WASHINGTON, SENIN — Presiden Amerika Serikat Donald Trump girang kala menyambut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Sebab, buronan kasus kejahatan perang itu mengusulkan Trump menerima Nobel Perdamaian.
Netanyahu mengungkap salinan surat itu sebelum makan malam dimulai, Senin (7/7/2025) malam waktu Washington DC atau Selasa dini hari WIB. ”Saya ingin mempersembahkan pada Anda, Bapak Presiden, surat yang saya kirimkan ke Komite Hadiah Nobel: Mengusulkan Anda untuk Anugrah Perdamaian, hal yang sangat layak dan Anda seharusnya mendapatkan itu,” ujar Netanyahu.
Trump senang sekali dengan surat itu. ”Saya tidak tahu ini. Wah. Terima kasih banyak. Khususnya dari Anda, ini sangat berarti,” kata Trump sebagaimana dikutip Axios dan CNN.
Sejak jadi Presiden AS pada 2017, Trump berhasrat pada Nobel Perdamaian. Dulu, ia berharap dapat karena bisa berunding dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan mendorong Kesepakatan Ibrahim di antara negara Arab dengan Israel.
Sekarang, ia berharap dapat anugrah itu karena mendorong gencatan senjata di Gaza dan perundingan nuklir Iran. ”Saya menghentikan perang dan saya benci melihat orang tewas,” kata Trump dalam makan malam dengan Netanyahu.
Menurut CNN, Trump memandang Netanyahu sebagai sekutu penting mewujudkan perdamaian di Timur Tengah. Karena itu, ia beberapa kali mengundang Netanyahu ke AS. Ia juga sampai meminta penyelidikan dan persidangan berbagai kasus korupsi terhadap Netanyahu dihentikan.
Padahal, masih menurut CNN, Netanyahu bolak-balik menjegal bina damai di Gaza dan kawasan. Ia salah satu faktor berbagai upaya penghentian perang di Timur Tengah sulit diwujudkan. Bahkan, Trump beberapa kali mengecam Netanyahu karena merintangi bina damai.
Kini, Trump mendesak Netanyahu segera menghentikan perang di Gaza. ”Trump mengira Netanyahu berutang budi padanya. Itu sebabnya dia berani menuntut Netanyahu mengakhiri Perang Gaza,” kata Eytan Gilboa, pakar hubungan AS–Israel di Universitas Bar Ilan dekat Tel Aviv.
Perang Gaza membuat Netanyahu masuk daftar buronan Mahkamah Kriminal Internasional (ICC). Ia dikejar atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Pertemuan Trump dan Netanyahu dengan para pembantunya berlangsung di Ruang Biru Gedung Putih. Mereka, antara lain, membahas gencatan senjata di Gaza dan serangan gabungan AS-Israel ke Iran.
Untuk bisa ke AS, pesawat Netanyahu harus melewati wilayah udara negara-negara penanda tangan Statuta Roma. Statuta itu jadi dasar pembentukan ICC. Dengan demikian, seharusnya negara-negara peneken itu mencegat pesawat Netanyahu dan menangkap buronan ICC tersebut.
Optimistis damai
Trump sangat optimistis berbagai konflik di Timur Tengah akan segera berakhir. ”Mereka menghormati kami dan Israel,” kata Trump.
Trump memberi sinyal para pejabat Iran sudah mendekati AS untuk mengagendakan dialog tentang program nuklir Iran. Perundingan sudah berjalan pada April 2025, tetapi dihentikan tiba-tiba karena serbuan Israel ke Iran pertengahan Juni 2025.
”Kami sudah mengagendakan perundingan dengan Iran. Mereka mau berunding,” klaim Trump.
Pekan lalu, dia menyatakan, perundingan AS-Iran segera dilanjutkan. Utusan Trump untuk Timur Tengah Steve Witkoff, yang mendampingi Trump dalam pertemuan dengan Netanyahu, mengatakan bahwa perundingan akan segera dilakukan. Setidaknya pertemuan akan berlangsung pekan depan. Iran secara resmi belum menyatakan kesediaan berunding dengan AS setelah diserang Israel.
Presiden Iran Masoud Pezeskhian dalam wawancara yang dipublikasikan pada Senin menjelaskan, serangan AS menimbulkan kerusakan parah terhadap fasilitas riset nuklir Iran. Dalam wawancara dengan sosok konservatif AS, Tucker Carlson, Pezeskhian menyatakan siap melanjutkan kerja sama dengan Badan Atom Internasional (IAEA).
Sebelumnya, Iran menyatakan adanya komunikasi yang erat antara Israel dan Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi. Di pihak lain, riset nuklir dan senjata nuklir Israel tidak pernah diperiksa IAEA. ”Kami sebetulnya siap untuk menerima pemeriksaan IAEA. Serangan ilegal AS (melanggar Piagam PBB) terhadap kami, fasilitas nuklir Iran mengalami kerusakan berat,” kata Pezeskhian.
Trump, seusai Perang 12 Hari serangan Israel ke Iran, mengatakan ingin melihat Perang Gaza segera diakhiri. Namun, tidak ada penghentian pengiriman senjata dari AS ke Israel.
Ditanya peluang gencatan senjata segera antara Israel-Hamas, Trump menyatakan, dirinya optimistis. ”Namun, dinamika selalu berubah hari demi hari,” ujarnya.
Pertemuan Trump–Netanyahu menjadi pertanda desakan AS kepada Israel agar segera menjalankan gencatan senjata di Gaza. Para pejabat Gedung Putih mendesak Israel dan Hamas segera menyepakati gencatan senjata selama 60 hari. AS juga mendesak akses bantuan ke Gaza dibuka dan seluruh sisa tawanan di Gaza dibebaskan.
Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt, Senin, mengatakan, Witkoff akan segera berangkat ke Doha, Qatar. Di sana, Witkoff akan membahas gencatan senjata dan pembebasan sandera di Gaza.
Gencatan senjata terhambat penolakan Netanyahu dan para pejabat Israel menghentikan perang permanen. Hamas menegaskan siap membebaskan seluruh tawanan jika perang berhenti dan seluruh tentara Israel keluar dari Gaza.
Netanyahu dan para pejabat Israel menolak gagasan penghentian perang. Mereka malah menuntut Israel menduduki lagi Gaza seperti dilakukan sampai 2005.
Berbagai pihak di Israel menyebut, Netanyahu dan sekutunya akan terus mengobarkan perang demi mempertahankan kekuasaan. Perang berulang kali jadi alasan penundaan sidang rangkaian kasus korupsi Netanyahu dan kroninya.
Bahkan, ribuan tentara cadangan dan veteran tentara Israel telah mendesak perang segera dihentikan. Mereka menyebut perang lebih dilandasi motif politik dibanding alasan keamanan. (AP/AFP/REUTERS)
WASHINGTON, SENIN — Presiden Amerika Serikat Donald Trump girang kala menyambut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Sebab, buronan kasus kejahatan perang itu mengusulkan Trump menerima Nobel Perdamaian.
Netanyahu mengungkap salinan surat itu sebelum makan malam dimulai, Senin (7/7/2025) malam waktu Washington DC atau Selasa dini hari WIB. ”Saya ingin mempersembahkan pada Anda, Bapak Presiden, surat yang saya kirimkan ke Komite Hadiah Nobel: Mengusulkan Anda untuk Anugrah Perdamaian, hal yang sangat layak dan Anda seharusnya mendapatkan itu,” ujar Netanyahu.
Trump senang sekali dengan surat itu. ”Saya tidak tahu ini. Wah. Terima kasih banyak. Khususnya dari Anda, ini sangat berarti,” kata Trump sebagaimana dikutip Axios dan CNN.
Serial Artikel
Gencatan Senjata Gaza Kembali Terancam Sabotase Netanyahu
Hampir 100 warga Gaza tewas sejak gencatan senjata diumumkan. Netanyahu terus mencari alasan menunda penghentian pertempuran. Politisi Israel menolak gencatan itu
Sejak jadi Presiden AS pada 2017, Trump berhasrat pada Nobel Perdamaian. Dulu, ia berharap dapat karena bisa berunding dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan mendorong Kesepakatan Ibrahim di antara negara Arab dengan Israel.
Sekarang, ia berharap dapat anugrah itu karena mendorong gencatan senjata di Gaza dan perundingan nuklir Iran. ”Saya menghentikan perang dan saya benci melihat orang tewas,” kata Trump dalam makan malam dengan Netanyahu.
Menurut CNN, Trump memandang Netanyahu sebagai sekutu penting mewujudkan perdamaian di Timur Tengah. Karena itu, ia beberapa kali mengundang Netanyahu ke AS. Ia juga sampai meminta penyelidikan dan persidangan berbagai kasus korupsi terhadap Netanyahu dihentikan.
Padahal, masih menurut CNN, Netanyahu bolak-balik menjegal bina damai di Gaza dan kawasan. Ia salah satu faktor berbagai upaya penghentian perang di Timur Tengah sulit diwujudkan. Bahkan, Trump beberapa kali mengecam Netanyahu karena merintangi bina damai.
Kini, Trump mendesak Netanyahu segera menghentikan perang di Gaza. ”Trump mengira Netanyahu berutang budi padanya. Itu sebabnya dia berani menuntut Netanyahu mengakhiri Perang Gaza,” kata Eytan Gilboa, pakar hubungan AS–Israel di Universitas Bar Ilan dekat Tel Aviv.
Perang Gaza membuat Netanyahu masuk daftar buronan Mahkamah Kriminal Internasional (ICC). Ia dikejar atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Pertemuan Trump dan Netanyahu dengan para pembantunya berlangsung di Ruang Biru Gedung Putih. Mereka, antara lain, membahas gencatan senjata di Gaza dan serangan gabungan AS-Israel ke Iran.
Untuk bisa ke AS, pesawat Netanyahu harus melewati wilayah udara negara-negara penanda tangan Statuta Roma. Statuta itu jadi dasar pembentukan ICC. Dengan demikian, seharusnya negara-negara peneken itu mencegat pesawat Netanyahu dan menangkap buronan ICC tersebut.
Serial Artikel
Netanyahu Buron, Pukulan Telak bagi Israel
Penetapan Netanyahu sebagai buron kasus kejahatan perang, selain semakin mengisolasi Israel, menjadi ujian Barat: apakah mereka tetap berstandar ganda dalam isu Israel.
Trump sangat optimistis berbagai konflik di Timur Tengah akan segera berakhir. ”Mereka menghormati kami dan Israel,” kata Trump.
Trump memberi sinyal para pejabat Iran sudah mendekati AS untuk mengagendakan dialog tentang program nuklir Iran. Perundingan sudah berjalan pada April 2025, tetapi dihentikan tiba-tiba karena serbuan Israel ke Iran pertengahan Juni 2025.
”Kami sudah mengagendakan perundingan dengan Iran. Mereka mau berunding,” klaim Trump.
Pekan lalu, dia menyatakan, perundingan AS-Iran segera dilanjutkan. Utusan Trump untuk Timur Tengah Steve Witkoff, yang mendampingi Trump dalam pertemuan dengan Netanyahu, mengatakan bahwa perundingan akan segera dilakukan. Setidaknya pertemuan akan berlangsung pekan depan. Iran secara resmi belum menyatakan kesediaan berunding dengan AS setelah diserang Israel.
Presiden Iran Masoud Pezeskhian dalam wawancara yang dipublikasikan pada Senin menjelaskan, serangan AS menimbulkan kerusakan parah terhadap fasilitas riset nuklir Iran. Dalam wawancara dengan sosok konservatif AS, Tucker Carlson, Pezeskhian menyatakan siap melanjutkan kerja sama dengan Badan Atom Internasional (IAEA).
Sebelumnya, Iran menyatakan adanya komunikasi yang erat antara Israel dan Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi. Di pihak lain, riset nuklir dan senjata nuklir Israel tidak pernah diperiksa IAEA. ”Kami sebetulnya siap untuk menerima pemeriksaan IAEA. Serangan ilegal AS (melanggar Piagam PBB) terhadap kami, fasilitas nuklir Iran mengalami kerusakan berat,” kata Pezeskhian.
Trump, seusai Perang 12 Hari serangan Israel ke Iran, mengatakan ingin melihat Perang Gaza segera diakhiri. Namun, tidak ada penghentian pengiriman senjata dari AS ke Israel.
Serial Artikel
Iran Butuh Kepastian Tidak Ada Lagi Serangan Lanjutan
Ditanya peluang gencatan senjata segera antara Israel-Hamas, Trump menyatakan, dirinya optimistis. ”Namun, dinamika selalu berubah hari demi hari,” ujarnya.
Pertemuan Trump–Netanyahu menjadi pertanda desakan AS kepada Israel agar segera menjalankan gencatan senjata di Gaza. Para pejabat Gedung Putih mendesak Israel dan Hamas segera menyepakati gencatan senjata selama 60 hari. AS juga mendesak akses bantuan ke Gaza dibuka dan seluruh sisa tawanan di Gaza dibebaskan.
Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt, Senin, mengatakan, Witkoff akan segera berangkat ke Doha, Qatar. Di sana, Witkoff akan membahas gencatan senjata dan pembebasan sandera di Gaza.
Gencatan senjata terhambat penolakan Netanyahu dan para pejabat Israel menghentikan perang permanen. Hamas menegaskan siap membebaskan seluruh tawanan jika perang berhenti dan seluruh tentara Israel keluar dari Gaza.
Netanyahu dan para pejabat Israel menolak gagasan penghentian perang. Mereka malah menuntut Israel menduduki lagi Gaza seperti dilakukan sampai 2005.
Berbagai pihak di Israel menyebut, Netanyahu dan sekutunya akan terus mengobarkan perang demi mempertahankan kekuasaan. Perang berulang kali jadi alasan penundaan sidang rangkaian kasus korupsi Netanyahu dan kroninya.
Bahkan, ribuan tentara cadangan dan veteran tentara Israel telah mendesak perang segera dihentikan. Mereka menyebut perang lebih dilandasi motif politik dibanding alasan keamanan. (AP/AFP/REUTERS)