PIALA DUNIA 2026

Neymar Bisa Jadi Kartu Truf Brasil

Penyerang Brasil, Neymar, sudah pulih dari cedera dan bisa bermain lawan Skotlandia. Ia bisa menjadi kartu truf bagi Ancelotti untuk membongkar pertahanan lawan.

21 Jun 2026 09:55 WIB · Olahraga

AFP

Oleh Prasetyo Eko Prihananto, dari Philadelphia, Amerika Serikat

Ada satu kabar gembira disampaikan oleh Pelatih Brasil Carlo Ancelotti saat jumpa pers seusai laga ”Selecao” melawan Haiti di Stadion Philadelphia. Kabar itu adalah pulihnya penyerang senior Neymar yang mengalami cedera betis.

Di balik kegembiraan setelah memenangi laga, 3-0, Ancelotti mengindikasikan bahwa penyerang berusia 34 tahun itu kemungkinan bisa bermain menghadapi Skotlandia. ”Neymar akan berlatih sendiri besok, kemudian bergabung bersama tim, Senin, dan ia akan siap untuk laga melawan Skotlandia,” kata Ancelotti, Sabtu (19/6/2026).

Tentu itu menjadi kabar gembira bagi para pendukung timnas Brasil. Pada dua pertandingan awal Grup C melawan Maroko dan Haiti, Neymar hanya berperan sebagai seorang cheerleader. Bahkan, saat laga menghadapi Haiti, sang pemain tidak ikut ke Philadelphia, tetapi tetap bertahan di markas tim di New Jersey untuk fokus memulihkan cedera.

Pulihnya Neymar tentu juga menjadi kelegaan tersendiri bagi Ancelotti menjelang laga penentu melawan Skotlandia. Terlebih, ia terancam kehilangan penyerang sayap Raphinha yang mengalami cedera waktu melawan Haiti.

Saat laga menghadapi Haiti, Raphinha terlihat meringis kesakitan saat terjatuh di lapangan pada babak pertama. Ia dikerubungi oleh sejumlah pemain Brasil yang cedera sebelum akhirnya ditarik keluar oleh Ancelotti pada menit ke-40, digantikan oleh penyerang muda berusia 19 tahun, Rayan.

Brazil's forward #10 Neymar takes part in an MD-1 training session at Columbia Park Training Facility in Morristown, New jersey, on June 18, 2026, on the eve of the World Cup 2026 Group C football match between Brazil and Haiti.  (Photo by MAURO PIMENTEL / AFP)

Bagi Ancelotti, pemilihan Neymar ke dalam skuad Selecao untuk Piala Dunia 2026 adalah salah satu perjudian terbesarnya. Pemain yang kini bermain untuk Santos ini sudah tidak pernah bermain lagi untuk tim ”Samba” selama tiga tahun terakhir karena persoalan cedera dan juga kondisi fisiknya.

Saat memasuki jeda pemilihan skuad, kondisi Neymar juga masih cedera otot betis yang dia alami sejak pertengahan Mei. Mantan penyerang Bercelona dan Paris Saint-Germain (PSG) ini memiliki riwayat cedera yang sangat panjang. Sebelum cedera terakhirnya, Neymar bahkan menghabiskan waktu sekitar 700 hari untuk memulihkan cedera lutut yang dia alami pada 2023.

Terpilihnya Neymar masuk ke skuad Brasil sempat memunculkan kontroversi, terutama karena Ancelotti harus mengorbankan seorang pemain yang sebenarnya lebih siap. Pemain tersebut adalah striker Chelsea, João Pedro, yang bermain cukup gemilang pada musim debutnya di Liga Inggris. Pedro mencetak 20 gol untuk Chelsea di semua kompetisi musim 2025-2026.

Bahkan, kondisi Neymar itu sempat menjadi guyonan bagi Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva. Saat berbicara dengan seorang anak di Belo Horizonte, sang presiden menanyakan kepada anak itu siapa pemain terbaik dunia. Sang anak menjawab Neymar, yang langsung ditimpali oleh Lula.

”Neymar bahkan tidak bermain, Bung. Neymar adalah pemain tim nasional pertama yang ’kerja dari rumah’ (work-from-home). Pemain yang kerja dari rumah,” tawa Lula.

”Saya melihat (lelucon) itu di internet kemarin. Sebentar lagi, mereka harus menyusun tim nasional dengan kecerdasan buatan—sebelas Pele,” tambah Lula.

Brazil's forward #10 Neymar takes part in an MD-1 training session at Columbia Park Training Facility in Morristown, New jersey, on June 18, 2026, on the eve of the World Cup 2026 Group C football match between Brazil and Haiti.  (Photo by MAURO PIMENTEL / AFP)
Quote

Neymar memiliki tugas yang sama dengan 25 pemain lainnya, ia memiliki kesempatan bermain atau tidak bermain, di bangku cadangan atau dimasukkan sebagai pemain pengganti.

Neymar adalah salah satu pendukung mantan presiden Brasil, Jair Bolsonaro. Keputusannya untuk tetap bertahan di markas tim di New Jersey adalah untuk melakukan latihan tersendiri dalam upaya agar bisa bersiap melawan Skotlandia pada Rabu (24/6/2026).

Pada Sabtu kemarin, Neymar sudah melakukan latihan fisik dan berlatih dengan bola bersama Alex Sandro yang juga mengalami cedera. Ancelotti mengatakan, setelah latihan invividu itu, akan dilanjutkan dengan latihan bersama tim untuk mengintegrasikan sang pemain dengan skuad.

Meskipun sudah pulih dan bisa bermain, Neymar kemungkinan tidak akan langsung menjadi pemain mula melawan Skotlandia. Keberadaan Vinicius Junior yang bermain gemilang pada dua laga pertama melawan Maroko dan Haiti memastikan Neymar tidak akan menjadi pemain mula, kecuali jika Ancelotti melakukan perjudian dengan memainkan keduanya secara bersamaan.

Ancelotti saat mengumumkan skuadnya sudah memastikan tidak akan memberikan perlakuan khusus kepada Neymar. ”Neymar memiliki tugas yang sama dengan 25 pemain lainnya, ia memiliki kesempatan bermain atau tidak bermain, di bangku cadangan atau dimasukkan sebagai pemain pengganti. Ia memiliki tanggung jawab yang sama dengan yang lain. Ia adalah pemain yang berpengalaman. Dalam beberapa peran, di posisi penjaga gawang dan lini serang, kami telah memprioritaskan pengalaman,” jelas Ancelotti saat pengumuman skuad Brasil.

Jika bisa pulih sepenuhnya dari cedera, pemilihan Neymar terbilang sangat logis. Meski secara usia sudah tidak muda, Neymar tetap salah satu pemain dengan talenta terbaik yang dimiliki oleh Brasil. Ia bisa menjadi kartu truf bagi Brasil.

Brazil's forward #10 Neymar (C) takes part in an MD-1 training session at Columbia Park Training Facility in Morristown, New jersey, on June 18, 2026, on the eve of the World Cup 2026 Group C football match between Brazil and Haiti.  (Photo by MAURO PIMENTEL / AFP)

Seperti ketika laga menghadapi Maroko, ketika lawan memiliki pertahanan yang ketat, kemampuan individu Neymar bisa menjadi senjata Ancelotti untuk membongkarnya. Kemampuan dribel bola yang memukau dan visi bermain Neymar bakal menjadi ancaman bagi lini pertahanan mana pun.

Jika bisa kembali ke level permainan terbaiknya, Neymar akan bisa menjadi supersub, memanfaatkan kelelahan barisan pertahanan lawan. Bukan cuma ancaman gol, Neymar juga memiliki visi bermain sangat baik sebagai seorang playmaker, untuk memberikan umpan-umpan terobosan dan menciptakan peluang emas bagi rekan-rekannya.

Permainannya dicirikan dengan kepercayaan diri yang tinggi, sehingga sering disebut arogan, dan skill individu luar biasa, yang merepresentasikan keindahan sepak bola khas Brasil. Bisa dibilang, Neymar adalah generasi terakhir jogo bonito sesungguhnya Brasil.

Bagi penggemar Brasil, pulihnya Neymar sangat ditunggu. Siapa yang tidak ingin melihat aksi nutmeg, elastico, atau rainbow flick-nya Neymar?


Kerabat Kerja

Penulis:

Prasetyo Eko Prihananto, dari Philadelphia, Amerika Serikat
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar