Iran dan Ukraina menjelaskan diri bukan negara yang memulai serangan terlebih dulu. Perang AS-Israel dengan Iran serta Ukraina-Rusia mengguncang dunia.
24 Sep 2026 17:58 WIB · Internasional
AFP/TIMOTHY A CLARY
NEW YORK, KOMPAS — Saat perang di berbagai titik dunia berlanjut, negara-negara yang menjadi target agresi menyerukan hak untuk membela diri. Kabar baiknya, sebagian negara yang berperang masih ingin bernegosiasi serta melanjutkan upaya bina damai.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan, meski masih berbeda pendapat, diplomasi untuk mencapai perdamaian dengan Amerika Serikat harus berlanjut. Namun, Teheran juga tidak akan tunduk pada tekanan Washington.
”Kami hanya membela diri. Kami bukan teroris. Rakyat kami yang tidak bersalah telah menjadi sasaran serangan dan kami membela diri dengan sekuat tenaga. Amerika dan Israel menyerang kami,” kata Pezeshkian dalam Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Rabu (23/9/2026) waktu setempat.
AS-Israel menyerang Iran pada Februari 2026. Teheran melancarkan serangan balasan ke negara-negara Teluk yang menampung militer AS serta memblokade Selat Hormuz, jalur perdagangan minyak global. Di bawah mediasi Pakistan, kedua pihak sepakat berdamai untuk sementara pada Juni 2026. Namun, saling serang tetap berlangsung, bahkan meluas di kawasan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/09/24/823591c0-b843-4464-ba84-fffd3d449c74_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/09/24/40c641f6-cfb1-425e-a694-08c338df7d23_jpg.jpg)
Dalam pidato di Sidang Majelis Umum PBB, Selasa, Presiden AS Donald Trump mengancam akan ”memusnahkan” Iran jika kesepakatan damai tidak segera tercapai. Pezeshkian dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tidak mengikuti pidato Trump, tetapi kebanyakan anggota delegasi Iran berjalan keluar ruangan setelah ia berbicara. Hanya satu delegasi yang tinggal.
”Trump dan mereka yang berusaha mengintimidasi kami harus memahami bahwa kami siap untuk dialog, diplomasi, dan negosiasi tanpa menerima bahasa kekerasan,” ujar Pezeshkian.
Pezeshkian turut membantah tuduhan Trump bahwa Iran ingin memiliki senjata nuklir. Bagi Teheran, teknologi nuklir damai penting untuk pembangunan negara. Iran tidak setuju jika teknologi tersebut hanya berada di bawah kendali beberapa negara tertentu. ”Tidak ada senjata nuklir dan tidak ada batasan untuk teknologi nuklir damai yang baru,” ucapnya.
Setelah Iran dan beberapa negara lain, giliran Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyampaikan pidato. Sejak 2022, Ukraina berperang melawan invasi Rusia. Negosiasi damai kedua negara belum ada terobosan, termasuk terkait wilayah Donetsk di Ukraina.
”Terkadang Ukraina terkesan hanya fokus pada perang karena kami berbicara tentang senjata, pertahanan, dan sanksi terhadap agresor. Namun, rakyat Ukraina tidak memilih perang ini. Kami memilih tidak mati, kehilangan negara dan keluarga, kemerdekaan, serta kebebasan,” tutur Zelenskyy.
Menurut Zelenskyy, sulit membujuk Presiden Rusia Vladimir Putin mau bernegosiasi jika Moskwa terus mendapat uang melalui perdagangan untuk mendanai perang. ”Ketika Rusia punya uang, mereka selalu mengatakan tidak untuk diplomasi. Dan, ini juga menjadi semacam veto terhadap perdamaian,” ujarnya.
Tim negosiasi AS-Iran telah mengadakan pembicaraan tidak langsung pertama sejak gencatan senjata runtuh pada Juli 2026 di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB, Selasa. AS mengirim Steve Witkoff dan Jared Kushner, sementara Iran mengirim Araghchi. Mereka berkomunikasi melalui mediator selama hampir tiga jam.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan, Teheran telah menyampaikan syarat-syarat saat bertukar pesan dengan Washington. Qatar berperan sebagai mediator.
”Syarat-syarat tersebut termasuk menerima jalur aman di Selat Hormuz yang disepakati Iran-Oman, mengakhiri perang di semua lini, menghentikan tindakan agresi AS dan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran, serta membebaskan aset Iran yang dibekukan,” kata Baghaei.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/08/02/f8d7235b-28e2-4454-a670-abe531eda602_jpg.jpg)
Pada Rabu, Menlu AS Marco Rubio menyampaikan, ia tidak akan memerinci detail pertemuan tersebut serta menyebutkan negara mediator mana yang terlibat. Namun, kesepakatan AS-Iran akan membutuhkan kerja keras dalam jangka waktu tertentu mengingat tuntutan utama Washington adalah denuklirisasi Iran sekalian membuka Selat Hormuz.
”Presiden Trump, hingga saat ini, masih terbuka untuk membuat kesepakatan dengan Iran yang memungkinkan Iran menjadi negara yang hebat dan makmur. Namun, jika mereka terus berkeras memiliki senjata nuklir dan mendukung proksi di kawasan, kita akan menghadapi masalah besar dengan mereka,” tutur Rubio.
Rubio mengakui, ada puluhan negara di seluruh dunia yang memiliki energi nuklir, termasuk sekutu AS yang menjalin perjanjian reaktor modular kecil. Namun, Washington melihat Teheran ingin memiliki fasilitas pengayaan sendiri yang digunakan untuk mengeksplorasi program persenjataan.
Rubio melanjutkan, AS juga memiliki sejumlah pilihan lain. Trump bisa memberlakukan tekanan ekonomi yang lebih berat atau opsi militer. Rincian tentang opsi militer tidak dijelaskan lebih lanjut.
Sebaliknya, perang Ukraina-Rusia belum menunjukkan perkembangan bina damai yang berarti. Malahan, saling serang tampaknya terus berlangsung sengit hingga musim dingin.
Kepada Majelis Umum PBB, Zelenskyy berjanji untuk menyerang fasilitas pemanas dan energi Rusia pada musim dingin tahun ini. Pernyataan Zelenskyy keluar setelah Rusia menghantam ibu kota Kyiv dengan intensitas yang belum pernah terjadi sejak 2022.
”Rakyat Ukraina memahami bahwa musim dingin ini bisa sangat berat bagi kami, tetapi sebagai balasannya kami tidak punya pilihan selain membuat Rusia juga menderita,” kata Zelenskyy.
Analisis Agence France-Presse terhadap data ACLED, penyedia data konflik, menunjukkan, ada lebih banyak serangan Rusia dalam 18 hari pertama September 2026 daripada bulan mana pun sejak awal perang, kecuali Maret 2022. Sebanyak 118 insiden telah tercatat pada separuh September ini. Pada Maret 2022, terdapat 174 serangan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/09/24/18b9c3cf-642b-4add-a664-0ab5ba5f5aff_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/09/24/0d4bb1d1-197f-4d0f-adae-658e341a3c17_jpg.jpg)
Menlu Rusia Sergey Lavrov kepada Dewan Keamanan PBB turut menyampaikan, tidak akan ada ”jeda” dalam perang tersebut. Lavrov akan berpidato di Sidang Majelis Umum PBB pada Sabtu (26/9/2026).
AS merupakan mediator bagi Ukraina-Rusia. Rubio sempat bertemu Lavrov di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB.
Kepada wartawan, Rubio mengatakan, AS mendorong Ukraina-Rusia untuk berhenti menyerang fasilitas energi dengan rudal serta pesawat nirawak. Kedua negara yang bermusuhan juga menyatakan minat untuk gencatan senjata secara terbatas guna mencegah gangguan terhadap ekspor gandum.
”Jelas, itu juga tidak akan mudah, tetapi itu sesuatu yang telah diungkapkan kedua belah pihak. Ini sesuatu yang mungkin tidak menyelesaikan perang, tetapi berpotensi mengurangi beberapa tekanan global sebagai akibat perang,” tutur Rubio. (AP/AFP/REUTERS)
Penulis:
Elsa Emiria Leba, dari New York, Amerika SerikatEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra