PIALA DUNIA 2026

Nakhoda Senior Menembus Batas Usia di Piala Dunia

Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi pentas talenta muda. Dari pinggir lapangan, jajaran nakhoda tua coba membuktikan mereka masih mampu bersaing di panggung dunia.

17 Jun 2026 20:51 WIB · Olahraga

Getty Images via AFP

Oleh Adrian Fajriansyah

Piala Dunia 2026 menjadi panggung unjuk gigi segala umur. Dari pinggir lapangan, misalnya, jajaran nakhoda senior masih mencoba membuktikan intuisi, karisma, dan kemampuan mengatur strategi melampaui usia.

Bagi para juru taktik sepuh, Piala Dunia 2026 menghadirkan kisah tersendiri. Di edisi ke-23 ini, rata-rata usia 48 pelatih kepala mencapai 57,3 tahun. Angka itu melonjak tajam sekitar 5,4 tahun dibandingkan dengan Piala Dunia 2022.

Setidaknya, ada lima pelatih yang berusia di atas 70 tahun. Paling berumur adalah Pelatih Curacao Dick Advocaat yang tahun ini genap 78 tahun. Di belakangnya ada Pelatih Afrika Selatan Hugo Broos (74) dan Pelatih Ceko Miroslav Koubek (74). Selanjutnya, Pelatih Ghana Carlos Querioz (73) dan Pelatih Uruguay Marcelo Bielsa.

Bisa jadi, Advocaat sendiri tidak menyangka bakal melatih selama ini. Perjalanan Advocaat menuju Piala Dunia 2026 dipenuhi drama emosional. Advocaat, yang ditunjuk sebagai pelatih Curacao pada 2024, secara resmi membawa tim asal Karibia itu lolos Piala Dunia untuk pertama kalinya pada November 2025.

Namun, empat bulan sebelum kompetisi dimulai, pelatih asal Belanda itu mengundurkan diri. Keputusan itu diambil karena dia ingin mendampingi putrinya yang sedang berjuang melawan masalah kesehatan serius.

Curaçao head coach Dick Advocaat looks on during a training for the national soccer team in Boca Raton, Fla.,Tuesday, June 9, 2026, ahead of the World Cup soccer tournament. (AP Photo/Rebecca Blackwell)

Curacao lantas menunjuk Fred Rutten sebagai pengganti. Seiring membaiknya kesehatan putri Advocaat, para pemain menginginkan pelatih kelahiran 27 September 1947 itu untuk kembali. Gayung bersambut, Advocaat setuju kembali sebulan menjelang Piala Dunia hingga akhirnya mencatatkan rekor baru tersebut.

Advocaat telah melalui perjalanan panjang di dunia kepelatihan. Dia memulai karier kepelatihan profesional saat menukangi klub Belanda, HFC Haarlem, pada 1987-1989.

Sejak itu, Advocaat yang menimba ilmu dari pelatih legendaris Belanda, Rinus Michels, menangani banyak klub dan tim nasional dari berbagai penjuru dunia. Dia menjelma sebagai salah satu pelatih berprestasi di Eropa.

Bagi Advocaat, Piala Dunia bukan sesuatu yang asing. Sebelumnya, dia pernah memimpin Belanda menembus perempat final Piala Dunia 1994 dan menukangi Korea Selatan meski gagal lolos dari penyisihan grup Piala Dunia 2006.

Menurut mantan asistennya, Zeljko Petrovic, sepak bola sudah menjadi jalan hidup untuk Advocaat. Bahkan, di waktu senggangnya, Advocaat tetap terhubung dengan sepak bola.

Dia rutin menonton pertandingan dari berbagai liga, menganalisis taktik, dan terkadang fokusnya hanya teralihkan saat mendengar musik favoritnya. Maka dari itu, semangat melatih Advocaat tidak lekang dimakan waktu.

”Dia (Advocaat) tidak merokok ataupun minum alkohol, tapi dia merasa kecanduan untuk terus bekerja di lapangan hijau. Jika Advocaat mendapatkan tawaran dari Uganda, dia pun pasti tidak akan ragu menerimanya,” ujar Petrovic berseloroh seperti dilansir Russpain.com, Senin (15/6/2026).

Sebaliknya, untuk Koubek dan Broos, Piala Dunia 2026 menjadi edisi perdana. Dilansir dari ESPN, walau baru menjalani debut, keduanya langsung menorehkan sejarah baru.

Broos lebih dahulu mencatatkan rekor pelatih tertua di Piala Dunia saat timnya, Afrika Selatan, menghadapi Meksiko di Stadion Mexico City, Jumat (12/6/2026) dini hari WIB.

Uruguay's fnational football team coach, Argentinian Marcelo Bielsa, greets fans during a farewell activity with children ahead of the departure of the sqad for the FIFA World Cup 2026, at the Tito LOpez Lopez stadium in Pando, Canelones department, Uruguay on June 5, 2026. (Photo by Dante FERNANDEZ / AFP)

Broos mematahkan rekor Otto Rehhagel yang memimpin Yunani di Piala Dunia 2010 dalam usia 71 tahun 317 hari. Berselang sekitar lima jam, Koubek memecahkan rekor Broos saat timnya, Ceko, menghadapi Korea Selatan di Stadion Guadalajara, Zapopan, Meksiko, Jumat pagi.

Rekor Koubek hanya bertahan tiga hari sebelum dipatahkan Advocaat. Terlepas dari rekor yang diukir, ketiga pelatih veteran itu membuktikan bahwa usia bukan batasan untuk merasakan atmosfer tertinggi sepak bola.

Pengembara Piala Dunia

Beda lagi dengan cerita Carlos Queiroz. Pelatih asal Portugal ini bukan hanya masuk jajaran pelatih paling tua, melainkan pula menegaskan diri sebagai pengembara Piala Dunia. Sebab, bagi pelatih kelahiran 1 Maret 1953 itu, Piala Dunia 2026 adalah ajang kelima untuknya.

Dia memulai perjalanannya saat memimpin Portugal menembus 16 besar Piala Dunia 2010 dan menjadi pahlawan historikal untuk Iran yang sukses lolos tiga edisi secara beruntun, yakni 2014, 2018, dan 2022.

Queiroz menyamai rekor pelatih asal Yugoslavia, Bora Milutinovic, yang melatih di lima edisi Piala Dunia sepanjang 1986-2002. Rekor mereka hanya berada di bawah pelatih asal Brasil, Carlos Alberto Parreira, yang melatih di enam edisi Piala Dunia antara 1982 dan 2010.

Kini, Queiroz membawa sejuta pengalamannya ke Benua Afrika, bersama Ghana. Perjalanan Queiroz di Piala Dunia ini baru dimulai saat Ghana menghadapi Panama di Stadion Toronto, Kanada, Kamis (18/6/2026) pukul 06.00 WIB.

Qatar's Spanish coach Julian Lopetegui (L) greets Oman's Portuguese coach Carlos Queiroz after the FIFA World Cup 2026 Asian qualifier football match between Qatar and Oman at Jassim Bin Hamad Stadium in Doha on October 8, 2025. (Photo by Karim JAAFAR / AFP)

Adapun Bielsa akan mencoba peruntungan di Piala Dunia ketiganya. Bielsa yang dikenal sebagai mentor banyak pelatih top dunia pernah menangani Argentina di Piala Dunia 2002 dan melahirkan generasi emas Chile yang melaju hingga babak 16 besar Piala Dunia 2010.

Setelah itu, pelatih asal Argentina itu lebih banyak berkutat di level klub. Pada Mei 2023, dirinya dipercaya memimpin Uruguay yang coba bangkit setelah hasil kurang memuaskan terhenti di penyisihan grup Piala Dunia 2022.

Pelatih Amerika Serikat Mauricio Pochettino menyebutkan, Bielsa adalah pelatih yang memiliki identitas kuat dengan gaya bermain agresifnya. Filosofi bermain ala Bielsa banyak memengaruhi pelatih-pelatih generasi berikutnya, termasuk dirinya. ”Karena itu, dia (Bielsa) adalah salah satu pelatih terbaik di dunia,” ujar Pochettino, Selasa (16/6/2026).

Di usia sedikit lebih muda, ada Pelatih Brasil Carlo Ancelotti yang berumur 66 tahun. Meski baru menjalani debut kepelatihan di Piala Dunia, Ancelotti datang dengan rekam jejak level klub paling impresif dibandingkan dengan pelatih lain.

Bersama skuad ”Samba”, pelatih asal Italia itu ingin menguji diri apakah taktiknya mampu menaklukkan Piala Dunia sebagaimana rentetan prestasinya bersama AC Milan, Chelsea, Real Madrid, dan Bayern Munchen.

Pelatih kepala Brasil Carlo Ancelotti bereaksi selama pertandingan sepak bola Grup C Piala Dunia antara Brasil dan Maroko di East Rutherford, N.J., dekat New York, Sabtu, 13 Juni 2026.

Sejarah mencatat, nakhoda tua memiliki jalan tersendiri dalam mencapai kejayaannya. Vicente del Bosque pernah membuktikannya.

Di usia 59 tahun 201 hari, dia membawa negara kelahirannya, Spanyol, merengkuh Piala Dunia 2010. Capaian itu menobatkan Del Bosque sebagai pelatih tertua yang memenangi Piala Dunia.

Sepak bola modern boleh terus berlari kencang. Namun, para nakhoda senior menolak untuk tertinggal di belakang. Apakah intuisi, karisma, dan pengalaman mereka masih relevan untuk bersaing di era kepelatihan yang mengedepankan bantuan teknologi berbasis kecerdasan buatan?


Kerabat Kerja

Penulis:

Adrian Fajriansyah
 | 

Editor:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto