Kegelisahan terhadap risiko Mythos meluas ke industri perbankan global, dari Jerman hingga Singapura. Di tengah kecemasan, akses AI terlarang itu bocor.
28 Apr 2026 18:30 WIB · Internasional
Anthropic
Dunia tengah gelisah dengan hadirnya Mythos, model kecerdasan buatan yang dinilai terlalu berbahaya untuk dilepaskan. Dalam dua pekan terakhir, bank dan regulator keuangan di berbagai penjuru dunia membahas risiko model buatan Anthropic itu. Gedung Putih dan Komisi Eropa pun menggelar pembicaraan khusus.
Kegelisahan terbaru muncul di Singapura, Senin (27/4/2026). Direktur Asosiasi Bank Singapura Ong-Ang Ai Boon mengatakan, asosiasi itu bekerja dengan bank-bank anggota untuk memantau ancaman, berbagi informasi intelijen, dan mengoordinasikan mitigasi risiko.
Anthropic memperkenalkan model itu awal April 2026. Namun, pelepasannya untuk umum ditunda karena khawatir kemampuan Mythos disalahgunakan. Salah satu kajian terkait dengan risiko Mythos diungkap oleh AI Security Institute (AISI). Lembaga keamanan AI Inggris itu menemukan Mythos punya kemampuan jauh lebih besar dalam serangan siber dibandingkan dengan model mana pun yang sebelumnya pernah dievaluasi.
Dalam pengujian AISI, Mythos dapat menjalankan serangan pada jaringan rentan serta menemukan dan mengeksploitasi celah secara otonom. Menurut AISI, pekerjaan seperti itu biasanya membutuhkan beberapa hari kerja profesional manusia.
Mythos juga menjadi model pertama yang menyelesaikan simulasi serangan siber 32 langkah dari awal hingga akhir. Simulasi itu menggambarkan serangan terhadap jaringan korporasi, dari pengintaian awal hingga pengambilalihan penuh jaringan. Mythos menyelesaikan simulasi itu dalam tiga dari sepuluh percobaan. Rata-rata, model itu menyelesaikan 22 dari 32 langkah.
”Pada tugas tingkat pakar, yang belum dapat diselesaikan model mana pun sebelum April 2025, Mythos Preview berhasil 73 persen dari waktu pengujian,” tulis AISI dalam laporan yang terbit 13 April 2026 itu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/26/d48b01bb15b216c2e6c6274b7efa1082-Screenshot_26_11_2025_114646_www.anthropic.com.jpeg)
Mythos adalah model AI serbaguna dari Anthropic. Ia masih bagian dari keluarga model AI generatif Claude, tetapi untuk keamanan siber. Anthropic menyebutnya model paling kuat mereka untuk pemrograman dan tugas AI agentik. Dengan kemampuan itu, Mythos dapat menjalankan rangkaian kerja siber yang kompleks, termasuk menemukan dan mengeksploitasi celah keamanan.
Lantaran dalam pengujian Mythos dianggap terlalu berbahaya, Anthropic memilih menunda peluncurannya untuk umum. Awalnya, Mythos diperkenalkan pada 7 April 2026 sebagai Claude Mythos Preview. Model itu diluncurkan secara terbatas melalui Project Glasswing, program Anthropic untuk penggunaan defensif di bidang keamanan siber.
Akses awal hanya diberikan kepada sejumlah perusahaan teknologi dan keuangan besar, antara lain Amazon, Apple, Microsoft, Google, Cisco, CrowdStrike, dan Nvidia. Anthropic juga memperluas akses ke lebih dari 40 organisasi sektor perangkat lunak penting.
Anthropic menyatakan versi pratinjau Mythos telah menemukan ribuan kerentanan besar di setiap sistem operasi dan peramban web utama, termasuk celah yang lolos dari pemeriksaan pakar manusia dan alat otomatis.
Dalam pengujian, Mythos juga menemukan celah yang telah bertahan 20 tahun dan selalu lolos dari pemeriksaan. Salah satunya, bug OpenBSD berusia 27 tahun yang kini telah ditambal. OpenBSD dikenal sebagai sistem operasi yang sangat menekankan keamanan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/04/29/a740532c-4596-4ea0-a75d-652c2adc84da.jpg)
Pemerintah Inggris telah memperingatkan dunia usaha melalui surat terbuka pada 15 April 2026. Surat yang ditandatangani Menteri Sains, Inovasi, dan Teknologi Liz Kendall serta Menteri Keamanan Dan Jarvis itu memberikan sejumlah panduan keamanan.
”Pengujian terbaru terhadap model AI canggih, termasuk evaluasi AISI terhadap Mythos milik Anthropic, menunjukkan kemampuan siber AI berakselerasi lebih cepat daripada yang sebelumnya diperkirakan,” kata Kendall dan Jarvis dalam surat itu.
Pengujian terbaru terhadap model AI canggih, termasuk evaluasi AISI terhadap Mythos milik Anthropic, menunjukkan kemampuan siber AI berakselerasi lebih cepat daripada yang sebelumnya diperkirakan.
Sementara itu, Chief Executive Deutsche Bank Christian Sewing mengatakan, Mythos sudah harus masuk dalam risiko manajemen harian. ”Ini jelas sesuatu yang harus kami perhatikan dalam manajemen risiko sehari-hari. Itulah yang sedang kami lakukan,” kata Sewing.
Sejumlah bank besar Amerika Serikat telah mendapat atau menguji akses ke Mythos, di antaranya JPMorgan, Bank of America, Morgan Stanley, Goldman Sachs, dan Citigroup. Namun, bank di luar AS belum mendapat akses sehingga mereka cemas karena memiliki persiapan.
Akibatnya kegelisahan itu meluas ke industri perbankan global, dari Jerman, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, hingga Singapura.
Saat ini, Association of Banks in Singapore menyatakan, bank-bank di negara itu bekerja bersama asosiasi memantau ancaman dari model AI terbaru.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/29/8e1e0de031d7b011da5d04fe0f200e93-wires_photo_95.jpg)

Barclays Chief Executive C S Venkatakrishnan menyebut Mythos sebagai ancaman serius bagi sistem perbankan global. Ia juga memperingatkan, Mythos kemungkinan akan diikuti ancaman siber lain yang lebih kuat.
Di Korea Selatan, Otoritas Pengawas Keuangan menyatakan telah bertemu dengan pejabat keamanan informasi dari sejumlah perusahaan keuangan pada pekan sebelumnya. Pertemuan itu digelar untuk meninjau risiko terkait Mythos.
Di Australia dan Selandia Baru, bank sentral masing-masing negara juga memantau rilis Mythos. Bank Sentral New Zealand juga berhubungan dengan regulator dalam negeri dan Australia terkait risiko yang terus berkembang dari Mythos.
Di Eropa, Presiden Bundesbank Joachim Nagel menyebut Mythos sebagai pedang bermata dua. ”Model itu dapat digunakan tidak hanya untuk memperbaiki sistem keamanan digital, tetapi juga untuk memanfaatkan kerentanannya demi tujuan jahat,” kata Nagel.
Selain membuat gelisah dunia perbankan, Mythos juga dibahas di Gedung Putih. Pada Jumat (17/4/2026), pemerintahan Presiden AS Donald Trump bertemu dengan CEO Anthropic Dario Amodei. Pertemuan itu membahas kerja sama keamanan AI dan keamanan siber.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/22/6b8210c3ceb959afbf54f1ceb929b513-wires_photo_9.jpg)
Pertemuan itu berlangsung setelah Anthropic dan pemerintahan Trump berselisih soal penggunaan model AI perusahaan itu. Anthropic menolak mencabut pembatasan penggunaan modelnya untuk senjata otonom dan pengawasan domestik.
Meski Anthropic tengah berselisih dengan Pentagon, Badan Keamanan Nasional AS (NSA) dilaporkan tetap menggunakan Mythos Preview. Media TechCrunch melaporkan, NSA tampaknya termasuk di antara penerima akses Mythos, tetapi tidak diumumkan.
NSA disebut menggunakan Mythos terutama untuk memindai lingkungan digital guna mencari kerentanan yang dapat dieksploitasi. Anthropic, NSA, dan Departemen Pertahanan AS belum menanggapi permintaan konfirmasi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/19/5d80a62d456389a1bffc8077d53f893c-wires_photo_11_.jpg)
Di Eropa, Komisi Eropa menyatakan telah berdiskusi dengan Anthropic mengenai risiko Mythos. Juru bicara Komisi Eropa, Thomas Regnier, mengatakan, Uni Eropa membutuhkan informasi tentang risiko model baru tersebut. ”Ada model AI baru yang sedang dirilis. Model ini membawa sejumlah risiko. Kami membutuhkan informasi mengenai risiko-risiko itu,” katanya.
Kekhawatiran Eropa karena akses awal Mythos lebih dulu diberikan kepada sejumlah pemain besar teknologi dan keuangan, terutama di AS. Namun, tidak ada entitas asing yang masuk dalam daftar awal itu. Kondisi ini memunculkan ketimpangan pada kesiapan negara lain.
Persoalannya, di tengah keresahan itu, akses Mythos bocor. Media Bloomberg melaporkan, sekelompok pengguna di forum privat memperoleh akses ke model tersebut melalui sistem komputer yang disediakan bagi vendor eksternal Anthropic.
”Kami sedang menyelidiki laporan yang mengklaim akses tidak sah ke Claude Mythos Preview melalui salah satu lingkungan vendor pihak ketiga kami,” kata juru bicara Anthropic, Selasa (21/4/2026).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/26/f6a62eff2cbd11dd030f74fed8ad3a24-000_36RH7DH.jpg)
Pakar memperingatkan, dalam skenario terburuk, model seperti Mythos dapat dipakai untuk melumpuhkan bank, rumah sakit, atau infrastruktur nasional dalam hitungan jam. Risiko itu paling terasa di sektor keuangan. Bank menjalankan sistem teknologi yang rumit, saling terhubung, dan sering kali memadukan perangkat lunak baru dengan sistem lama berusia puluhan tahun. Kombinasi itu membuka banyak titik lemah.
”Pekerjaan yang dulu membutuhkan spesialis elite kini dapat dilakukan oleh agen perangkat lunak,” kata Shlomo Kramer, pendiri dan CEO Cato Networks.
Kekhawatiran serupa muncul dalam konferensi HumanX AI di San Francisco. Alex Stamos dari Corridor memperkirakan babak berikutnya adalah perang antara para AI agentik. Siapa akan menjadi korban? (AP/AFP/Reuters)
Penulis:
Irene SarwindaningrumEditor:
Bonifasius Josie Susilo H