Nasib Darwin Nunez, Dilema Besar Liverpool

Performa misterius Nunez menghadirkan dilema besar bagi Liverpool. Penyelesaian akhirnya buruk, tetapi sewaktu-waktu bisa menjadi pengubah hasil akhir laga.

09 Mar 2025 08:23 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

LIVERPOOL, MINGGU — Teka-teki, bagi Liverpool, bukanlah terkait dengan peluang mengamankan gelar Liga Inggris musim ini. Hal yang lebih sulit dipahami para otoritas tertinggi di Liverpool adalah mengenai misteri performa penyerang Darwin Nunez. Ia bisa tampil sangat buruk, tetapi kemudian menjadi pengubah hasil akhir pertandingan. Ini terlihat saat ”Si Merah” membekap Southampton, 3-1, di Stadion Anfield, Sabtu (8/3/2025) malam.

Laga ini menyediakan kesempatan bagi Nunez untuk membuktikan diri setelah sempat mendapat kritik keras dari Manajer Arne Slot saat menghadapi Aston Villa. Menjamu Southampton yang hampir dipastikan terdegradasi musim ini, Slot menyimpan Diogo Jota dan lebih memilih Nunez sebagai penyerang tunggal dalam formasi 4-2-3-1. Jota tidak bermain penuh pada laga ini sebagai persiapan menghadapi Paris Saint-Germain pertengahan pekan depan.

Bermain menggantikan Jota, Nunez tidak tampil begitu buruk. Nunez bisa menciptakan tiga peluang berbahaya menghadapi Southampton yang bermain bertahan. Laga bak David menghadapi Goliath ini memaksa Southampton tidak meladeni permainan terbuka Liverpool.

Saat mendapat serangan, delapan pemain Southampton menutup jalur serangan dan menerapkan zona penjagaan individual. Sepanjang babak pertama, Liverpool hanya mampu melepaskan dua tembakan tepat sasaran dari 12 percobaan.

Striker Liverpool, Darwin Nunez, mencetak gol ke gawang Southampton pada laga Liga Inggris di Stadion Anfield, Liverpool, Sabtu (8/3/2025) malam. Liverpool menang dengan skor 3-1.

Meski mampu menciptakan tiga peluang berbahaya seusai menembus pertahanan rapat Southampton, Nunez gagal mengonversinya menjadi gol. Ini satu penyakit lama yang belum bisa hilang dari diri penyerang asal Uruguay tersebut.

Penyelesaian akhirnya selalu menjadi masalah sejak ia didatangkan dari Benfica. Akibat terlampau sering menyia-nyiakan peluang, manajemen Liverpool disebut-sebut sangat ingin melepas Nunez pada akhir musim ini.

Hanya saja, Nunez adalah pemain yang berselimutkan misteri. Pada beberapa momen, dia tampil sangat buruk, tetapi bisa tiba-tiba menjadi pengubah hasil akhir laga. Itu dia tunjukkan saat berperan membalikkan ketertinggalan Liverpool dari Southampton.

Liverpool kebobolan lebih dulu pada akhir babak pertama melalui Will Smallbone yang memanfaatkan buruknya koordinasi antara bek Virgil van Dijk dan kiper Alisson Becker. Keunggulan Southampton tidak bertahan lama setelah Nunez menyamakan kedudukan saat babak kedua baru berjalan 4 menit. Dia bisa menyontek bola meski sedang ditekan dua bek Southampton.

Keberhasilan Nunez mencetak gol penyeimbang seakan buah manis dari keputusan Slot yang tidak menggantinya pada babak kedua. Setelah Liverpool tertinggal, Slot, yang menyaksikan laga dari tribune akibat hukuman disiplin saat derbi Merseyside, menginstruksikan asistennya untuk memasukkan Andrew Robertson, Alexis Mac Allister, dan Harvey Elliott saat jeda. Meski punya pilihan mengganti Nunez, Slot tidak mengambilnya.

Britain Soccer Premier League

”Dengan absennya Cody (Gakpo), kami tidak punya banyak pilihan menyerang yang tersisa. Jadi, itulah mengapa saya mengambil risiko tertentu dengan mempertahankannya,” kata Slot.

Keputusan Slot terbukti tepat. Setelah mencetak gol penyeimbang, Nunez berperan pada gol pembalik keadaan Liverpool yang dicetak Mohamed Salah dari titik penalti. Wasit Lewis Smith memberikan hadiah penalti setelah Nunez yang sedang berusaha merebut bola dilanggar oleh Smallbone.

Setelah berbalik unggul, keadaan menjadi lebih lapang bagi Liverpool. ”Si Merah” pun memperlebar jarak, lagi-lagi, berkat penalti Salah. Kali ini, Lewis memberikan penalti setelah Yukinari Sugawara tertangkap melakukan handsball.

Sukses memetik poin penuh atas Southampton kian mengukuhkan posisi Liverpool di puncak klasemen. Mereka kini unggul 16 poin atas Arsenal di peringkat kedua yang masih memiliki dua laga yang belum dimainkan.

Britain Soccer Premier League

Dengan perbedaan selisih poin sebesar itu, kans Liverpool menjadi juara semakin menguat. Sekarang, masalah bagi Liverpool bukanlah terkait dengan kepastian gelar juara, melainkan masa depan Nunez. Dengan akhir musim yang semakin dekat, para petinggi Liverpool harus segera memutuskan apakah akan menjualnya atau mempertahankan.

Sejak didatangkan tiga musim lalu dengan harga 64 juta poundsterling, Nunez belum benar-benar menjelma sebagai penyerang yang Liverpool idamkan. Bahkan, saking seringnya membuang peluang, Slot sampai kehabisan kesabaran terhadapnya. Akhir musim ini dianggap sebagai waktu yang tepat bagi Liverpool untuk berpisah dengan Nunez yang kontraknya masih tersisa hingga 2028.

(Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .