Cederanya Bruno Fernandes dan Kobbie Mainoo jadi kado Natal terburuk MU. ”Setan Merah” diprediksi kesulitan memperpanjang rekor kemenangan saat ”boxing day”.
25 Des 2025 11:42 WIB · Olahraga
Owen Humphreys/PA via AP
MANCHESTER, KAMIS — Manchester United dikenal sebagai tim penguasa boxing day. Dalam konteks itu, MU dan Newcastle bak bumi dan langit. MU adalah tim tersukses, sementara Newcastle sebaliknya. Hanya saja, cedera Bruno Fernandes dan Kobbie Mainoo bisa menghambat rekor kemenangan boxing day MU.
Jutaan pasang mata hanya akan terfokus pada laga Manchester United melawan Newcastle United di Stadion Old Trafford, Manchester, Sabtu (27/12/2025), pukul 03.00 WIB. Pada momen itulah untuk pertama kalinya dalam sejarah Liga Primer, boxing day kehilangan gemerlapnya dengan hanya memainkan satu laga pada kompetisi divisi teratas Inggris.
Walau hanya satu laga, itu sudah cukup mewakili mengingat pencapaian kedua tim sepanjang boxing day. MU sejauh ini sudah mengemas 22 kemenangan pada boxing day, terbanyak dari semua kontestan Liga Primer. Sementara itu, Newcastle merupakan tim terburuk dalam setiap boxing day dengan menelan 16 kekalahan. Dengan demikian, meski sepi, boxing day tahun ini tersaji cukup unik karena mempertemukan dua kutub yang bertolak belakang.
”Saya pikir ini akan menjadi pertandingan yang sangat bagus, pertandingan yang sulit, bagi kami dan kesempatan bagus di hari Natal untuk menikmati besarnya pertandingan-pertandingan ini. Atmosfernya akan istimewa, tetapi karena belum pernah bermain melawan mereka sebelumnya, saya pikir kami mengharapkan Manchester United yang sedikit berbeda,” kata Manajer Newcastle Eddie Howe, dalam konferensi pers menjelang laga, Rabu (24/12/2025).
Punya catatan buruk sepanjang boxing day, Newcastle nyatanya lebih dominan dibandingkan MU dalam beberapa pertemuan terakhir. MU telah kalah dalam lima dari enam pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi melawan Newcastle. Di sisi lain, ”Setan Merah” belum pernah meraih kemenangan di Old Trafford selama lebih dari dua bulan. Rekam jejak itu menjadi alasan bagi pasukan Howe untuk tetap berambisi menggulingkan MU di rumahnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/25/a4d12514e9c3ad89e05344caa4723fe4-wires_photo_9_.jpg)
Apalagi performa MU kembali inkonsisten dengan meraih satu kemenangan, satu hasil imbang, dan sekali kalah dalam tiga laga terakhir. Sumber ketidakkonsistenan MU turut dipengaruhi performa lini belakang yang berantakan. Ada celah antarbek yang rentan dieksploitasi lawan.
Kelemahan itu termasuk janggal karena Pelatih MU Ruben Amorim menerapkan skema tiga bek dalam formasi 3-4-2-1. Dalam skema tiga bek, secara teori, kerapatan di lini belakang seharusnya terjaga. Berbeda dengan empat bek yang cenderung longgar karena umumnya hanya ada dua bek sebagai rest defense pada masa transisi negatif (dari menyerang ke bertahan).
Selain itu, meski menang jumlah atas penyerang lawan, ada kecenderungan bek MU amat pasif dalam berupaya merebut bola. Kecenderungan itu secara langsung memberi ruang tembak atau manuver kepada para penyerang lawan. Hasil imbang 4-4 saat melawan Bournemouth jadi buktinya. MU yang berkali-kali unggul harus puas dengan hasil imbang akibat lini belakang yang pasif.
Walau punya catatan bagus, boxing day kali ini terasa lebih berat bagi MU. Amorim mengonfirmasi absennya Fernandes, sosok sentral di lini tengah. Fernandes cedera saat melawan Aston Villa pada laga sebelumnya. Ketersediaan gelandang yang berpotensi mengubah jalannya laga kian menipis karena Mainoo juga absen akibat cedera betis saat menjalani sesi latihan.
Pemain timnas Portugal tersebut telah menciptakan 51 peluang di liga musim ini, lebih banyak dari Jeremy Doku yang berada di posisi kedua dengan 36 penciptaan peluang. Fernandes juga masih menjadi pemberi asis terbanyak di liga dengan tujuh asis.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/25/77040d70f0c7db1e05752727b1de8db7-1000044641.jpg)
Rekor MU tanpa Fernandes sangat mencemaskan. MU gagal memenangi satu pun dari tujuh pertandingan Liga Primer mereka sejak musim 2022-2023 tanpa Fernandes sebagai pemain mula. Dari tujuh laga itu MU menelan enam kekalahan dan satu hasil imbang. Kreativitas MU menurun tanpa Fernandes yang dibuktikan dengan hanya mampu mencetak empat gol dalam tujuh laga itu.
”Mustahil untuk menggantikan Bruno, tetapi saya sudah mengatakan itu kepada tim pagi ini. Kita perlu mengambil hal yang baik. Jika ada hal baik, banyak orang perlu meningkatkan performa. Kita tidak bisa bergantung pada satu orang untuk semuanya,” ujar Amorim, dikutip dari Manchester Evening News.
Di balik kesulitan, MU punya secercah harapan dalam diri Matheus Cunha. Pemain berpaspor Brasil itu sedang dalam performa terbaik dengan menyumbangkan satu gol saat kalah dari Villa. Ia juga berpeluang besar mencetak gol kedua, tapi sundulannya menyambut umpan silang Patrick Dorgu masih melenceng.
Cunha kini telah mencetak gol dalam dua pertandingan Liga Primer berturut-turut setelah hanya mencetak satu gol dalam 12 pertandingan pertamanya untuk MU. Agresivitas Cunha dalam aksi menyerang MU tergambar dari statistiknya yang melepaskan rata-rata 4,1 tembakan per 90 menit di liga musim ini. Jumlah tembakan itu merupakan yang terbanyak di antara pemain yang telah bermain setidaknya selama 400 menit.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji