan, sebab saya ingin kami mendapatkan sebanyak mungkin menit bermain di seluruh kompetisi,” ucap Slot.
Pada musim lalu, Slot amat kecewa kegagalan Liverpool melaju jauh di Piala FA. Kondisi itu memangkas kesempatannya untuk semakin rutin memberikan kesempatan bermain bagi pemain-pemain pelapis, salah satunya Chiesa.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/24/933a885a11338a42c1aa82f959d4c725-1000013068.jpg)
Pemain-pemain depan kelas dunia milik Liverpool membantu Chiesa menemukan sentuhan terbaiknya yang sempat tercipta pada periode 2019 hingga 2021. Chiesa menjadi pemain penting bagi Fiorentina dan Juventus pada dua musim itu.
Anak dari penyerang legendaris Italia, Enrico Chiesa, itu menutup masa baktinya untuk Fiorentina dengan 11 gol dan 9 asis dalam 37 gim di musim 2019-2020. Ia melanjutkan performa apik pada tahun pertama membela Juve di edisi 2020-2021. Di bawah asuhan Andrea Pirlo, Chiesa menghasilkan 15 gol dan 12 asis untuk ”Si Nyonya Besar”.
Namun, cedera robekan ligamen krusiat anterior (ACL) pada musim 2021-2022 menjauhkan Chiesa dari permainan terbaiknya. Gim kontra Southampton menjadi pembuktian bahwa potensi sentuhan maksimalnya bisa kembali.
Terlepas dari dua asis, Chiesa adalah pemain yang kreatif menghasilkan peluang. Empat peluang besar milik Liverpool di kotak penalti Southampton dikreasikan oleh Chiesa.
Chiesal juga menghasilkan dua take-ons atau dribel sukses. Tiga tembakan yang salah satunya tepat sasaran membuktikan instingnya lambat laun sudah kembali di bawah asuhan Slot.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/24/096c73eaa971d1b665ca52f2c76188d2-1000013064.jpg)
Pemain kelahiran Genoa, Italia, itu juga mampu memenangi lima duel. Aksi bertahannya juga patut diapresiasi karena melakukan dua intersep, sebuah tekel sukses, dan satu kali mengeblok tembakan lawan.
Performa terbaik Chiesa pun sudah ditunggu Pelatih Timnas Italia Gennaro Gattuso. ”Ia membutuhkan pertandingan demi pertandingan untuk kembali performa terbaik. Kami menunggu kemampuannya siap 100 persen,” kata Gattuso tentang potensi Chiesa kembali ke timnas dilansir La Gazzetta dello Sport.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto