Emas menjadi salah satu instrumen investasi keluarga dari zaman dulu hingga kini. Di tengah situasi perekonomian yang penuh gejolak belakangan, emas makin dicari.
03 Apr 2025 08:50 WIB · Ekonomi
Emas menjadi salah satu pilihan investasi yang ”evergreen”, dari dulu hingga sekarang. Apalagi belakangan ketika situasi perekonomian labil, nilai emas yang stabil naik semakin dilirik.
Wajah Abdul Rosad (34) dan istrinya Yenni Kristayanti (29) tampak sumringah setelah menyelesaikan transaksi pembeli emas di gerai PT Aneka Tambang Tbk (Antam), Pondok Indah Mall (PIM) 1, Jakarta Selatan, Rabu (2/4/2025).
Pasangan muda itu menjadi bagian dari warga yang antre untuk membeli emas. Keduanya antre hampir satu jam. Meski mengantri cukup lama, mereka puas karena akhirnya mendapatkan emas dan menilai baik pelayanan petugas.
Kedatangan mereka ke PIM, awalnya hanya untuk sekadar jalan-jalan dan mengisi waktu libur Lebaran. Saat turun dari lantai satu ke lantai GF, Abdul dan Yenni melihat antrean pengunjung.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/02/b7412b9bc352ca692becbe4a76a02371-IMG_20250402_200209.jpg)
Rasa penasaran pun membawa mereka ke gerai itu dan bertanya kepada salah satu petugas. Setelah mendapatkan sedikit gambaran, mereka tertarik. Dan tanpa pikir panjang, Abdul dan Yenni ikut antre.
“Padahal awalnya datang ke sini cuma mau jalan-jalan saja sambil belanja. Terus saya lihat itu dan tertarik untuk membelinya, untuk investasi. Awalnya nggak ada niat sama sekali mau beli emas, tidak ada rencana mau beli,” kata Abdul.
“Ini pertama kali kami membeli emas. Jadi ini investasi emas pertama kami. Sebelumnya ada sih, tapi itu wujud kayak perhiasan kalung dan gelang, tapi itu bukan dari emas Antam,” kata Yenni, yang menunjukan enam keping emas yang masing-masing seberat satu gram.
Menurut Abdul, alasan membeli emas Antam karena melihat nilainya terus naik. Dengan demikian, instrumen itu akan menjadi investasi cerah dan menjanjikan untuk masa depan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/02/fb5cac02c7c84cb78455e2644448b707-IMG_20250402_200124.jpg)
Investasi emas, menurut keduanya, juga akan sangat berguna untuk membiayai keperluan mendesak di masa depan. Misalnya adalah untuk keperluan persalinan dan biaya sekolah.
“Investasi emas menjadi penunjang untuk hidup ke depannya. Meski, baru pertama kali, tidak terlambat, kan. Semoga ada rezeki lagi, kami tabung sedikit-sedikit untuk besok akan diinvestasikan lagi beli emas,” kata Abdul.
Ronny (58), pengunjung lainnya juga menilai emas menjadi investasi menjanjikan untuk masa depan. Ronny bersama istri dan anak perempuannya, sengaja datang ke PIM 1 untuk membeli emas sembari menikmati masa libur Lebaran.
Bagi Ronny dan istri, investasi emas sudah mereka lakukan jauh-jauh hari. Kali ini, mereka sengaja mengajak anaknya untuk belajar berinvestasi, dalam hal ini bentuknya berupa emas.
”Dia memang belum punya uang sendiri. Itu dia beli pakai uang THRnya. Tapi maksudnya, uang THR itu jangan semuanya dihabiskan untuk jajan atau beli barang. Harus ada bentuk barang yang bernilai, yaitu emas. Tidak masalah dia belinya sedikit (beli 1 gram). Kelak, setelah punya uang sendiri dia mulai menabung sisihkan uangnya untuk berinvestasi,” kata Ronny, sembari menunggu istri dan anaknya mengantre di depan gerai Antam.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/02/4ceec17fbd1ce02ccd1f5e8a26ccf051-IMG_20250402_200407.jpg)
Ronny dan istrinya juga ikut membeli emas. Menurut dia, emas merupakan perhiasan sekaligus investasi jangka panjang yang aman dan bukan untuk mencari keuntungan harian atau bulanan. Kecuali, jika ada kebutuhan mendesak, emas bisa digunakan sebagai solusi cepat.
“Saya dan istri juga sekalian beli. Ujungnya kita sebagai orangtua melakukan ini, balik lagi untuk anak. (Harta) Emas nggak dibawa mati, tapi dibawa hidup. Makanya berharga, makanya harus berguna. Emas ini akan berguna dan berharga untuk keperluan jangka panjang,” lanjutnya sambil tertawa.
Dalam pameran itu, Antam menyediakan emas batangan standar dengan rentang gramasi 0,5 gram hingga 100 gram. Ada pula emas tematik Idul Fitri seperti, Gift Series seberat 0,5 gram dan 1 gram dengan desain eksklusif kemasan hadiah.
Antam juga menawarkan pilihan emas batangan spesial Lebaran seberat 5 gram yang dilengkapi sertifikat autentikasi. Pameran tersebut berlangsung sejak 10 Maret 2025 hingga 6 April 2025
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/04/00d40d65-66d8-433b-a219-b4decfc6fb15_jpg.jpg)
Corporate Secretary Antam, Faisal Alkadrie, kepada Kompas, mengatakan, pameran emas Antam di PIM 1 menjadi bagian dari strategi pemasaran Antam untuk meningkatkan brand awareness dan memperkuat posisi pasar, terutama selama momen libur Lebaran 2025. Selain di PIM 1, pameran serupa juga diselenggarakan di Mall Taman Anggrek dan Cibinong City Mall.
Pameran itu, Faisal melanjutkan, memberikan pengalaman transaksi yang berkualitas serta memfasilitasi kebutuhan masyarakat terhadap emas sebagai aset investasi dan hadiah Lebaran. Sejak pameran berlangsung, produk emas batangan dengan gramasi rendah hingga menengah dari 1–10 gram menjadi favorit pelanggan.
Sejak pameran berlangsung, produk emas batangan dengan gramasi rendah hingga menengah dari 1–10 gram menjadi favorit pelanggan.
“Varian ini populer karena harganya terjangkau, mudah dicairkan, dan fleksibel sebagai investasi jangka pendek maupun hadiah Lebaran. Selain itu, emas tematik seperti seri Gift Series (0,5 gram dan 1 gram) serta emas batangan 5 gram dengan desain khusus Idul Fitri juga banyak diminati,” ujarnya.
Menurut Faisal, investasi emas di Indonesia menunjukkan tren eksponensial dalam 5 tahun terakhir. Dari analisis tren 2020-2022, misalnya, pertumbuhan penjualan emas Antam tumbuh stabil di kisaran 15-18 persen.
Pada 2023, ada perlambatan pertumbuhan penjualan akibat kenaikan suku bunga The Fed. Namun, harga emas tetap naik 12,5 persen.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/02/98dba48c9c1ae80f4ab4eb40648402cb-IMG_20250402_200251.jpg)
Sementara pada 2024, Antam mencatatkan penjualan emas tertinggi dalam sejarah perusahaan dengan volume mencapai 43,7 ton atau 1.407.431 troy oz. Angka ini mengalami kenaikan 26 ton atau 68 persen dibandingkan penjualan pada 2023.
Lonjakan itu berkat kombinasi sejumlah faktor, termasuk pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19. Ada pula faktor kampanye literasi investasi Antam melalui platform digital dan kenaikan harga global emas senilai 2.100 dollar AS per ounce pada Desember 2024.
Dari tren tersebut, Faisal mengatakan, Antam optimistis terhadap prospek emas sebagai instrumen investasi jangka panjang. Tren itu diperkirakan terus naik seiring permintaan emas fisik untuk investasi dan perlindungan aset.
“Ada faktor pendorongnya. Peningkatan literasi investasi, kesadaran masyarakat tentang pentingnya diversifikasi portofolio semakin baik, termasuk melalui emas,” ujar Faisal.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/23/f04e7da8-2efc-438f-8a5b-7ac7e42f69ef_png.png)
Emas Antam, masih menurut Faisal, telah membuktikan diri sebagai instrumen investasi yang tangguh dengan pertumbuhan harga yang stabil dan konsisten.
“Dalam lima tahun terakhir, emas tidak hanya memberikan perlindungan nilai terhadap inflasi. Namun, juga apresiasi nilai yang signifikan, menjadikannya pilihan menarik untuk diversifikasi portofolio investasi,” katanya.
Adapun untuk proyeksi lima tahun ke depan, Antam memperkirakan emas tetap menjadi pilihan utama investor karena sifatnya yang likuid, stabil, dan terbukti sebagai safe haven asset selama krisis.
Dengan pertumbuhan ekonomi global yang fluktuatif dan ketegangan geopolitik, permintaan emas diprediksi tumbuh 5-7 persen per tahun hingga 2030.
Faisal menilai, emas menjadi instrumen menarik bagi warga untuk investasi masa depan karena memiliki dua keunggulan strategis. Pertama, safe haven asset atau instrumen investasi yang nilainya cenderung stabil meski dalam kondisi gejolak ekonomi, politik, atau pandemi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/14/46e88b86-5e54-4d77-9775-c5231af1e9b9_jpg.jpg)
Contohnya, harga emas Antam naik 25 persen selama resesi global 2023. Selain itu, emas minim mengalami risiko gejolak atau guncangan pasar jika dibandingkan aset rentan bergejolak seperti saham atau kripto.
Kedua, adanya dukungan kebijakan global. Bank sentral dunia seperti The Fed dan European Central Bank (ECB) terus menambah cadangan emas. Kebijakan ini menandakan kepercayaan terhadap nilai intrinsik emas.
“Kami percaya, emas tetap merupakan salah satu pilihan investasi yang menjanjikan. Sebagai produsen emas, kami terus berkomitmen untuk menyediakan produk berkualitas bagi para investor. Kami sarankan investor untuk memantau tren dan kondisi pasar secara berkala dalam upaya untuk membuat keputusan investasi yang bijak,” katanya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/03/bce026a2-935f-4706-89b1-5f709f3209ff_png.png)
Bagi warga yang ingin mulai berinvestasi emas, berikut rekomendasi yang bisa diperhatikan.
Antam merekomendasikan tiga prinsip utama dalam berinvestasi emas. Pertama, investasi jangka panjang. Emas memiliki tren kenaikan harga yang stabil dalam jangka waktu panjang.
Sebagai contoh, harga emas Antam pada September 2014 berkisar Rp 525.000 per gram. Pada September 2024, harganya telah mencapai Rp 1.404.000 per gram. Sementara per 2 April 2025, harga emas sudah mencapai Rp 1.819.000 per gram.
Kedua, diversifikasi. Alokasikan sebagian portofolio anda ke emas untuk melindungi kekayaan dari fluktuasi inflasi dan ketidakpastian pasar.
Ketiga, pantau perkembangan. Lakukan pemantauan berkala dan pelajari tren harga emas untuk memutuskan investasi logam mulia.
Harga emas mengikuti harga pasar yang berlaku dan dapat berubah setiap hari sesuai pergerakan harga logam mulia global.
Jadi, apakah anda tertarik untuk memulai investasi emas? Atau sudah berinvestasi emas dan ingin menambahnya lagi?
Penulis:
Aguido AdriEditor:
FX Laksana Agung SaputraPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari